Sunday, December 5, 2021
HomeBERITA TIONGKOKMantan Perwira Senior Intel AS : Beijing Diperkirakan Sedang Mempercepat Pelaksanaan Strategi...

Mantan Perwira Senior Intel AS : Beijing Diperkirakan Sedang Mempercepat Pelaksanaan Strategi Menguasai Asia

Focus Talk  NTD

Seorang mantan perwira senior intelijen Angkatan Laut AS mengatakan bahwa akibat Amerika Serikat belum lolos dari dampak yang ditimbulkan oleh epidemi, apalagi baru saja mengalami perubahan pemerintahan dari pergantian presiden, yang mana menjadi peluang terbuka bagi pemerintahan komunis Tiongkok untuk mempercepat pelaksanaan strategi ekspansi wilayahnya di Asia.

Kapten (Purn) James Fanell yang pernah menjabat sebagai direktur intelijen Armada Pasifik Amerika Serikat (U.S. Pacific Fleet) kepada New Tang Dynasty Television (NTD) pada 9 April, mengatakan saat ini adalah waktu yang sangat berbahaya bagi kawasan Asia. Itu karena Beijing sedang berusaha untuk memajukan jadwal pelaksanaan strategi mereka”.

Beberapa minggu terakhir, rezim komunis Tiongkok telah mengumpulkan lebih dari 240  kapal milisi pada sekitar Terumbu Karang Whitsun di perairan Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. Wilayah laut tersebut terletak di zona ekonomi eksklusif 200-mil (322 kilometer) Filipina. 

Filipina mengajukan protes diplomatik ke Beijing. Filipina membalas dengan mengirim satuan tugas angkatan laut untuk berpatroli di daerah tersebut. Dalam sepekan terakhir, Amerika Serikat juga telah mengirim kapal perangnya ke wilayah tersebut, termasuk kelompok serang dari kapal induk dan pasukan amfibi. 

Menurut Filipina, tercatat hingga 13 April, masih ada  beberapa kapal sipil milik komunis Tiongkok yang tetap berlabuh di perairan sana.

James Fanell sekarang menjadi peneliti pemerintah di Pusat Kebijakan Keamanan Jenewa. Dia mengatakan tindakan Beijing adalah ujian bagi pemerintahan Biden. Jika rezim (Beijing) ini tidak melihat “perlawanan keras dari pemerintahan Biden”, mungkin saja ia akan mempercepat rencana operasi militer di Taiwan, di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur.

Dalam setahun lalu, Beijing telah meningkatkan kekuatan agresi militernya terhadap Taiwan, dengan mengirim sejumlah pesawat militer untuk memasuki wilayah udara Taiwan hampir setiap hari. 

Pada 12 April, Angkatan Udara komunis Tiongkok mengirim 25 unit pesawat tempur, termasuk jet tempur dan pembom dengan hulu ledak nuklir ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Laksamana Philip Davidson, komandan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) mengatakan kepada Senat AS pada bulan Maret lalu, bahwa rezim komunis Tiongkok mungkin dapat melakukan serangan militer ke Taiwan dalam enam tahun ke depan. Dia menyebutkan bahwa militer rezim komunis Tiongkok telah mengalami kemajuan pada waktu belakangan ini. Ditambah dengan kepercayaan diri mereka untuk menguasai wilayah tersebut juga semakin meningkat.

Dalam sidang dengar pendapat yang berlangsung pada Maret lalu, John Aquilino, seorang laksamana yang dinominasikan untuk menggantikan Philip Davidson sebagai komandan INDOPACOM, menolak untuk memperkirakan kapan komunis Tiongkok akan melancarkan serangan ke Taiwan. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa ancaman invasi komunis Tiongkok itu akan terjadi jauh lebih dekat daripada yang dipikirkan kebanyakan orang.

Saat disinggung soal peringatan yang disampaikan oleh kedua laksamana tersebut, James Fanell mengatakan : Ketika mereka mengutarakan hal itu, dirinya berharap orang-orang bisa terbangun dan menaruh perhatian”.

Meskipun analis memperkirakan bahwa rezim komunis Tiongkok tidak akan mengambil tindakan (penyerangan) sebelum Olimpiade Musim Dingin Beijing yang akan diadakan pada bulan Februari 2022, tetapi sikap James Fanell terhadap Beijing adalah sebaiknya berjaga-jaga sebelum kejadian.

James Fanell memperkirakan, Semua tanda menunjukkan bahwa mereka  sangat dekat untuk mengambil tindakan terhadap Taiwan. 

James Fanell percaya bahwa pejabat militer komunis Tiongkok dan kelompok garis keras lainnya di dalam Partai Komunis Tiongkok, sudah memberikan sinyal kuat bahwa sekarang adalah waktu terbaik untuk menguasai Taiwan. Dia mengatakan bahwa jika komunis Tiongkok menunggu hingga tahun 2022, mereka akan menghadapi risiko Partai Republik AS mendapatkan kembali kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Gedung Putih, sehingga menghadapi resiko Amerika Serikat mengadopsi “tindakan yang lebih keras”

Dia mengatakan bahwa para pejabat komunis Tiongkok itu, berpendapat bahwa tidak boleh menunggu terlalu lama. Dikarenakan Amerika Serikat sedang mempersenjatai kembali dirinya dan memperbarui peralatannya untuk mengalahkan strategi agresi komunis Tiongkok terhadap Taiwan. Diperkirakan, kontroversi ini sedang berlangsung di internal partai mereka.  

James Fanell menambahkan dirinya sangat khawatir dengan tindakan tersebut yang akan diambil oleh komunis Tiongkok dalam waktu tidak lama lagi.

Fanell percaya, bahwa untuk menghalangi dan menghentikan tindakan komunis Tiongkok, Amerika Serikat perlu lebih percaya diri dalam berdiplomasi, menunjukkan perilaku predator rezim komunis Tiongkok dan meningkatkan upayanya untuk melawan propaganda mereka. Di bidang militer, Amerika Serikat perlu menempatkan pasukan di Laut Tiongkok Selatan dan daerah lainnya.

Amerika Serikat tak lain memiliki tujuan  untuk memberitahu kepada Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping dan Partai Komunis Tiongkok, bahwa mereka tidak dapat menindas orang lain hanya karena kalian merupakan negara besar. Ini bukan norma dunia dan AS tidak akan mentolerirnya, kata James Fanell.

Selain itu, Pemerintah Tiongkok perlu memahami, bahwa jika mereka tetap mencoba untuk melakukan apa yang mereka pikir dapat mereka lakukan, maka untuk itu mereka harus membayarnya dengan harga yang mahal. (sin)

Video Rekomendasi :

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments