Tuesday, November 30, 2021
No menu items!
HomeNEWSINTERNATIONAL'Pemerintah Persatuan Nasional' Terbentuk di Myanmar

‘Pemerintah Persatuan Nasional’ Terbentuk di Myanmar

oleh Jinshi

Pada 16 April 2021, sehari sebelum Tahun Baru tradisional Myanmar, para aktivis demokrasi Myanmar mengumumkan pembentukan ‘Pemerintah Persatuan Nasional’. Hal  dalam upaya untuk mengakhiri kekuasaan militer dan membangun kembali demokrasi Myanmar.

Dalam Pemerintah Persatuan selain Aung San Suu Kyi dan U Win Myint yang ditahan oleh militer, masih terus menjabat sebagai penasihat negara dan presiden. Anggota lainnya termasuk anggota parlemen yang digulingkan oleh militer, anggota berbagai kelompok etnis, dan pemimpin demonstrasi.

‘Pemerintah Persatuan Nasional’ menyatakan bahwa mereka bermaksud membentuk tentara federal untuk menghadapi rezim militer. Pemerintah baru menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung dan mengakui upaya mereka.

Dr Sasa, Menteri Kerjasama Internasional ‘Pemerintah Persatuan Nasional’ Myanmar mengatakan : “Kami adalah pemimpin Myanmar yang dipilih secara demokratis, jadi jika dunia yang bebas dan demokratis menolak kami, itu berarti mereka menolak demokrasi”.

Pada Hari Tahun Baru, 17 April, sejumlah warga masyarakat Myanmar turun ke jalan untuk mendukung pembentukan pemerintah yang bersatu. Sebuah plakat yang dipegang para demonstran bertuliskan : Selamat datang pemerintahan baru untuk menciptakan era baru melalui musim semi demokrasi.

Beberapa pengunjuk rasa yang mendukung pemerintahan baru, mengalami penindasan oleh pasukan keamanan. Sehingga pengunjuk rasa itu terpaksa menghindari penembakan dengan bersembunyi di balik blokade jalan.

Rekaman video yang dipublikasikan Reuters juga menunjukkan, seorang pria yang terluka terpaksa merangkak di jalan, mencoba untuk mencapai tempat aman, tetapi akhirnya ia ditangkap oleh polisi.

Hari Sabtu, 17 April pemerintah militer mengatakan bahwa selama Tahun Baru Myanmar, penjara di seluruh negeri akan memberikan amnesti kepada lebih dari 23.000 orang tahanan, tetapi kebanyakan dari mereka adalah para tahanan yang ditangkap sebelum kudeta pada 1 Februari. Namun, pemerintah Militer tidak merinci apakah ada dari mereka yang ditahan karena memprotes kudeta militer.

Menurut statistik organisasi pengawas lokal, ada sekitar 3.141 orang warga yang ditangkap bersama dengan Aung San Suu Kyi setelah kudeta di Myanmar. Dalam protes tersebut, 728 orang warga mati tertembak.

Sebelumnya, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain berturut-turut telah menjatuhkan sanksi terhadap pemerintahan militer Myanmar.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, pemimpin pemerintahan militer Myanmar Panglima Min Aung Hlaing akan mengunjungi negara itu untuk pertama kalinya, serta rencana menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Indonesia pada 24 April. (sin)

Video Rekomendasi :

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments