Sunday, December 5, 2021
HomeSTORYSuami Istri Ini Membudidayakan Ikan Sturgeon Selama Lebih dari 30 Tahun, Sekarang...

Suami Istri Ini Membudidayakan Ikan Sturgeon Selama Lebih dari 30 Tahun, Sekarang Menjadi Peternak Ekologis yang Legendaris

Erabaru.net. Peternakan ekologi “Legenda Seribu Rumah Tangga” dikelilingi oleh pegunungan dan sungai yang indah, telah berakar di hulu Sungai Dabao di Distrik Tiga Ngarai, Kota New Taipei sejak tahun 1987.

Lin Dian dan Ye Fuhua, selama beberapa dekade beternak ikan telah mengalami bencana alam dan bencana buatan manusia, untungnya, suami istri itu bertahan dengan ketekunannya hingga hari ini.

“Legenda Seribu Rumah Tangga” terletak di hulu Sungai Dabao di Distrik Tiga Ngarai, Kota Taipei Baru, Taiwan.

Menuju area peternakan, penuh dengan tanaman hijau dan aliran sungai. Banyak aliran sungai seperti Sungai Laka, Sungai Zhongkeng dan Sungai Macan Tutul Besar, air jernih dan deras.

“Legenda Seribu Rumah Tangga” telah berdiri selama lebih dari 30 tahun. Sejak tahun 1987, telah memelihara ikan trout, bass laut, belut, sweetfish, sturgeon, dan spesies cupang asli Taiwan, dan banyak ikan langka dan ekonomis lainnya.

Ada total 28 spesies sturgeon di dunia, dan di peternakan itu ada 9 spesies termasuk sturgeon Tiongkok, sturgeon, sturgeon Rusia, sturgeon Siberia, sturgeon Eropa, dan sturgeon berparuh bebek.

Karena terletak di daerah wisata hutan purnama, “Legenda Seribu Rumah Tangga” telah menjadi tempat makan dan liburan favorit bagi para pelancong selama bertahun-tahun.

Namun, mereka tidak hanya mengandalkan dari hasil lahannya sendiri, mereka juga melibatkan petani kecil di sekitarnya.

Semua jenis sayuran, rebung, jahe, mie teh Biluochun, dll dibeli dari pedagang kecil dan petani setempat.

Perbedaan terbesar dari pembudidaya ikan lainnya adalah bahwa “Legenda Seribu Rumah Tangga” tidak hanya pandai beternak ikan tetapi juga pandai membudidayakan telur ikan, dan dapat berbagi lebih banyak tentang tingkat teknis pendidikan petani pangan.

Peternakan ini juga pernah dilanda bencana yang hebat. Pada tahun 215 Topan Sudil melanda daerah itu dan rumah-rumahnya hancur oleh banjir, dan usaha yang telah mereka rintis hampir 30 tahun musnah dalam semalam.

Lebih dari 40.000 ikan sturgeon asli juga hilang karena banjir.

Untungnya pasangan itu tidak putus asa. Mereka bahkan tidak hanya membangun kembali taman menjadi hijau, tetapi juga telah mengembangkan hidangan baru.

Mereka, mengkhususkan diri pada ikan sturgeon, pendidikan petani juga menjadi salah satu fokus usaha budidaya dalam beberapa tahun terakhir.

Sturgeon saat ini adalah vertebrata tertua di planet ini, dan telah ada pada waktu yang sama dengan dinosaurus sejak periode Cretaceous lebih dari 200 juta tahun yang lalu.

Berbeda dengan ikan biasa yang melindungi diri melalui sisik, ikan sturgeon tidak memiliki sisik, melainkan memiliki dua lempengan tulang yang keras di bagian perut dan dada, ditambah total 5 di bagian punggung.

Namun didukung pula oleh 5 lempeng tulang inilah yang menjadikan sturgeon besar dan kuat, berotot dan elastis, serta kulitnya sehalus ikan loach.

Anehnya, sturgeon besar ini memiliki daging yang segar dan empuk, dan mengandung asam lemak tak jenuh tiga kali lebih banyak daripada spesies ikan biasa. Tinggi protein, rendah lemak dan kaya kolagen, tidak heran jika ia dianggap sebagai ikan yang berharga.

Kolagen merupakan ciri terbesar ikan sturgeon, karena selain tulangnya keras ia juga memiliki banyak tulang rawan. Setelah lama dimasak, tulang rawan tersebut akan melunak dan menjadi “jeli ikan”, yaitu kolagen paling alami.

Menurut analisis, jeli sturgeon kaya akan 18 jenis asam amino terhidrolisis, transparan dan tidak berbau amis, baik ditambahkan ke sup atau minuman, lezat dan sehat.

Ikan sturgeon berukuran besar, tetapi setelah dimasak, dagingnya akan menjadi empuk dan lembut.

Selain itu, urat tendon sturgeon merupakan makanan favorit para pelahap tua, tersembunyi di sumsum tulang di tengah- tengah sturgeon.

Bahkan setelah lama dimasak, itu tidak akan selembut tendon sapi dan hamstring babi, tetapi akan tetap sama, penuh elastisitas. Elastisitas itu lambat laun akan melunak di mulut dengan mengunyah, dan rasa di mulutnya begitu enak sehingga benar-benar tidak ada makanan lain untuk menggantikannya.

Karena itu, banyak orang tua menyukai sturgeon, dan yang mereka sukai sebenarnya adalah urat itu.

Pemilik peternakan, mengatakan bahwa, saat awal mereka memasak sturgeon, mereka tidak tahu tulang rawan dan urat ikan bisa digunakan, sehingga mereka akan mengumpulkannya dan memberikannya kepada ayam.

Belakangan, setelah mereka mengetahui nilai gizi dari hal-hal ini, mereka jadi tidak heran mengapa ayam-ayamnya terlihat begitu indah, dan mereka selalu sangat bersemangat dan berebut untuk mendapatkan makanan setiap kali mereka memberi makan.

Dengan peningkatan keterampilan kuliner yang terus menerus dan pemahaman bahan yang lebih halus, jeli ikan dan urat ikan sturgeon telah menjadi hidangan kelezatan di restoran, dan nilai sturgeon juga menjadi lebih populer berkat peternakan “Legenda Seribu Rumah Tangga ” (lid/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments