fbpx
Wednesday, December 8, 2021
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANSetelah 4 Kali Pesan, 4 Kali Batal dan Komplain Ditolak, Pelanggan Ini...

Setelah 4 Kali Pesan, 4 Kali Batal dan Komplain Ditolak, Pelanggan Ini Ganti Platform dan Tetap Memesan Apa Motif Pelanggan Ini ?

Erabaru.net. Zaman semakin berkembang, teknologi juga semakin maju. Saat ini, masyarakat kita telah mengalami banyak kemajuan dan perubahan. Perubahan yang paling signifikan adalah segala sesuatunya menjadi serba mudah dan praktis.

Sekarang, apa pun yang kita inginkan, pada dasarnya kita bisa melakukannya dari rumah. Kalaupun kita ingin makan atau berbelanja di luar, kita bisa melakukannya langsung secara online di rumah, benar-benar nyaman bukan.

Namun, pada saat yang sama, juga ada beberapa masalah. Ketika barang pesanan dalam proses menuju ke tangan pembeli, tidak ada yang bisa dengan jelas menceritakan apa yang terjadi selama proses pengiriman. Begitu terjadi masalah, tidak ada yang tahu akan berpihak di sisi penjual atau pembeli.

Mungkin hanya orang ini yang paling tahu masalahnya. Asal tahu saja, masalah ini cukup pelik untuk diatasi, Karena sangat merepotkan dan juga memancing emosi.

Mungkin bisa dibilang kebetulan, ketika Anda sekali atau dua kali komplain atas barang pesanan, tetapi jika setiap kali Anda mengajukan komplain pada pedagang, hmm… apakah ini masih kebetulan?

Menurut laporan, sebuah restoran yang dikelola nyonya Zhang mengalami masalah seperti itu. Melalui layanan platform pesan antar, ada seorang pelanggan misterius, bermarga Zhao, selama ini dia selalu memesan makanan di restoran Zhang. Mungkin tidak masalah bagi Zhang jika dia seperti pelanggan lainnya, tetapi, sikapnya benar-benar membingungkan.

Setiap kali memesan makanan, dia selalu membatalkannya. Alasannya karena ada serangga, bulu rambut dan semacamnya dalam makanan, dan sudah 4 kali dia memesan makanan dan 4 kali juga dia membatalkannya.

Pesan batalnya yang berturut-turut inilah yang membuat Zhang kesal dan naik pitam. Jika ada masalah dengan makanan, Zhang tentu juga akan menoleransi. Masalahnya, setiap kali dia meminta bukti, pelanggannya tidak bisa memberikannya.

Zhang mengatakan, ada ratusan pesan antar di restonya setiap hari, tapi tidak pernah mengalami hal seperti itu. Menurut Zhang, mustahil pelanggannya akan menyantap benda asing dalam makanannya berkali-kali. Jelas, pelanggannya ini sengaja mencari masalah.

Karena pelanggan tidak dapat memberikan bukti, pemilik Zhang melaporkannya ke platform terkait.

Zhang mengira masalahnya sudah selesai dengan cara itu, tetapi tak disangka, hanya dalam tempo satu bulan kemudian, pelanggan itu kembali komplain dengan alasan klasik pada restonya di platform online lain dan meminta pengembalian uang. Hal ini membuat Zhang kembali naik pitam.

Karena kesal dan tidak tahan lagi, Zhang pun bermaksud menemui pelanggannya, melihat-lihat seperti apa tampang pelanggannya ini. Dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi, kenapa tidak ada masalah pada pelanggan lainnya, hanya pelanggan uniknya ini yang bermasalah.

Setelah kasus itu terungkap, Zhang dan wartawan menemui pelanggan itu dan bertanya kepadanya mengapa dia selalu membatalkan pesanannya setiap kali memesan makanan di restonya. Jika ada benda asing dalam makanan, mengapa dia selalu memesan lagi di restonya ?

Pada awalnya, pelanggan itu mengatakan ada ulat dalam makanannya, dan terlanjur tertelan, sehingga mengalami diare sesudah makan.

Tapi menurut Zhang, ketika pelanggannya pertama kali komplain dan meminta dikembalikan uangnya. Dia tidak bilang ada benda asing dalam makanannya.

Pernyataan kontradiktif Zhao semakin mencurigakan. Akhirnya, pelanggan itu mengatakan, karena saat pertama kali komplain dan minta uangnya dikembalikan, Zhang si pemilik resto tidak terima komplainnya, jadi dia komplain yang sama secara berulang.

Dengan kata lain, jika Zhang setuju mengembalikan uang si pelanggan saat ia pertama kali mengajukan pengembalian dana, maka kejadian seperti itu tidak akan terulang.

Tetapi pemilik resto tidak mungkin mengembalikan uang pembayaran tanpa alasan. Jika memang ada benda asing dalam makanan pesanan Zhao, seharusnya dia menunjukkan bukti dan berbicara dengan fakta.

Meskipun ini hanya kesalahpahaman, namun Zhao melakukan kesalahan. Pertama, ketika dia menemukan ada benda asing dalam makanannya, seharusnya dia menyimpannya atau mengambil foto sebagai barang bukti.

Kedua, jika permohonan pengembalian uang pelanggan ditolak, pelanggan seharusnya mengambil inisiatif untuk menelepon ke pemilik resto untuk menjelaskan situasinya daripada mengajukan pengembalian uang berulang kali.

Bagaimanapun, hanya makanan pertama yang bermasalah, sementara makanan berikutnya semua normal, jadi Zhao si pelanggan tidak boleh mengajukan pengembalian uang untuk makanan berikut yang dipesannya.

Karena kesalahpahaman telah selesai, masalah ini pun berakhir harmonis. Diharap para pelanggan lain dapat memetik hikmah dari kejadian ini. Jika nanti ditemukan ada benda asing dalam makanan, sebaiknya disimpan atau ambil fotonya sebagai bukti dan menyerahkannya ke platform terkait juga pengelola resto.

Pengelola resto juga mustahil akan dengan sengaja menolak pengembalian uang jika memang kesalahan ada di pihaknya. Tetapi jika ada pelanggan bermaksud jahat ingin merusak reputasi restoran dan dengan sengaja mengajukan pengembalian uang, maka pengelola resto juga tidak akan tinggal diam, dan platform online juga tidak akan membiarkan perilaku seenaknya seperti itu.

Nah teman-teman, bagaimana dengan pandangannya terkait kasus di atas. Jangan lupa tinggalkan pesan di kolom komentar ya. (lidya/yn)

Sumber: sohu

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular