Gadis Buta yang Bisa “Melihat Kembali” Ini Menolak Menikah dengannya Setelah Melihat Sang Pacar Menjadi “Buta”

5. Ketika dia melamarnya, dia hanya mengatakan dua patah kata “percayalah padaku”

Ketika dia melahirkan anak perempuan pertamanya, dia berkata kepadanya: Terima kasih, telah menyusahkanmu melahirkan anak.

Ketika putrinya menikah, dia merangkul bahunya dan berkata: Masih ada aku.

Ketika dia menerima kabar sakit kritisnya, dia kembali mengatakan kepadanya : Aku di sini.

Saat dia akan pergi, dia mencium keningnya dan berkata lembut : Tunggu aku.

Seumur hidupnya, dia tidak pernah mengucapkan sekali pun “Aku cinta sama kamu,” namun, cintanya tak pernah pergi darinya. Cinta yang tulus bisa terasa dari setiap tindakan nyata.

6. Sang anak yang tidak mampu merawat ibunya yang sudah renta, ia pun memutuskan membuang ibunya ke hutan

Malamnya, anaknya bilang mau menggendong ibunya jalan-jalan ke gunung, sang ibu pun naik ke punggung anaknya.

Si anak terus berpikir sepanjang jalan : Lebih baik agak jauh dan naik lebih tinggi lagi baru dibuang supaya tak bisa kembali lagi.

Ketika dia melihat ibunya diam-diam menaburkan biji kacang di sepanjang jalan, dia bertanya dengan marah, “Untuk apa ibu menaburkan biji itu?”

“Ibu takut kamu kesasar saat pulang sendiri nanti,” kata ibunya lembut.

Beberapa cerita di atas menyiratkan pesan moral kepada kita, ceritanya mungkin berbeda dalam pandangan orang yang tidak sama.

Tapi, yang penting kita bisa menarik hikmah dari cerita singkat di atas. Kita akan tercerahkan selama kita bisa meresapinya, dan tentu akan bermanfaat besar.

Belajar bersyukur, dan berlapang dada baru bisa menyadari sukacita hidup yang sesunguhnya !(jhn/yant)

Sumber: Goodtimes.my