Monday, November 29, 2021
No menu items!
HomeNEWSINTERNATIONALHimpunan Falun Dafa Mengecam Upaya Anggota Parlemen Pro-Beijing untuk Larangan Latihan Spiritual...

Himpunan Falun Dafa Mengecam Upaya Anggota Parlemen Pro-Beijing untuk Larangan Latihan Spiritual di Hong Kong

Rita Li

Beberapa anggota parlemen pro-Beijing di Hong Kong membidik  latihan spiritual Falun Gong pada Sabtu (3/7/2021) dengan mendesak pemerintah untuk melarang Falun Gong di bawah undang-undang keamanan nasional Hong Kong yang kontroversial itu.

Seruan anggota parlemen pro-Beijing tersebut disambut dengan kecaman oleh Asosiasi Falun Dafa Hong Kong, yang menyebutnya sebagai upaya untuk memperpanjang penganiayaan rezim Komunis Tiongkok selama beberapa dekade terhadap Falun Gong di luar Tiongkok Daratan.

Itu terjadi ketika kebebasan-kebebasan di pusat keuangan tersebut telah mengalami penurunan secara drastis,  setelah pemberlakuan undang-undang keamanan nasional yang kejam oleh Beijing pada  musim panas tahun lalu. 

Sejak saat itu, undang-undang yang mengkriminalisasi tindakan yang dianggap oleh  rezim Tiongkok sebagai subversi, pemisahan diri, aktivitas teroris, atau kolusi dengan  kekuatan asing, digunakan untuk memusnahkan kekuatan pro-demokrasi Hong Kong. 

Puluhan tokoh terkemuka yang kritis terhadap Beijing telah didakwa atau dipenjara di bawah hukum atau pelanggaran serupa.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, melibatkan latihan meditasi dan  seperangkat ajaran moral berdasarkan prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. 

Falun Gong secara sistematis ditekan oleh Partai Komunis Tiongkok selama 22 tahun di Tiongkok Daratan, tetapi tidak di Hong Kong. Sejak tahun 1999, jutaan praktisi Falun Gong ditahan atau dipenjara, di mana mereka menderita penyiksaan, pelecehan, dan bahkan panen organ secara paksa.

Anggota parlemen di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan di tempat lainnya telah mengadopsi resolusi mengutuk penganiayaan tersebut. Terakhir di Juni lalu, negara bagian Texas di AS secara resmi mengadopsi resolusi untuk mengekang panen organ secara paksa terhadap praktisi Falun Gong oleh rezim Tiongkok, dengan menggambarkannya sebagai “pembunuhan.”

Menargetkan Falun Gong

Selama sebuah sesi Dewan Legislatif pada tanggal 7 Juli, politikus Hong Kong pro-Beijing  Elizabeth Quat mengklaim bahwa Falun Gong terlibat dalam menyebarkan “opini-opini subversif” melalui aktivitas publiknya di Hong Kong dan meminta pihak berwenang untuk melarang Falun Gong.

Kegiatan-kegiatan yang dimaksud antara lain “mendirikan loket-loket dan pementasan pameran di jalanan, mendistribusikan publikasi, dan melakukan parade,” yang diklaim Elizabeth Quat mempromosikan “ideologi anti-Tiongkok.”

Praktisi Falun Gong di Hong Kong, serta banyak kota lain di seluruh dunia, sering terlihat membagikan materi kepada orang-orang yang lewat dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran akan penganiayaan dan pelanggaran hak asasi manusia oleh Partai Komunis Tiongkok. Selain itu, mendapatkan dukungan publik untuk mengakhiri penindasan yang terjadi.

Elizabeth Quat, seorang legislator dari partai pro-Beijing, berbicara di Dewan Legislatif Hong Kong di Hong Kong pada 7 Juli 2021. (Sung Pi-lung/The Epoch Times)

Politikus pro-Beijing lainnya, Wong Kwok-kin, meminta pemerintah untuk menyelidiki sumber pendanaan Falun Gong dan membekukan aset-aset Falun Gong jika  perlu.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan ini, Menteri Keamanan Hong Kong, Chris Tang mengatakan pihak berwenang akan menyelidiki masalah ini, tanpa membahas secara spesifik.

“Apakah Falun Gong telah melanggar hukum keamanan nasional Hong Kong, banyak tuduhan di masyarakat. Lembaga penegak hukum pasti akan melihat tuduhan-tuduhan ini dari dekat. Tuduhan ini mungkin dapat menyebabkan proses hukum tertentu. Jadi saya tidak akan mengomentari sebuah  organisasi secara terbuka,” kata Chris Tang.

Ia juga mengatakan : “Setiap tindakan yang dapat membahayakan keamanan nasional dan organisasi apa pun semacam itu yang  terlibat dalam tindakan-tindakan tersebut akan menghadapi kekuatan penuh hukum, termasuk penyelidikan yang ketat, pengumpulan bukti, dan jika perlu, tindakan penegakan akan diambil.”

Penghukuman

Himpunan Falun Dafa Hong Kong mengecam kampanye yang dilakukan oleh  anggota parlemen pro-Beijing.

Sarah Liang, juru bicara Himpunan Falun Dafa Hong Kong, mengatakan bahwa selama lebih dari 20 tahun, praktisi Falun Gong Hong Kong menggunakan cara tanpa kekerasan dan damai untuk memaparkan penganiayaan Beijing.

Sarah Liang menolak tuduhan kegiatan-kegiatan penggalangan dana ilegal, mengatakan bahwa praktisi Falun Gong bertindak sebagai sukarelawan, dan menambahkan bahwa semua  buku Falun Gong adalah tersedia untuk diunduh secara online gratis.

