fbpx
Thursday, December 9, 2021
HomeBERITA TIONGKOKXi Jinping Klaim Sukses Entaskan Kemiskinan, Namun Media Tiongkok Ungkap Fakta yang...

Xi Jinping Klaim Sukses Entaskan Kemiskinan, Namun Media Tiongkok Ungkap Fakta yang Berbeda

oleh Luo Tingting

Berita CCTV mengungkapkan bahwa lokasi pemukiman kembali para warga miskin di Kabupaten Luonan, Provinsi Shaanxi belum juga dialiri air. Karena warga desa tidak mendapatkan air untuk digunakan, mereka satu per satu kembali ke lokasi lama, alias memilih “kenyamanan” hidup di lokasi asalnya.

Saluran keuangan milik CCTV “Economy Half a Hour” pada 23 April melaporkan bahwa 2 bulan lalu Kabupaten Luonan di Provinsi Shaanxi telah dinyatakan sebagai kabupaten yang berhasil keluar dari kemiskinan. 

Namun, warga  miskin Desa Shanghe, Kota Lingkou tersebut tidak kunjung menempati lokasi pemukiman baru yang telah disediakan oleh proyek pengentas kemiskinan. Alasannya adalah lokasi pemukiman ini tidak dialiri air, sehingga warga desa miskin ini tidak dapat hidup tanpa air dan memilih kembali ke tempat aslinya.

Saat ini, kolam di lokasi pemukiman kembali telah ditinggalkan, dan kran di pipa air tidak lagi terlihat.

Warga desa mengungkapkan bahwa pemda sebenarnya belum menyelesaikan tugas-tugas terkait pengentasan kemiskinan, seperti rumah pemukiman kembali belum sepenuhnya selesai dibangun untuk standar kehidupan yang layak, jaringan pipa air minum juga belum  tersambung. 

Namun, aparat desa sudah mendesak warga miskin untuk menempatinya demi kepentingan propaganda. Dan setelah berita tentang “keberhasilan pengentasan kemiskinan” dipublikasikan, maka aparat desa tidak lagi menaruh perhatian terhadap warga desa tersebut.

Cheng Xianjun, seorang warga keluarga miskin mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu, dia membanting tulang demi mendapatkan becak motor bertangki untuk mengambil air dari waduk di luar desa. Dirinya dapat menarik air hingga satu ton dengan sekali jalan. 

“Di musim panas, 1 tangki air dapat digunakan untuk 10 atau 20 hari dengan menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan, menghabiskan uang bensin senilai 20 hingga 30 yuan”, katanya.

Desa Sanxing di Kota Lingkou telah mengumumkan pengentasan kemiskinan pada tahun 2019, tetapi masalah air belum juga teratasi sampai sekarang. Qiao Chun’e, seorang penduduk desa mengatakan bahwa keran air dan pipanya di rumah tidak pernah dialiri air, tidak ada fungsinya kecuali untuk dekorasi belaka.

Sebuah kubangan air berdiameter kurang dari 2 meter dan penuh dengan lumut itulah sumber air bagi penduduk yang terdiri dari belasan kepala keluarga di desa tersebut. Di air kubangan itu masih terdapat kecebong, bintik nyamuk serta benda terapung lainnya. 

Untuk mengatasi masalah air buat kehidupan, warga Desa Sanxing mencoba berbagai cara, ada yang memasang pipa di atap pemukiman untuk menampung air hujan yang kemudian disalurkan ke penampungnya dalam pemukiman.

Ketika reporter dan beberapa orang yang datang ke Biro Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Kabupaten Luonan untuk menanyakan ihwal air buat kehidupan penduduk tersebut, staf mengatakan : “Air tidak termasuk dalam pengolahan kita, tetapi urusan Biro Sumber Daya Air”.

Beberapa anggota staf memberikan jawaban yang sama, yakni tidak tahu menahu soal masalah tersebut. Saat reporter menggunakan ponselnya untuk mengambil gambar pada papan pameran berikutnya, disana tertera tulisan yang berbunyi : Berkomitmen untuk mengatasi masalah air minum yang sudah menonjol.

Melihat reporter sedang mengambil gambar, seorang staf kantor langsung menyambar ponsel reporter tersebut dan meminta reporter itu segera meninggalkan tempat.

Laporan CCTV tentang pengentasan kemiskinan palsu dan berbau penipuan tersebut telah memicu komentar dari sejumlah netizen.

 Dalam berita terkait di Weibo, ada netizen di Luonan yang mengungkapkan bahwa kabupaten tersebut banyak terlibat dalam proyek penyelamatan muka dengan menelan dana yang tidak sedikit. 

Dua baris lampu jalan mewah yang dipasang di sepanjang Jalan Yingbin berharga RMB. 50.000,- per buah. Pejabat sama sekali tidak menganggap serius terhadap para warga yang benar-benar miskin. Mereka hanya menanggapi sesaat menghadapi pemeriksaan dari atas, dan tidak lagi peduli setelah itu.

Seorang netizen lain di Luonan mengungkapkan bahwa sampai sekarang bupati masih saja melakukan perbaikan jalan. Beberapa saat dalam tahun-tahun terakhir ini, bupati sebentar membetulkan jalan sana sebentar sini, namun jalanan tetap bergelombang dan tidak pernah rata, entahlah !”

Banyak netizen bertanya-tanya, soal yang dientaskan itu kemiskinan atau sekedar melepas topi kemiskinan yang disandang. Pemerintah pusat menetapkan waktu untuk sepenuhnya mengentaskan kemiskinan dan tidak mengakui keberadaan rumah tangga miskin. Apa bedanya hal ini dengan gerakan “Lompatan Jauh ke Depan”, sebuah program yang dicanangkan Mao Zedong untuk “mengejar dan menyusul” Barat pada tahun akhir 50-an dan awal tahun 60-an di darat Tiongkok.

Saat ini, berita terkait sudah dibaca oleh lebih dari 100 juta orang, namun Weibo tidak juga memasukkannya ke dalam hot search list karena terlalu banyak komentar negatif. (sin)

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular