Dia Sedang Memungut Botol di Tempat Sampah, Kemudian Dia Melihat Suatu Gundukan, Sejak Itu Hidupnya pun Berubah

Bahkan, istri Xiong kemudian meninggalkan mereka dan keduanya akhirnya tinggal di bawah jembatan.

Xiong memanggil Yanyan kecil.

Setiap kali Yanyan menjalani hidup selama satu tahun lagi, ayahnya Xiong, akan mengumpulkan uang yang diperlukan untuk mengambil foto dan menangkap momen bahagia.

Keduanya saling mencintai dan saling menghargai, serta tidak dapat hidup tanpa satu sama lain.

Kehidupan mereka memang berat dan keras, namun mereka tidak pernah menyerah, Xiong sebetulnya sangat berharap agar Yanyan bisa mengenyam pendidikan, minimal bisa membaca dan menulis.

Karena itu diam-diam dia sering hanya membeli makanan untuk Yanyan, sementara dia sendiri hanya makan dengan memungut sisa-sisa serpihan makanan, dia ingin menabung untuk bisa membiayai sekolah Yanyan suatu hari.

Sesungguhnya ini cerminan bagi kita yang seolah pendidikan dan makanan di meja, adalah sesuatu yang “dianugerahkan” kepada kita dengan begitu saja, sampai mungkin terkadang kita membuang makanan sisa.

Dan mungkin terkadang kita belajar di sekolah dengan malas-malasan, sementara di luar sana, ada orang yang rela tidak makan, demi bisa belajar di sekolah!

Mari, jangan lupa untuk mensyukuri apa yang telah kita miliki, dan, jangan lupa juga untuk berbagi dengan sesama.(anggi/yant)

Sumber: perfecto.guru