Himpunan Falun Dafa juga terdaftar secara resmi di Hong Kong, dan praktisi Falun Gong dilindungi oleh konstitusi-mini Hong Kong, yang menjamin kebebasan berkeyakinan, kata Sarah Liang.

Juga selama sesi Dewan Legislatif, beberapa politisi pro-Beijing termasuk Elizabeth Quat, tanpa bukti apa pun, berusaha untuk mengikat  sebuah serangan “serigala satu-satunya” baru-baru ini terhadap seorang petugas polisi ke organisasi Falun Gong setempat.

Pada  1 Juli, seorang pria Hong Kong berusia 50 tahun menikam seorang polisi dari belakang dan kemudian menusuk dirinya sendiri di dada dengan sebuah pisau. Penyerang tersebut dikirim ke rumah sakit tetapi meninggal sekitar satu jam kemudian. Polisi itu menjalani operasi untuk memperbaiki paru-paru yang bocor di rumah sakit.

Penyerang tersebut, Leung Kin-Fai, seorang direktur pembelian di  perusahaan minuman Vitasoy setempat, belum diidentifikasi oleh polisi atau pihak lain yang terkait dengan Falun Gong.

Sarah Liang tidak terkejut dengan tuduhan yang tidak berdasar yang menghubungkan Falun Gong dengan serangan pisau.

Partai Komunis Tiongkok “sering menggunakan cara-cara yang sangat tidak masuk akal untuk mendistorsi dan memfitnah Falun Gong,” kata Sarah Liang, seraya menambahkan bahwa klaim palsu itu sudah terbukti dengan sendirinya.

Tindakan-tindakan anggota parlemen pro-Beijing adalah langkah pertama dalam sebuah kampanye tekanan terencana yang menargetkan Falun Gong, menurut Feng Chongyi, seorang profesor asosiasi dalam Studi-Studi Tiongkok di Universitas Teknologi di Sydney.

“Semuanya mungkin tampak dilakukan sesuai dengan hukum,Tetapi di bawahnya ada rencana langkah demi langkah untuk membuat Falun Gong menghilang di Hongkong. Ini adalah jelas.” kata Feng Chongyi memberitahukan kepada  The Epoch Times. 

Bagi seorang pejabat untuk secara terbuka menargetkan kelompok agama tanpa bukti yang cukup mengungkapkan “tingkat bias yang tinggi” dan merupakan penyebab kekhawatiran, kata Tseng Chien- yuan, seorang profesor di Universitas Pusat Nasional di Taiwan dan dewan anggota di kelompok nirlaba Sekolah Baru untuk Demokrasi.

“Ini menimbulkan pertanyaan apakah anda akan bertindak sejauh itu mengarang kejahatan untuk menuduh kelompok ini membuat anda terdengar konsisten,” kata Tseng Chien-yuan kepada The Epoch Times.

Bertahun-Tahun Mengalami Intimidasi

Praktisi Falun Gong di Hong Kong telah lama menjadi sasaran kelompok-kelompok setempat yang didukung oleh rezim Tiongkok.

Partai Komunis Tiongkok mulai menindas praktisi Falun Gong di Hong Kong sekitar tahun 2011 melalui grup depannya yang disebut Hong Kong Youth Care Association. 

Sejak itu, anggota Hong Kong Youth Care Association  berulang kali merusak banyak stan informasi di pinggir jalan yang didirikan oleh praktisi Falun Gong  atau melecehkan orang-orang yang menjaga stan ini.

Keterangan Foto : Sebuah stan informasi Falun Gong dirusak di Mong Kok di Hong Kong pada 20 Desember 2020. (Song Bilung / The Epoch Times)

Saat para praktisi Falun Gong mengadakan rapat umum dan pawai untuk meningkatkan kesadaran akan penganiayaan yang berkelanjutan di Tiongkok, anggota-anggota Hong Kong Youth Care Association akan berkumpul di dekat lokasi-lokasi tersebut yang berupaya mengganggu acara-acara publik ini. 

Pada Januari 2016, seorang anggota Hong Kong Youth Care Association, terlihat di sebuah hotel setempat tempat konferensi Falun Gong diadakan, setelah acara tersebut dibatalkan karena ketakutan akan sebuah isu bom.

Praktisi Falun Gong juga telah diserang oleh anggota-anggota Hong Kong Youth Care Association atau orang-orang yang terkait dengan kelompok pro-Beijing lainnya di Hong Kong.

Stand informasi di pinggir jalan terus menjadi target tahun ini, meskipun fakta bahwa Hong Kong Youth Care Association dilaporkan dibubarkan pada akhir tahun 2020.

Sejak undang-undang keamanan mulai berlaku pada Juli lalu, praktisi Falun Gong di Hong Kong menyatakan keprihatinan bahwa undang-undang keamanan tersebut akan digunakan untuk memadamkan kebebasan berkeyakinan. Beberapa praktisi Falun Gong khawatir akan keselamatan pribadinya, sementara praktisi Falun Gong yang lain khawatir akan  menjadi sasaran penyiksaan atau panen organ secara paksa, seperti yang dialami praktisi Falun Gong di Tiongkok Daratan.

Iklim politik yang berubah di Hong Kong telah mengganggu Sarah Liang, yang mengutip baru-baru ini penutupan paksa surat kabar pro-demokrasi terbesar di Hong Kong dan tindakan keras yang sedang berlangsung terhadap kelompok-kelompok pro-demokrasi.

“Faktanya, berapa banyak kebebasan yang tersisa di Hong Kong?” ujar Sarah Liang. (Vv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments