Wednesday, December 1, 2021
No menu items!
HomeBERITA TIONGKOKAbsennya Bantuan dari Pihak Berwenang, Warga Secara Mandiri Melakukan Pekerjaan Pemulihan di...

Absennya Bantuan dari Pihak Berwenang, Warga Secara Mandiri Melakukan Pekerjaan Pemulihan di Tiongkok yang Dilanda Banjir

Eva Fu – The Epoch Times

Dua hari dua malam. Itu adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk lebih dari 400 penduduk desa di sebuah kota di Tiongkok yang kebanjiran untuk membangun tembok, sebuah bendungan untuk melindungi rumah mereka  dari air yang naik. Hanya butuh beberapa jam bagi petugas-petugas untuk merobohkannya. Ketika para penduduk desa memprotes, pihak-pihak berwenang menyemprot lada ke arah. Dengan dibongkarnya benteng-benteng tersebut, arus banjir menyapu desa itu tanpa hambatan, merendam tanaman sedalam 1 meter sambil menyebabkan  pemadaman listrik dan air

Seorang wanita penduduk desa bernama Wang Yan (nama samaran) menangis ketika ia menceritakan kepada The Epoch Times, tentang pemandangan yang membuat putus asa di kampung halamannya di Qimen di Henan, provinsi di  tengah Tiongkok yang kiin sekarang dilanda banjir.

“Apa yang saya katakan adalah semuanya adalah fakta, tetapi konten ini tidak dapat diposting di Douyin,” kata Wang Yan dalam sebuah wawancara, mengacu pada nama Mandarin dari  aplikasi berbagi-video TikTok.

Pihak berwenang juga telah melepaskan air tambahan dari hulu, menurut Wang Yan dan sesama penduduk desa bernama Li Liang (nama samaran)  menjelaskan, keadaan desa tersebut saat ini sebagai sebuah pulau tunggal.

“Satu-satunya harapan kami sebagai penduduk desa adalah agar hulu mengalirkan lebih sedikit air dan jangan bertindak terlalu cepat, sehingga hilir punya waktu untuk mengalirkan air, ”kata Wang Yan. Jika tidak, “kita hancur.”

Sampai saat ini, banjir berdampak sekitar 12,9 juta orang, atau sekitar satu dari sembilan orang di provinsi itu, dan menghancurkan sekitar 267.000 hektar tanaman, menurut data resmi. Tanggapan bencana oleh pihak berwenang, atau kekurangannya, telah memperparah kesengsaraan mereka, menurut Wang Yan dan banyak penduduk desa lainnya.

Tantangan  Donasi

Perhimpunan Palang Merah Tiongkok yang didukung pemerintah, tidak berafiliasi dengan Komite Palang Merah Internasional, juga menghadapi tuduhan bahwa Perhimpunan Palang Merah Tiongkok tidak memiliki transparansi.

Qiu Kai, seorang pengusaha di Zhengzhou, ibukota dan kota terbesar di Henan, awalnya melihat bahwa Palang Merah telah memilih untuk mengirim paket bantuan banjir atas nama sebuah koalisi bisnis. Setelah berbicara dengan seorang manajer di  Palang Merah Henan, Qiu Kai menyumbangkan 1 juta yuan di bawah perjanjian bahwa ia akan memiliki kendali atas bagaimana uang itu dibelanjakan. Tetapi setelah uang dikirim, yang Qiu Kai terima hanyalah sebuah tanda terima dari Palang Merah.

Dengan frustrasi, Qiu Kai meminta pengembalian dana kepada manajer amal, dan Qiu Kai diberitahu mereka “tidak berdaya” dan “tidak dapat mengatasinya.” “Mungkin tahun depan,” kata orang itu memberitahu Qiu Kai. Qiu Kai membatalkan akun donasi dengan frustrasi.

Palang Merah Tiongkok telah diganggu dengan masalah kredibilitas selama bertahun-tahun. Palang Merah Tiongkok telah berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan sejak tahun 2008, ketika Palang Merah Tiongkok salah urus dana donasi yang diperuntukkan bagi para penyintas gempa bumi berkekuatan 8,0 SR di Provinsi Sichuan di tenggara Tiongkok.

Qiu Kai telah membeli perahu, pompa air, jaket pelampung, pelampung, dan tali seluruhnya lebih dari 50.000 yuan, yang telah ia rencanakan untuk disumbangkan ke  pihak-pihak berwenang setempat, kata Qiu Kai. Tetapi dia selalu ditolak.

“Tidak ada seorang pun di sana untuk menerima barang-barang itu,Di sana tidak ada yang menerima barang atau menandatanganinya, ” kata Qiu Kai kepada The Epoch Times. 

Qiu Kai menghabiskan tujuh jam di satu pusat manajemen darurat saja.

Akhirnya Qiu Kai menelepon walikota dan pejabat lainnya di kota itu dan ditolak. Salah satu pejabat mengatakan kepada Qiu Kai bahwa kota itu, “kini relatif stabil dan anda  dapat mengirim barang-barang ini ke tempat-tempat yang lebih membutuhkan.”

“Saya berbicara sampai saya kelelahan,” kata Qiu Kai. Kini sebagian besar paket bantuan disimpan di sebuah gudang.

Bantuan Dari Beijing ‘Tidak Terlihat’

Puluhan tim penyelamat yang diprakarsai oleh warga sipil telah tiba di provinsi tersebut untuk menawarkan bantuan.

Zhang Ye (nama samaran) bertugas sebagai seorang anggota tim penyelamat dari provinsi tetangga Hunan. Zhang Ye mengatakan mereka pergi ke setiap rumah yang dilanda banjir v untuk melihat apakah ada orang di dalam. Mereka kemudian membawa penduduk-penduduk ke tempat yang lebih aman  di mana para relawan setempat mengambil alih.

Pihak-pihak berwenang “tidak terlihat” saat mereka melakukan pekerjaan penyelamatan, kata Zhang Ye kepada The Epoch Times.

Penduduk desa menyambut mereka dengan antusias, kata Zhang Ye, seraya mencatat bahwa anak-anak setempat bertindak sebagai pemandu mereka.

Dengan bantuan para penduduk desa, pada tanggal 25 Juli, tim Zhang Ye berhasil menyelamatkan sekitar 236 orang yang  terdampar di satu desa—–beberapa orang diselamatkan dari atap rumah mereka.

“Orang-orang memberi kami petunjuk; kami bergegas menghampiri ke mana pun dibutuhkan,” kata Zhang Ye.

Pada Sabtu malam, kelompok Zhang Ye harus mengungsi dari penginapan mereka yang  diselenggarakan oleh para penduduk setempat karena air banjir mengalir masuk.

Mereka pindah ke sebuah tempat pengisian gas yang terletak di titik tertinggi di desa tersebut. Para penduduk setempat mengirimi mereka telur segar dan selimut.

“Para penduduk desa tidak ingin kami pergi, dan kami memberitahu mereka bahwa kami tidak akan pergi,” kata Zhang Ye.

Mereka tertidur sebentar. Ketika mereka bangun sekitar pukul 04.00, semua orang sudah mendapat selembar selimut di tubuh mereka — karya para penduduk desa yang apresiatif.

Hal itu menunjukkan betapa “sangat diperlukan” kerja keras mereka, kata Zhang Ye, mencatat bahwa mereka hanya “melakukan apa yang mereka mampu lakukan.” (Vv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments