Sunday, December 5, 2021
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANSeorang Wanita Berusia 57 Tahun Selama 17 Jam Berlindung di dalam Freezer...

Seorang Wanita Berusia 57 Tahun Selama 17 Jam Berlindung di dalam Freezer Saat Banjir Melanda Henan

Erabaru.net. Henan baru-baru ini dilanda banjir, dan banyak wilayah yang terendam banjir. Dilaporkan bahwa seorang wanita berusia 57 tahun berlindung di lemari es ketika banjir datang dan tinggal selama 17 jam dalam ketakutan dan kedinginan.

Menurut laporan “Red Star News”, pada pagi hari tanggal 20 Juli, Zhang Guihua, yang tinggal di Kota Xinxiang, Provinsi Henan, Tiongkok, membuka tokonya sendiri dan memulai hari yang sibuk seperti biasa.

Zhang Guihua yang berusia 57 tahun tinggal di Ruko sendirian dan bekerja sendiri setiap hari. Kedua putranya tinggal di Zhengzhou. Hari itu hujan deras dan penmbeli tidak banyak yang datang, dia juga hanya menjual beberapa payung di pagi hari.

Segera setelah makan siang, listrik di rukonya mati. Zhang merasa ada yang tidak beres, tetapi dia tidak menerima informasi peringatan banjir pada saat itu. Dia menelepon menantu perempuannya, tetapi tidak ada yang menjawab.

Sekitar pukul 1 siang, ketinggian air tiba-tiba naik dengan cepat dan telah membanjiri ruko Zhang Guihua. Dia buru-buru menutup kedua pintu kaca, tetapi air terus masuk melalui celah.

Dia mencoba menutup pintu dengan selimut agar air tidak masuk. Sebelum meletakkan selimut, tiba-tiba air besar menghantam dengan keras menyebabkan pintu kaca pecah. Zhang Guihua hampir jatuh ke dalam air, kaki dan kakinya tersayat oleh kaca, lukanya sepanjang satu jari dan darahnya keluar.

Menurut ingatannya, ketinggian air naik dari lutut ke pinggang dan dada, dan seluruh proses memakan waktu kurang dari sepuluh menit.

Rak-rak di toko roboh karena banjir, menghalangi jalan ke pintu belakang—hanya melalui pintu belakang untuk naik ke atas. Pada saat itu, Zhang Guihua melihat freezer es krim mengapung, dan tingginya sekitar 1,6 meter, dia pun memanjat dan naik ke atas freezer.

Air naik dengan cepat, dan dia mengapung di atas freezer, dan kepalanya hampir membentur langit-langit. Dia kemudian masuk ke dalam freezer.
Ketinggian air terus naik, dan ketika air melewati jendela, seluruh ruangan benar-benar gelap. Ruko seluas 96 meter persegi ini sudah terisolasi oleh air dan menjadi sebuah pulau, tidak ada lampu, tidak ada listrik, hanya suara pusaran air di telinganya.

Sekitar pukul 2 siang, menantu perempuannya menemukan di sebuah platform video pendek bahwa banjir di Kota Xinxiang sangat hebat, dan jalan-jalan serta gang-gang terendam banjir. Dia khawatir tentang keselamatan ibu mertuanya dan terus menelepon, tetapi tidak ada yang menjawab.

Menurut video yang diberikan oleh menantu perempuan kedua, lantai pertama rumah di Xinxiang terendam banjir pada siang hari pada tanggal 21 Juli.

Pada saat itu, pakaian Zhang Guihua basah kuyup, dan ada es setebal dua hingga tiga sentimeter di dalam freezer. Dia mengatakan bahwa ketika dia menginjaknya dengan kaki telanjang, dia tidak bisa merasakan dingin atau sakit dari lukanya, tubuhnya sudah baal seperti kayu.

Zhang Guihua mengosongkan semua yang ada di lemari es dan berbaring diam di lemari es. Dia pun tidak bisa meminta bantuan kemanapun dan hanya bisa menunggu.

Dalam kegelapan, dia tidak bisa merasakan waktu. Entah kapan, air berhenti naik. Pada awalnya, ketika dia berbaring di lemari es, dia bisa mencapai atap beton dengan tangannya, dan ketika permukaan air sedikit turun, dia semakin menjauh dari langit-langit.

Sekitar pukul 5 pagi keesokan harinya, tim penyelamat akhirnya tiba dan dia pun dijemput oleh perahu karet untuk dipindahkan ke tempat yang aman.

Zhang Guihua mengatakan bahwa dia telah membuka toko selama 25 tahun. Dia telah tinggal di toko itu sejak tahun 1995. Banjir telah menghancurkan kerja keras sebagian hidupnya. Menurut perkiraannya, kerugian seluruhnya mencapai RMB 400.000 hingga 500.000 ( sekitar Rp 893 juta – Rp 1,1 miliar). (lidya/yn)

Sumber: ntdtv

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments