Anak Keledai ini Bersikeras Tidak Mau Meninggalkan Induknya, Sementara Ikan Kecil Mengorbankan Diri untuk Induknya. Benar-benar Mengharukan. Bakti dari Hewan-hewan Ini, Lantas Bagaimana dengan Manusia Zaman Now

Di Danau Weishan, hiduplah seekor Channa argus (Sejenis ikan keluarga gabus). Meski badan ikan ini berwarna hitam, wujudnya juga terlihat jelek, tapi oleh penduduk setempat, ia disebut sebagai “ikan yang berbakti”.

Ikan ini sangat lemah semasa oviposisi/ pengeluran telur, akan menjadi buta untuk beberapa waktu, dan semasa ini, induk ikan tidak bisa mencari makanan.

Saat ikan-ikan kecil menetas, dimana karena tidak tega memiliki induknya mati kelaparan, maka ikan-ikan kecil ini saling berebut berenang ke moncong induknya untuk disantap, supaya sang induk yang buta itu bisa hidup kembali.

Internet

Kesempatan bertahan hidup anak-anak ikan ini kurang dari sepersepuluh dari jumlah total yang ada, sebagian besar dari mereka mengorbankan nyawa mudanya untuk induk mereka.

Pada musim semi atau musim gugur, meski air Danau Weishan sangat jernih, dan sangat mudah menangkap ikan ini, tapi orang-orang merasa iba melihat gabus yang kurus kering,

Selain itu, mereka juga kagum dan tersentuh dengan bakti anak-anak ikan pada induk mereka, oleh karena itu, tidak ada yang tega untuk menangkapnya.

Lalu bagaimana dengan anak manusia, bersediakah mengorbankan diri untuk orangtuanya? (jhn/rp)