Monday, December 6, 2021
HomeNEWSINTERNATIONALAS dan 14 Negara Prihatin dengan Ketidakakuratan Investigasi WHO di Tiongkok

AS dan 14 Negara Prihatin dengan Ketidakakuratan Investigasi WHO di Tiongkok

 Luo Tingting – NTDTV.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada (30/03/2021)  merilis laporan tentang asal mula virus Komunis Tiongkok atau covid 19, mengatakan bahwa virus yang bocor dari laboratorium Wuhan “sangat tidak mungkin”. Di saat yang sama, WHO juga menyatakan bahwa tim investigasi ahli diblokir untuk mendapatkan data virus asli di Wuhan, Tiongkok, dan asal virus tersebut perlu penyelidikan lebih lanjut.  

Laporan survei WHO setebal 123 halaman tentang asal mula epidemi mendefinisikan virus yang bocor dari laboratorium Wuhan sebagai “sangat tidak mungkin” dan percaya bahwa virus itu “sangat mungkin” ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.  Komunis Tiongkok secara resmi mengklaim bahwa virus tersebut menyebar melalui makanan beku.

Namun, WHO mengatakan selama kunjungan tim investigasi ke Wuhan pada awal Februari lalu, mereka menemui kesulitan dalam mendapatkan data mentah dan aspek lainnya. 

“Kami belum menemukan sumber virusnya,” bunyi pernyataan WHO.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa meskipun tim investigasi telah menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium adalah hipotesis yang paling tidak mungkin, penyelidikan lebih lanjut diperlukan dan tim investigasi tambahan dapat dikirim kembali ke Tiongkok untuk menyelidiki lagi.

Pihak Tiongkok juga berpartisipasi dalam penulisan laporan tentang asal mula virus Komunis Tiongkok  (COVID-19) yang diterbitkan oleh WHO, membuat kesimpulan laporan tersebut mencurigakan. 14 negara termasuk Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama pada tanggal 30 Maret, meningkatkan “keprihatinan bersama” pada laporan WHO.

Negara-negara yang menandatangani deklarasi bersama ini termasuk Amerika Serikat, Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lithuania, Norwegia, Korea Selatan, Slovenia dan Inggris.

Pernyataan bersama yang dipublikasikan di situs web Departemen Luar Negeri Amerika Serikat itu menunjukkan bahwa perlu untuk mengungkapkan keprihatinan tentang penundaan serius dalam pelaporan tentang ketertelusuran epidemi oleh para ahli internasional dan ketidakmampuan untuk mendapatkan semua dan data dan sampel asli.

Wabah virus Komunis Tiongkok muncul pada 2019 dan telah menyebar secara global selama lebih dari setahun. Namun, WHO masih belum bisa memberikan kesimpulan yang meyakinkan tentang asal muasal virus tersebut. Pemerintah Komunis Tiongkok telah berulang kali mencegah komunitas internasional melakukan penyelidikan independen terhadap asal-usul virus, yang telah dikecam oleh opini publik internasional.

Pernyataan bersama yang ditandatangani oleh 14 negara menyatakan bahwa mereka mendukung analisis dan penilaian yang transparan dan independen dari asal mula epidemi tanpa campur tangan atau pengaruh yang tidak semestinya. Misi ilmiah harus bekerja dalam kondisi membuat rekomendasi dan penemuan yang obyektif dan independen. Hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi tahap selanjutnya dari penelitian asal virus dalam proses yang tepat waktu, transparan, berbasis bukti dan krisis kesehatan berikutnya.

Pernyataan bersama tersebut juga menekankan bahwa sangat penting bagi para ahli independen untuk mendapatkan semua informasi dan penelitian terkait manusia, hewan, dan lingkungan, serta kontak bebas dengan orang-orang yang terlibat pada tahap awal epidemi terkait dengan bagaimana pandemi  terjadi. (hui/rp)

Video Rekomendasi :

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular