fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeBERITA TIONGKOKJenazah Dikeluarkan dari Terowongan Jingguang Zhengzhou, Tiongkok yang Terendam Banjir Besar, Warga...

Jenazah Dikeluarkan dari Terowongan Jingguang Zhengzhou, Tiongkok yang Terendam Banjir Besar, Warga Beramai-ramai Mencari Kerabat Mereka

 Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok dilanda banjir besar yang diklaim langka pada (20/7/2021). Terowongan Jalan Utara Jingguang di persimpangan Jalan Jingguang dan Jalan Longhai di Kota Zhengzhou adalah salah satu lokasi yang paling parah dilanda banjir. Orang-orang terjebak dan sejumlah besar mobil hanyut ke terowongan. Mobil-mobil terlihat terbalik atau bertumpuk. Setelah banjir surut, mobil-mobil yang hanyut di terowongan itu  menggunung. Jenazah terus ditemukan di terowongan, dan video jenazah yang sedang dibawa terungkap di jaringan internet daratan Tiongkok

Epochtimes.com

Video yang beredar di daratan Tiongkok menunjukkan terowongan Jalan Utara Jingguang di Zhengzhou, Henan, Tiongkok hampir seluruhnya terendam air deras. Netizen mengatakan bahwa pada malam itu (20/7), terowongan Jalan Utara Jingguang “dibanjiri hanya dalam hitungan 5 menit,” dan sejumlah besar kendaraan dan orang-orang terjebak. 

Baru kemudian pada pukul 10:39 pada (21/7), Zhengzhou Transportation Broadcasting melaporkan terjadinya terjangan banjir di banyak tempat di Jalan Jingguang dan seluruh jalanan terputus.

Saat hujan deras, terowongan berubah menjadi sungai, dan mobil-mobil dibawa arus terbalik dan menumpuk seperti gunung, menjadi pemandangan yang sangat mengerikan.

Beberapa netizen mengungkapkan bahwa, lebih dari belasan jenazah  ditemukan di dalam mobil yang terkena banjir. Netizen memperkirakan korban tewas akibat banjir ini bisa mencapai dalam jumlah yang besar.

Netizen membuat perhitungan awal dengan menuliskan perkiraan yang berbunyi : 

“Saya baru saja melihat  tim penyelamat mengatakan bahwa bagian terdalam dari terowongan yakni 6 meter yang terendam banjir. Terowongan sepanjang 4,3 kilometer, dengan 6 jalur di kedua arah, secara teoritis dapat memuat 1.000 kendaraan  dan terbanyak bisa mencapai 4.800 kendaraan jika dalam kemacetan lalu lintas. Kali ini jumlah korban tewas benar-benar mengejutkan. Tapi diperkirakan Komunis Tiongkok akan menutup berita itu dengan ketat.”

Pada Kamis (22/7), tim penyelamat menggunakan pompa berdaya tinggi untuk membuang air  di dalam terowongan. Permukaan air berangsur-angsur turun. Dapat dilihat bahwa sejumlah besar kendaraan yang terendam muncul secara bertahap, menunjukkan penumpukan yang mengerikan.

Menurut laporan berita utama, pada Kamis sore (22/7), wartawan datang ke Terowongan Jalan Utara Jingguang. Air yang masuk telah dikeringkan, tetapi ketinggian air yang tergenang di terowongan itu masih  tinggi.

Pada Kamis siangnya, ketika staff pekerja sedang memompa air yang tergenang di dalam terowongan, banyak warga datang untuk menyaksikan kejadian itu, termasuk mereka yang kehilangan kerabat mereka di dalam terowongan.

Beijing News melaporkan bahwa sekitar Kamis (22/7) pukul 1 siang, bagian dekat pintu masuk selatan Terowongan Jalan Utara Jingguang ditutup. Sedangkan petugas menyelamatkan kendaraan yang terperangkap di dalam terowongan. Terlihat di TKP terowongan masih tertutup karena genangan air. Sejumlah besar  kendaraan  menumpuk di pintu masuk selatan terowongan dan diderek setelah muncul dari permukaan air.

Garis polisi dipasang di jalanan sekitar untuk melarang warga mendekat.

Menurut pedagang terdekat, air yang tergenang dulunya tidak melewati balok di atas terowongan. Akan tetapi, sekarang air di terowongan itu sudah sejajar dengan permukaan jalan raya.

Insiden lainnya adalah setelah terowongan terendam banjir, laporan menyebutkan dua anak laki-laki berusia 15 tahun Xu Yukun dan Li Haoming kehilangan kontak di terowongan menimbulkan kekhawatiran. Setelah dua anak laki-laki masuk ke terowongan dengan sepeda listrik, salah satu dari mereka menelepon teman-teman sekelasnya pada pukul 16.42 waktu setempat. Ia mengatakan bahwa sepeda listriknya hanyut di terowongan. Sebelum mereka selesai berbicara, saluran telepon terputus dan kemudian kehilangan kontak. Dua anak laki-laki itu tiba di pintu masuk terowongan sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Saat itu, kedalaman air di luar terowongan mencapai lutut orang dewasa. Akan tetapi derasnya air yang masuk terlalu cepat. Jadi, mereka memberitahukannya kepada orangtua remaja itu. 

Pada Kamis 22 Juli sore harinya, ibu Xu Yukun, mrs Ma, mengatakan kepada wartawan Beijing News bahwa dia berada di dekat terowongan Jingguang dimana putranya kehilangan kontak. 

Wanita itu menuturkan, “Teman-teman sekelasnya melihatnya memasuki terowongan. Tidak ada berita selama dua atau tiga hari, dan ponselnya juga sudah tidak aktif.” (hui)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular