Wednesday, December 1, 2021
No menu items!
HomeBERITA TIONGKOKEksodus Berskala Besar : 610.000 Warga Tiongkok Mencari Suaka di Luar Negeri...

Eksodus Berskala Besar : 610.000 Warga Tiongkok Mencari Suaka di Luar Negeri Dalam 10 Tahun Terakhir

oleh Xu Jian

Laporan PBB terbaru menunjukkan bahwa pemerintahan brutal komunis Tiongkok telah memicu eksodus secara besar-besaran rakyat Tiongkok. Dalam sepuluh tahun terakhir, telah ada 613.000 orang warga negara Tiongkok yang mengajukan suaka ke luar negeri. 

Menurut data yang dipublikasikan oleh UNHCR, sejak tahun 2012 hingga 2020, pengajuan suaka dari warga daratan Tiongkok setiap tahunnya dari 15.362 orang naik sampai 107.864 orang. 

Sejak tahun 2012, setidaknya 613.000 orang warga daratan Tiongkok telah melarikan diri ke luar negeri untuk mencari suaka. Sekitar 70% orang yang melarikan diri dari daratan Tiongkok pada tahun 2020 mencari suaka di Amerika Serikat. Banyak dari mereka datang ke Amerika Serikat dengan visa turis atau bisnis, kemudian mengajukan permohonan suaka.

Palki Sharma Upadhyay, jurnalis media India ‘WION’ mengatakan bahwa, warga Tiongkok khawatir jika sampai dianggap sebagai ancaman bagi rezim komunis Tiongkok, maka mereka bisa mendapat serangan dari partai. Dia juga mengatakan : “Orang-orang Tiongkok melarikan diri dari negara ini. Mereka sedang mencari suaka di negara-negara demokratis. Ini adalah sebuah eksodus berskala besar”.

“Tidak ada orang yang bisa lolos dari pukulan berat rezim komunis Tiongkok, sekalipun ia adalah miliarder”. 

Baru-baru ini, pengusaha Tiongkok Sun Dawu dijatuhi hukuman 18 tahun penjara oleh Pengadilan Rakyat Kota Gaobeidian, Hebei atas 8 dakwaan termasuk memicu perselisihan dan memprovokasi ketegangan — Suatu tuduhan yang lazim digunakan rezim komunis Tiongkok untuk menghadapi para pembangkang.

Beijing juga menindak keras raksasa teknologinya sendiri dengan alasan anti-monopoli dan melindungi hak konsumen. Perusahaan teknologi besar yang menghadapi pemeriksaan oleh pihak berwenang itu termasuk Alibaba, Didi dan Tencent. 

Palki Sharma mengatakan bahwa pemerintah komunis Tiongkok sedang memperkuat pengendalian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang merupakan bagian dari tindakan “menghajar” warganya.

Selain menindas dengan kejam para warga Muslim Uighur di Xinjiang, rezim komunis Tiongkok telah menindas kaum Kristen selama bertahun-tahun, menghancurkan tempat ibadah, memenjarakan pendeta, dan bahkan merevisi Alkitab untuk memenuhi haluan yang dikehendaki Partai Komunis Tiongkok. Beijing juga telah membangun banyak tempat yang mereka sebut sebagai “Perkemahan bagi para praktisi Buddha” di Tibet dan terus menindas praktisi Falun Gong secara brutal.

Tidak hanya terkait faktor politik, banyak warga negara Tiongkok yang kaya memilih untuk hengkang dari kampung halamannya di Tiongkok, demi mencari peluang pendidikan yang lebih baik bagi keturunannya. Selain itu, juga demi kepastian terhadap keamanan politik dan keamanan properti mereka. 

Menurut laporan itu, Yang Huiyan, dikenal sebagai orang terkaya di Asia, yang merupakan salah seorang dari 500 orang terkaya di daratan Tiongkok, melalui “paspor emas” yang ia peroleh dari Siprus, akhirnya dapat memperoleh kewarganegaraan Uni Eropa. (sin)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments