Wednesday, December 1, 2021
No menu items!
HomeNEWSINTERNATIONALStrategi Perlindungan Alami Terhadap Virus, Termasuk Virus Corona

Strategi Perlindungan Alami Terhadap Virus, Termasuk Virus Corona

Kasus Khusus Coronavirus

1-Vitamin C – Coronavirus: Menjelajahi Terapi Gizi yang Efektif, Andrew W. Saul, Layanan Berita Orthomolekular; 30 Januari 2020. Artikel ini didasarkan pada lebih dari 30 penelitian klinis yang memastikan kekuatan antivirus vitamin C melawan berbagai macam virus flu selama beberapa dekade. Vitamin C menonaktifkan virus dan memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk terus menekan virus. Di banyak kasus, minum vitamin C hingga 10.000 mg setiap hari dapat menghasilkan perlindungan ini. Namun, beberapa virus lebih kuat dan mungkin memerlukan dosis vitamin C yang lebih besar yang diberikan secara intravena (100.000 hingga 150.000 mg setiap hari). Vitamin C membantu tubuh untuk membuat antioksidannya sendiri yaitu glutation serta membantu tubuh memproduksi antivirusnya sendiri yaitu interferon. Jika tidak tersedia vitamin C intravena, ada beberapa kasus di mana beberapa orang secara bertahap meningkat dosis minum vitamin C hingga 50.000 mg setiap hari sebelum mencapai toleransi usus.

Boleh juga minum lima gram (5.000 mg) sekaligus bubuk atau kristal asam askorbat berkualitas tinggi, setiap empat jam. Setiap virus tampaknya merespons jenis terapi ini, terlepas dari apakah itu SARS, flu burung, flu babi, atau flu jenis Coronavirus baru.

2-Vitamin D3 – Vitamin D membantu menangkal flu, serangan asma, American Journal of

Clinical Nutrition, 10 Maret 2010. Ini adalah penelitian terkontrol plasebo double-blind di mana kelompok terapi perlakuan mengkonsumsi 1.200 IU vitamin D3 selama musim pilek dan flu, sementara kelompok kontrol mengkonsumsi plasebo. Kelompok vitamin D memiliki 58 persen risiko flu yang berkurang. Vitamin D3 juga sangat efektif mengobati infeksi virus/flu:

 Vitamin D3 membantu tubuh kita untuk membuat protein antibiotik yang disebut katelisidin, yang dikenal dapat membunuh virus, bakteri, jamur, dan parasit.

Kekurangan vitamin D pada orang dewasa adalah 42 persen, tetapi ini adalah tidak benar karena standarnya terlalu rendah. Kadar vitamin D 30-50 ng/ml adalah memadai, tetapi setiap penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kadar vitamin D 50-100 ng/ml diperlukan untuk perlindungan yang sejati.

Diet dan sinar matahari adalah sumber vitamin D yang baik, tetapi kebanyakan orang perlu suplemen, terutama selama musim flu. Antara 5.000-10.000 IU setiap hari sering dianjurkan dalam bentuk suplemen cair berkualitas.

Bila anda terserang flu, Dr. John Cannel menganjurkan untuk mengonsumsi vitamin D 50.000 IU setiap hari untuk itu selama 5 hari pertama, dan kemudian vitamin D 5.000–10.000 IU sebagai dosis pemeliharaan.

3- Perak – Perak Membunuh Virus, Jurnal Nanoteknologi, 18 Oktober 2005. Penelitian ini menemukan bahwa nanopartikel perak membunuh HIV-1 dan hampir semua virus lainnya. Penelitian ini dilakukan bersama oleh Universitas Texas dan Universitas Mexico. Setelah menginkubasi virus HIV-1 pada 37◦C, partikel perak membunuh 100 persen virus dalam 3 jam. Perak mempekerjakan mekanisme aksi unik untuk membunuh virus.

 Perak mengikat membran virus, membatasi pasokan oksigen dan mencekik virus.

 Perak juga berikatan dengan DNA sel virus, mencegah virus berkembang biak.

 Perak juga dapat mencegah penularan  virus dari satu orang ke orang lain dengan memblokir kemampuan virus untuk menemukan sel pejamu untuk memberi makan virus. Semua virus membutuhkan sel pejamu untuk bertahan hidup.

 Koloid perak juga dapat digunakan pada dosis 10-20 ppm. Perak nanopartikel adalah lebih disukai.

Bakteri dan virus tidak dapat mengembangkan resistensi terhadap perak seperti yang bakteri dan virus dapat lakukan pada banyak terapi lain. Perak menonaktifkan enzim dan mekanisme vital dalam patogen, sehingga patogen tidak dapat bertahan hidup.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments