Seseorang Menjadi Hebat Karena Impiannya

Guru mengatakan kepadanya, “Saya ingin kalian menuliskan cita-cita kalian masing-masing, bukan khayalan kosong seperti ini. Saya ingin cita-cita yang nyata, bukan khayalan semu, paham kamu ?”

Siswa itu berdalih : “Tapi guru, Ini benar-benar mimpiku (cita-cita) ! “

Namun gurunya juga bersikeras :” Tidak, itu mustahil bisa terwujud, itu hanya mimpi kosong, dan saya minta kamu menulis ulang.”

Si murid tetap menolak untuk berkompromi dan berkata pada gurunya :” Saya sangat menyadari hal ini dan memang itu yang saya inginkan, saya tidak mau menulis ulang impianku. ”

Gurunya menggelengkan kepalanya :”Kalau kamu tidak mau menulis ulang, saya tidak akan meloloskan nilai karanganmu, jadi pikirkan baik-baik.”

Si murid ikut menggelengkan kepalanya, tidak mau menulis ulang, dan karangannya pun mendapatkan nilai “E” besar.

 

Tiga puluh tahun kemudian, guru tersebut membawa sekelompok siswa sekolah dasar ke sebuah resor yang indah, menikmati rerumputan hijau yang segar, tempat tinggal yang nyaman dan aroma barbekyu yang harum semerbak.

Dia melihat seorang pria paruh baya menghampirinya dan mengaku bahwa dia dulu adalah muridnya.