Tuesday, November 30, 2021
No menu items!
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANPemulung Tua Pergi ke Perpustakaan Setiap Hari untuk Membaca Buku, Setelah Kematiannya,...

Pemulung Tua Pergi ke Perpustakaan Setiap Hari untuk Membaca Buku, Setelah Kematiannya, Anak-anaknya Menemukan Rahasia yang Dia Sembunyikan Selama 21 Tahun

Erabaru.net. Beberapa tahun yang lalu, sebuah foto unik menjadi viral di Internet. Dalam foto tersebut, ada seorang lelaki tua pemulung duduk di sudut perpustakaan untuk membaca koran.

Sebelum membaca buku, dia akan mencuci tangan dan menggulung lengan pakaiannya karena takut menodai buku. Saat itu, semua orang mengira dia adalah orangtua miskin yang suka membaca, tetapi kemudian mereka kemudian menemukan sesuatu yang tak terduga.

Pemulung tua ini bernama Wei Sihao dan tinggal di Hangzhou, Tiongkok. Dulu, dia adalah seorang guru sekolah menengah. Setelah pensiun, dia menerima dana pensiun yang besar setiap bulan. Dia bisa menjalani masa pensiunnya dengan nyaman, tetapi dia memilih untuk menjalani kehidupan yang berbeda.

Dia bersikeras untuk hidup sendiri, jarang pergi ke rumah anak-anaknya, dan biasanya hidup dengan memulung sampah. Dia menggunakan uangnya bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk anak-anak miskin yang tidak bisa bersekolah dan tidak bisa membaca.

Anak-anak Wei Sihao tidak pernah mengerti mengapa ayahnya melakukan itu semua dan merasa sangat kasihan padanya. Wei Sihao juga tidak pernah menjelaskan apa pun kepada anak-anaknya.

Baru pada suatu malam, saat hujan pada tahun 2015, Wei Sihao mengalami kecelakaan ketika dia sedang keluar untuk memulung sampah. Setelah meninggal dunia, anak-anaknya memilah-milah barang-barangnya, dan tanpa diduga mereka menemukan sesuatu yang mana adalah rahasianya.

Ternyata ayahnya telah menggunakan nama samaran untuk menyumbang penghasilannya ke badan amal dan membantu orang lain selama bertahun-tahun.

Dia juga menandatangani surat yang menyetujui untuk menyumbangkan semua organ tubuhnya setelah kematiannya, dan menyebarkan abunya di sungai.

Setelah kisah Wei Sihao dilaporkan oleh media, semua orang pun tahu bahwa pemulung tua yang membaca diam-diam di perpustakaan itu sangat hebat dan dermawan.

Perpustakaan setempat bahkan membangun patung perunggu untuknya dan meletakkannya di perpustakaan.

Meski lelaki tua itu sudah tiada, arwahnya pasti tidak hilang begitu saja dari kota.

Setiap kali orang melihat patung perunggu itu, semua orang akan mengingatnya sebagai sosok yang luar biasa. (lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments