Tuesday, November 30, 2021
No menu items!
HomeNEWSINTERNATIONALKetika Boks Surat Kabar The Epoch Times Jadi Target Pemantauan, Pelaku Akui...

Ketika Boks Surat Kabar The Epoch Times Jadi Target Pemantauan, Pelaku Akui Ditugasi Konsulat Tiongkok

Rita Li

Seorang saksi melaporkan tentang keberadaan Seorang wanita muda sedang mengumpulkan data di sebuah mesin penjual surat kabar The Epoch Times berbahasa Mandarin setempat di Los Angeles County, California, AS, pada (12/4/2021), mengklaim bahwa hal itu dilakukan atas arahan “Konsulat Tiongkok.”

Saksi seorang wanita bermarga Xue, berimigrasi ke Amerika Serikat lebih dari 30 tahun yang lalu dan tinggal di Arcadia, sebuah kota di Los Angeles, dengan populasi imigran Tionghoa yang besar. Ia telah membaca surat kabar The Epoch Times selama 10 tahun.

Xue pergi membeli The Epoch Times berbahasa Mandarin di kotak surat kabar, di luar sebuah kantor pos di Wheeler Street.  Dalam sebuah panggilan telepon pada hari yang sama, Xue memberitahu The Epoch Times bahwa setelah ia memarkir mobilnya, ia segera melihat seorang wanita muda “seperti mahasiswi” yang berdiri di dekat kotak penjual tersebut dan melihat sekeliling.

“Ini adalah seorang wanita muda etnis Tionghoa dengan sebuah buku dan pena di tangannya, seperti sedang mencatat,” kata Xue.

Xue mendekat dan bertanya apa yang ia lakukan. Wanita muda itu terdiam sesaat dan kemudian berkata, “Saya sedang merekam,” kata Xue mengingat kejadian saat itu.

Saat ditanya mengenai isi buku catatannya, wanita muda itu tidak menjawab pertanyaannya secara langsung tetapi berkata: “Konsulat Tiongkok menyuruh saya  untuk membuat sebuah catatan.”

“Wanita muda itu tidak defensif,” kata Xue, tetapi kemudian ia terlihat seperti  waspada dan menanyakan identitas Xue. Saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Xue menemukan wanita muda itu berbicara dengan aksen Tiongkok Daratan.

Kotak penjual surat kabar Epoch Times berbahasa Mandarin di luar kantor pos di Wheeler Ave di Arcadia, California (The Epoch Times)

Xue berkata bahwa pengalaman itu membuatnya, merasa tidak nyaman karena Partai Komunis Tiongkok secara terbuka mengumpulkan data dan informasi mengenai komunitas Tionghoa perantauan.

Badan-badan pelajar Tionghoa perantauan, terlibat dalam upaya-upaya pengaruh Beijing di seluruh dunia, yang sebagian besar beroperasi di bawah  Kedutaan Besar dan Konsulat Tiongkok, seperti  the Australian Strategic Policy Institute laporkan pada tahun 2020.

Banyak Asosiasi Mahasiswa dan Cendekiawan Tiongkok, juga secara terbuka mengakui hak istimewa mereka diarahkan, didukung, atau dibiayai oleh  Konsulat Tiongkok setempat.

Ketika ditanya oleh The Epoch Times apakah Xue melihat apa yang tertulis di dalam buku itu, Xue mengatakan ia hanya melihat nomor-nomor jalan dalam format alamat. “Jumlahnya banyak,” kata Xue.

The Epoch Times edisi bahasa Mandarin didirikan pada tahun 2000. The Epoch Times dikenal bebas dari sensor dan penyusupan Beijing serta menawarkan salinan-salinan gratis di jalan raya utama di luar negeri beberapa dekade yang lalu. Namun, karena pencurian dan penyalahgunaan surat kabar tersebut, kotak-kotak penjual otomatis  diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir, yang mengenakan biaya 50 sen per salinan.

Operasi Sistematis

Serangan baru-baru ini terhadap mesin cetak edisi Hong Kong, yang diyakini diatur oleh Partai Komunis Tiongkok, mengangkat keprihatinan Xue atas kemungkinan sebuah operasi sistematis melawan The Epoch Times di Amerika Serikat. “Jadi saya ingin memberitahu anda mengenai hal itu [mencatat secara mencurigakan].”

Xue menambahkan, “Anda boleh tidak setuju, tetapi anda tidak dapat menghancurkan. Setiap orang memiliki hak untuk memilih apa yang akan dibaca.”

Pada dini hari  12 April di Hong Kong, empat pengacau menerobos masuk ke dalam pabrik percetakan The Epoch Times edisi Hong Kong, di mana mereka merusak komputer-komputer dan peralatan pencetakan dengan palu godam dan puing-puing konstruksi, seperti beton, batu, dan bubuk.

The Epoch Times edisi Hong Kong terpaksa menghentikan sementara operasi, dan mengatakan pihaknya berharap untuk kembali beroperasi penuh pada 15 April.

Kementerian Luar Negeri, mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan beberapa anggota parlemen Amerika Serikat mengecam serangan itu.

The Epoch Times edisi Hong Kong mengutuk Partai Komunis Tiongkok, dalam sebuah  pernyataan, untuk menciptakan “teror putih” di Hong Kong.

Pada Agustus 2019, beberapa kotak penjual surat kabar The Epoch Times ditemukan disabotase di  Queens, New York, di mana slot-slot koin macet, sehingga orang-orang tidak dapat  membayar dan mengambil surat kabar tersebut. Satu kotak penjual surat kabar The Epoch Times dibakar pada  19 Agustus 2019.

Pada  September 2020, lusinan kotak penjual surat kabar The Epoch Times berulang kali disemprot cat, roboh, atau hilang.

Di luar kantor pos tersebut pada hari Senin, Xue berupaya memperingatkan wanita muda itu mengenai kegiatan mata-mata Partai Komunis Tiongkok di Amerika Serikat. “Sungguh memalukan membantu Partai Komunis Tiongkok,” kata Xue, yang membuat wanita muda itu gelisah.

Wanita muda itu berteriak, “Saya tidak perlu tahu hal ini,” sebelum melarikan diri dari tempat kejadian, menurut Xue.

Xue mengatakan, wanita muda itu menjadi sangat berisik setelah itu.” ia juga menambahkan bahwa wanita muda itu menarik  perhatian banyak orang di kantor pos itu. (Vv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments