Monday, December 6, 2021
HomeNEWSINTERNATIONALEpidemi Covid 19 di India, 1 Ambulans Dijejali 22 Jenazah

Epidemi Covid 19 di India, 1 Ambulans Dijejali 22 Jenazah

Xiao Jing

Epidemi virus Komunis Tiongkok (COVID-19) terus melanda India. Pada Selasa (27/4/2021), kasus baru satu hari di negara itu mencapai titik tertinggi baru, dan jumlah kematian dalam satu hari melebihi 3.000 untuk pertama kalinya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengumumkan pada hari yang sama bahwa virus varian India strain B.1.617 telah muncul di setidaknya di 17 negara. Menurut laporan media India, pada  Selasa (27/4),  India memiliki lebih dari 360.000 kasus yang baru didiagnosis dan 3.286 kematian dalam satu hari, membuat rekor epidemi di negara itu dan  juga pertama kalinya jumlah kematian dalam satu hari melebihi 3.000. .

Dalam dua minggu terakhir, gelombang kedua virus Komunis Tiongkok di India telah menyebar dengan cepat, dan institusi medis setempat kehabisan oksigen dan tempat tidur unit perawatan intensif. 

Karena peningkatan pesat kematian akibat epidemi, “krematorium sementara” dapat dilihat di mana-mana. Dalam sepekan terakhir, krematorium di Delhi telah mengkremasi lebih dari 600 jenazah setiap hari.

Sebuah foto yang beredar di Internet menunjukkan bahwa sebuah ambulans dijejali dengan 22 mayat di kantong jenazah kuning, yang membuat orang sangat sedih melihatnya.

Menurut laporan terkait, foto ini diambil pada Minggu 25 April di Swami Ramanand Teerth Rural Government Medical College di Ambajogai, Maharashtra.

Direktur rumah sakit, Dr Shivaji Sukre, mengatakan bahwa pada saat itu, rumah sakit akan mengirim jenazah ke krematorium terdekat untuk dikremasi, tetapi karena ambulans tidak cukup, mereka harus mengemas jenazah dalam jumlah besar masuk ke dalam satu ambulans.

Selain itu, karena meningkatnya jumlah korban tewas, truk jenazah lokal juga kekurangan pasokan. Pada  Senin 26 April, seorang wanita berusia 50 tahun di distrik Srikakulam di Andhra Pradesh, India tenggara, yang secara tragis terinfeksi penyakit tersebut meninggal dunia.

 

Putra dan menantunya tidak dapat menunggu ambulans atau kendaraan lain. Maka mereka mengendarai sepeda motor mengapit  jenazah ibu untuk dibawa ke krematorium. Dilaporkan bahwa insiden semacam itu tidak hanya terjadi di India.

Selain varian virus strain B.1.617 yang melanda India telah muncul di setidaknya di 17 negara. WHO mengatakan , jenis varian B.1.617 telah ditemukan di lebih dari 1.200 urutan gen virus yang diunggah ke database Global Influenza Data Initiative (GISAID). Urutan gen ini setidaknya berasal dari 17 negara, yang sebagian besar adalah India, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Singapura.

Menurut risiko strain varian B.1.617, WHO mendefinisikannya sebagai “Variants of Interest” (VOI).

Selain itu, Jerman, Belgia, Filipina, dan negara-negara lain pekan ini telah mengumumkan akan menangguhkan masuknya wisatawan asing dari India. Swiss juga mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan pada penumpang dari India.  (hui)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular