5 Penguasa Lalim, Tiran-tiran Terkeji Abad 21

© Getty Images |

Kim Jong Un mewarisi kediktatoran ayahnya, King Jong Ill. Rezim Korea utara masih menjadi satu satu rezim yang paling represif di dunia.

Menurut Freedom House, Korea utara menempati rangking terbawah dalam masalah hak politik dan kebebasan sipil.

Kamp penjara Korea Utara menampung sebanyak 200.000 orang termasuk lawan politik dan keluarga mereka, dan bahkan anak-anak yang ditahan karena “kejahatan” seperti menimbun pangan dan aktivis anti sosialis.

Menurut komite HAM Amerika Serikat, para tahanan dipaksa untuk bekerja dalam penjara atau kamp kerja paksa di mana seorang ibu dipaksa membunuh bayinya yang baru lahir.

Sementara itu para tahanan ditempatkan pada sangkar-sangkar yang sangat kecil.

©YouTube Screenshot | Sociopathic

Walupun sangat susah dibayangkan kekejiannya, teramat banyak korban yang dilaporkan tewas baik secara pelan-pelan atau cepat dalam lubang neraka itu.

Pada tahun 2013 Laporan tentang HAM Korea Utara menyebutkan bahwa seorang utusan khusus PBB Marzuki Darusman mengadakan penyelidikan untuk mendokumentasikan kejahatan kemanusiaan oleh regim Korea Utara.

Laporan tersebut dipublikasikan pada Februari 2014 dan merekomendasikan Kim Jong Un untuk mempertanggung jawabkan kejahatannya di hadapan Mahkamah Internasional.

3. Omar Al-Bashir, Sudan (1989 – sekarang)

©Getty Images | Barry Iverson

Setelah Al-Bashir merebut kekuasaan Sudan melalui kudeta militer, dia segera menganulir konstitusi, membubarkan lembaga legislasi, dan melarang partai politik dan segala macam bentuk sarikat atau organisasi.

Pasukan Al Bashir secara rutin mengebom warga sipil, menganiaya dan membantai warga non arab.

Selama 20 tahun perang sipil telah menyebabkan kematian 2 juta penduduk dan mencerai beraikan 4 juta dari wilayah Sudan dan menjadi pengungsi.

Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) memvonis dan memerintahkan penahanan terhadap Al Bashir sebagai hukuman atas kejahatannya terhadap kemanusiaan karena melakukan pembantaian di Darfur wilayah Sudan barat.

ICC memvonis Al Bashir karena telah melakukan kejahatan seperti pembunuhan, pembasmiaan, pemerkosaan, penganiayaan, dan secara paksa mengusir warga sipil dalam jumlah Besar dan menjarah hartanya.

4. Robert Mugabe, Zimbabwe (1980 – sekarang)

©Getty Images | STR

Mugabe terpilih sebagai presiden Zimbabwe pertama, tetapi selang beberapa tahun, dia berubah menjadi diktator.

Sejak tahun 1988 usia harapan hidup orang Zimbabwe turun drastis dari 62 tahun menjadi 32 tahun.

Dia mengubah konstitusi untuk memberi dia kekuasaan yang hampir tak terkalahkan. Ketika pemimpin oposisi Morgan Tsvangira memenangi pemilu 42 % Mugabe menahannya dan menuntutnya karena melakukan pengkhianatan.

Pada tahun 2002 saja, menurut Amnesti International Pemerintahan Mugabe telah membunuh dan menganiaya 70.000 orang.

Pengangguran mencapai 80% dan inflasi 500%. Tahun 2008 pendukung Mugabe menyerang kaum oposisi dan menewaskan 163 orang dan menganiaya 5000 orang.

5. Bashar Al-Assad, Syria (2000 – sekarang)