Tukang Pos Ini Membuat Satu Keputusan Penting Setelah Tersandung “Batu”, Dia Menyelesaikan Impiannya yang Menakjubkan Ditengah Tertawaan dan Cibiran Orang-orang

Ferdinand meninggal setelah hampir dua tahun menyelesaikan istana keduanya, ia meninggalkan dua istana dari batu yang megah hasil karyanya sendiri.

Dan “The Ideal Palace of Cheval the Mailman” adalah nama dari istana yang dibangunnya.

Menjelang kematiannya, karya Cheval mulai mendapat pengakuan dari seniman ternama, seperti Pablo Picasso dan Andre Breton. Ideal Palace ini terbuka untuk pengunjung setiap hari, kecuali hari Natal dan Tahun Baru.

Pada 1969, Menteri Kebudayaan Perancis, André Malraux, menyatakan Palais adalah bangunan ikonik nasional dan sejak hari itu, secara resmi dilindungi. Pada 1986, wajah Cheval menghiasi perangko-perangko di Perancis.


Di atas batu di pintu masuk istana terukir sepenggal kalimat Ferdinand : “Saya ingin tahu sebuah batu yang punya impian itu bisa berjalan seberapa jauh.”

Ketika Anda ingin mewujudkan mimpi dengan aksi nyata, mengubah kesulitan menjadi sumber daya, hingga akhirnya mimpi akan terwujud dan menjadi ideal.

Sungguh luar biasa semangat Ferdinand, si tukang pos ini.

Mimpi benar-benar sesuatu yang sangat menarik, mungkin dalam perjalanan meraih mimpi itu sangat sulit, namun saat mimpi itu menjadi kenyataan, maka sukacita itu sulit digantikan dengan kata-kata, semoga Anda selalu memiliki semangat kerja keras untuk menggapai mimpi!(jhn/yant)

Sumber: Ptt01/.cc