fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANPenjual Ayam Goreng Tiba-tiba Menghilang Selama Sebulan, Pelanggan Penasaran dan Bertanya padanya,...

Penjual Ayam Goreng Tiba-tiba Menghilang Selama Sebulan, Pelanggan Penasaran dan Bertanya padanya, Dia Menangis Penuh Penyesalan

Erabaru.net. Apakah Anda pernah berteman dengan seorang penjual makanan karena Anda telah sering membeli makanan mereka ? Ada seorang pembeli wanita di Kaohsiung, Taiwan, dan dia berbagi cerita dengan semua orang tentang kisah seorang penjual makanan.

Beberapa waktu lalu, ada sepasang suami istri penjual makanan di pasar malam yang awalnya menjual barbekyu Mongolia. Di musim dingin, dia beralih menjadi penjual ayam goreng, dan tiba-tiba tidak berjualan selama lebih dari sebulan.

Ketika penjual itu akhirnya membuka lagi warungnya, pelanggan tidak bisa menahan rasa ingin tahu bertanya kepada mereka: “Paman, di mana istrimu?”

Belum sempat menjawab, mata penjual dan putranya pun memerah, dan setelah bertanya lebih hati-hati, pelanggan akhirnya tahu bahwa istri penjual itu sudah meninggal.

Penjual itu mengatakan bahwa pada hari terakhir mereka berjualan, istrinya suka mengeluh dengan putranya yang tidak patu.

Tetapi dia tidak pernah mendengar curahan hati sang istri. Istrinya juga mengatakan bahwa dia pusing dan ingin beristirahat sejenak. Istrinya seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi saat paman bertanya apakah istrinya ingin pergi ke rumah sakit, istrinya selalu menolak. Namun, tiba-tiba istrinya terkena serangan stroke.

Saat istrinya dibawa dengan ambulans, dia tidak sadarkan diri, dan akhirnya tidak membuka matanya lagi. Istri meninggal tanpa sempat mengatakan apa-apa.

Paman penjual itu pun merasa menyesal karena tidak membawa istrinya ke rumah sakit, meskipun dia sering mengeluh sakit. karena sudah ada tanda-tanda sebelumnya, dia seharusnya dapat mendengarkan keluhan istrinya.

Paman itu juga mengatakan bahwa dia seharusnya lebih memperlakukan istrinya dengan lebih baik, karena dia selalu memarahinya, dia juga mengatakan bahwa putranya harus lebih patuh.

Mereka menangis. Setelah menghiburnya, pelanggan wanita itu mengingatkannya untuk tidak terus menyesali semua yang sudah terjadi dan tetap menjaga dirinya sendiri.

Karena orangtua penjual itu juga sedang dirawat di rumah sakit, tidak peduli betapa sedihnya, dia tetap gigih bekerja untuk menghasilkan uang.

Meskipun seorang pekerja sosial telah membantunya mengajukan permohonan dana bantuan darurat sebesar 10.000 yuan ketika dia berada di rumah sakit, untuk orangtuanya, jumlah uang ini tidak bisa menutupi seluruh biaya yang harus dikeluarkan.

Dia sendiri juga memiliki penyakit darah tinggi, yang mana membutuhkan banyak istirahat. Kini dia hanya berharap banyak orang yang membeli dagangan dan pulang untuk menemani anaknya, saat ini ia menyadari bahwa keluarganya lebih penting dari apa pun.

Setelah pembeli wanita mengetahui semuanya, dia memposting informasi tempatnya berjualan di Internet, berharap semua orang dapat membeli agar paman itu bisa pulang lebih cepat. (lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular