fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANDia Mengajak Neneknya Keliling Dunia, dan Mereka Telah Mengunjungi 200 Kota

Dia Mengajak Neneknya Keliling Dunia, dan Mereka Telah Mengunjungi 200 Kota

Erabaru.net. Neneknya A Jin sudah berumur 90 tahun, tapi dia belum pernah melihat laut. Hal ini membuat A Jin berkeinginan untuk mengajak neneknya berjalan-jalan dan menikmati hidup!

Dua tahun lalu, kakeknya meninggal, dan A Jin mulai mempersiapkan rencana perjalanan dengan neneknya.

Dalam sebulan, dia membawa neneknya ke 3 negara! Saat di pantai Negombo, Sri Lanka, wanita tua itu mengenakan celana pantai, memancing ikan dan kerang, terlihat sangat bahagia seperti anak kecil.

Selain menjadi dosen, A Jin yang berusia 30 tahun juga mengelola hostel-nya sendiri.

Dia seorang pria yang ceria, aktif, dan suka berpetualang dan bepergian.

Selama perjalanan, Ah Jin terkesan dengan banyak orang tua asing yang membawa tas ransel, memegang kamera, dan tinggal di hostel remaja, dan bepergian ke seluruh dunia untuk melihat pemandangan.

“Apakah hanya orang-orang muda yang bisa bepergian?” Dia memikirkan orangtua dan neneknya yang telah berhemat sepanjang hidupnya. “Mereka harus melangkah keluar dan melihat dunia begitu banyak.”

Pada 2012, A Jin lulus dari Universitas Studi Internasional Xi’an, bergabung dengan tentara.

Pada tahun pertama, orangtuanya pergi mengunjunginya di Hainan. Dia meminta orangtuanya untuk membawa neneknya. Dia akan mengajak nenek berjalan-jalan di Hainan dan Yunnan. Ide ini mendapat dukungan kuat dari orang tuanya.

Pada perjalanan pertama, Ah Jin adalah pemandu wisata dan “fotografer”, dia memesan tiket, hotel, merencanakan rute perjalanan, dan mengurus keluarga dengan sangat hati-hati.

Perjalanan tidak hanya menjadi waktu yang langka bagi keluarga, tetapi juga menjadi memori keluarga yang unik, dari tiga generasi.

A Jin lambat laun menemukan perubahan tertentu pada orangtuanya.

Dalam sebuah wawancara, A Jin berkata terus terang bahwa banyak orang menganggap tindakannya terlalu boros. Faktanya, perjalanan keluarga mereka bukanlah tindakan pemborosan, tetapi melainkan sebuah pengalaman mendalam “Ini adalah sikap dan cara hidup, tidak ada hubungannya dengan uang.”

Di mata A Jin, neneknya yang sudah berusia 90 tahun memiliki kesehatan yang masih sangat baik.

Dia sangat mencintai kehidupan dan dia tahu bahwa apa yang paling ditakuti oleh orang tua manapun adalah dilupakan oleh anak cucunya.

“Kamu harus membawanya, biarkan dia masuk ke dalam hidupmu, kembangkan bahasa dan topik yang sama, dan kalahkan kesepiannya,” kata A Ajin.

Mengingat nenek belum pernah melihat laut, dia memutuskan untuk membawa wanita tua itu berjalan-jalan di sekitar Samudra Hindia.

Nenek sudah terlalu tua untuk mengikuti rombongan tur. Sebelum berangkat, dia mengajak neneknya untuk melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, untuk digunakan untuk membeli tiket pesawat dan mengajukan visa.

Berawal dari Xi’an, keduanya berturut-turut pergi ke Malaysia, Maladewa, dan Sri Lanka. Dia bahkan membuat buku catatan perjalanan yang diberi nama “Waktu Menyenangkan Berjalan-jalan Bersama Nenek”.

Berbicara tentang perjalanan yang sedang dilakukannya, wanita tua itu tertawa lebar-lebar.

Orang tua itu berkata bahwa ketika dia berdiri di tepi pantai dan melihat ke kejauhan dengan tertiup angin laut, dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling bahagia di dunia.

A Jin berkata, selama tubuh neneknya mengizinkan, dia akan membawa orang tua itu kemanapun yang dia mau !

Menemani adalah tindakan yang paling berpengaruh, dan mendampingi orang tua adalah bahasa kasih terbaik untuk mereka.(lidya/yan)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular