fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeUncategorizedSeorang Pria Diperintahkan Membayar Uang Pengganti kepada Ibunya Sebesar Rp. 10 Juta...

Seorang Pria Diperintahkan Membayar Uang Pengganti kepada Ibunya Sebesar Rp. 10 Juta Lebih karena Mengabaikan Sang Ibu Setelah Memiliki Kekasih

Erabaru.net. Seperti kata pepatah, kita tidak pernah bisa membayar kembali uang yang telah dihabiskan orang tua untuk membesarkan kita, tapi dalam kasus ini, hal itu benar-benar bisa dilakukan.

Seorang dokter gigi diperintahkan oleh pengadilan tinggi Taiwan untuk membayar ibunya uang denda sebesar TW$ 22.33 juta (sekitar Rp. 10 juta Rupiah) sebagai biaya penggantian untuk uang yang telah dihabiskan sang ibu saat membesarkan dan mendidiknya.

Internet

Menurut NST, ibu bermarga Lo ini menceraikan suaminya pada tahun 1990 dan seorang diri membesarkan kedua putranya tanpa bantuan dari sang ayah.

Ia bahkan memasukkan putra bungsunya ke sekolah kesehatan gigi!

Setelah melewati begitu banyak kesulitan, maka dapat dimengerti kalau Lo kuatir jika suatu hari nanti anak-anaknya mungkin meninggalkan dirinya saat ia sudah tua.

Jadi, sebagai rencana cadangan, ia menandatangani sebuah perjanjian dengan kedua putranya ketika mereka berusia 20 tahun.

Menurut perjanjian tersebut, kedua putranya harus membayar sang ibu sebesar 60% dari laba bersih pendapatan mereka.

Internet

Semua berjalan seperti biasa sampai delapan tahun kemudian ketika kedua putranya yang telah dewasa menjalin hubungan.

Ternyata mereka mulai mengabaikan ibu mereka setelah memiliki kekasih.

Bagian yang paling menggelikan adalah Lo bahkan menerima surat-surat dari para pengacara yang disewa kekasih-kekasih kedua putranya.

Mereka ingin sang ibu berhenti mengganggu kekasih mereka.

Jadi, ibu yang kecewa inipun mengajukan tuntutan hukum terhadap anak-anaknya, memaksa mereka untuk menghormati perjanjian yang ditandatangani beberapa tahun yang lalu.

Pada akhirnya, sang putra sulung membayar uang sebesar Tw$ 5 juta (sekitar Rp. 2.5 juta) untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Internet

Namun begitu, putra bungsunya yang berumur 41 tahun, Chu mengajukan perlawanan dan mengklaim bahwa perjanjian tersebut dengan jelas melanggar ‘tradisi baik’, karena membesarkan seorang anak seharusnya tidak diukur dengan uang.

Pengadilan yang lebih rendah memutuskan untuk mendukung sang putra bungsu.

Jadi, ibunya pun mengajukan banding pada pengadilan tertinggi dan akhirnya, hakim memutuskan bahwa perjanjian tersebut sah karena Chu sudah dewasa saat ia menandatanganinya.

Selain itu, secara finansial, ia adalah seorang dokter gigi yang berkecukupan dan mampu membayar ibu secara penuh.

Sang ibu mungkin kehilangan kedua putranya yang tidak berbakti karena kekasih-kekasih mereka, tapi setidaknya sekarang ia memiliki sebuah rekening bank yang penuh dengan uang.

Walaupun begitu, kita berharap kedua putranya tersebut pada akhirnya akan sadar dan kembali berhubungan dengan ibu mereka. (iin/rp)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular