Tuesday, November 30, 2021
No menu items!
HomeBERITA TIONGKOKEpidemi Nanjing Menyebar ke- 15 Provinsi Daratan Tiongkok, Rakyat Mempertanyakan Kegagalan Vaksin

Epidemi Nanjing Menyebar ke- 15 Provinsi Daratan Tiongkok, Rakyat Mempertanyakan Kegagalan Vaksin

Chang Chun/Meng Xinqi/Zhou Tian – NTD

Delta, varian strain virus Komunis Tiongkok menyebar dengan cepat di daratan Tiongkok dan telah menyebar ke 26 kota di 15 provinsi. Jumlah kasus baru yang dikonfirmasi di berbagai tempat melonjak.  Masyarakat menjadi panik dan khawatir, dikarenakan  terus meluasnya rantai penularan yang akan menyebabkan wabah nasional

Menurut laporan Media Tiongkok “The Paper”, wabah virus varian Delta baru-baru ini di Nanjing telah menyebar ke 15 provinsi dan 26 kota di seluruh negeri. Jumlah kasus yang dikonfirmasi di Nanjing khususnya telah meningkat menjadi 171 kasus, tetapi dunia luar meragukan kebenaran data yang disampaikan. 

Video online menunjukkan bahwa lingkungan di sekitar Bandara Nanjing Lukou, tempat epidemi paling parah, telah ditutup dalam skala besar.  Sejumlah besar penduduk telah dibawa untuk isolasi terpusat.

Penduduk Nanjing berkata : “Lihatlah orang-orang di sini. Ada begitu banyak orang di sini. Bus membawa kami ke sini. Kemudian kami semua dibiarkan kehujanan di luar sana . Kami memiliki balita berusia 18 bulan dan seorang gadis kecil berusia 8 tahun. Semua basah kuyup, beginikah caranya membawa kami keluar untuk isolasi?”

Beberapa warga mengungkapkan, titik isolasi yang disediakan pemerintah kondisinya buruk dan tidak ada satu pun petugas.

Penduduk Nanjing mengatakan : “Di tengah malam, kami ditarik dari Lukou ke sini untuk isolasi terpusat. Tidak ada staf yang terlihat. Kami berjalan-jalan di sini sesuka hati. Ini adalah pekerjaan upaya pencegahan epidemi Pemerintah Distrik Jiangning. Sangat konyol!”

Sebuah video yang disediakan oleh warganet Nanjing menunjukkan bahwa, pihak berwenang sedang membangun rumah sakit penampungan di Tangshan untuk menerima orang-orang lokal yang terinfeksi.

Video itu berbunyi : “Ini di Tangshan. Lihatlah Tangshan. Orang-orang sudah berdatangan. Anda melihat begitu banyak! Terlalu banyak!”

Selain itu, beberapa warga Nanjing mengatakan bahwa 90% dari orang yang terinfeksi kali ini telah divaksinasi dengan buatan domestik, menunjukkan bahwa vaksin itu benar-benar tidak berguna.

Mr Qu dari Nanjing mengatakan : “Kami tidak divaksinasi, jadi kami disuruh disuntik tetapi kami tidak mau. Saya tidak percaya pada vaksin ini. Kasus diagnosis Di Nanjing kali ini, pada dasarnya semuanya telah divaksinasi. Tetapi masih tertular. Vaksin itu sama sekali tidak berguna.”

Saat ini, rantai penularan epidemi Nanjing belum terputus. Kasus telah berkembang menjadi beberapa rantai penularan juga telah merembes ke Zhangjiajie, Hunan, dan Beijing.

Pada  29 Juli, Pemerintah Kota Beijing melaporkan bahwa ada dua kasus baru yang dikonfirmasi terkait dengan epidemi di luar Beijing, tetapi warga umumnya meragukan jumlah ini.

Warga Beijing Ms Li menyebutkan : “Karena setiap hari adalah omong kosong. Semua orang tidak terkejut lagi. Apa yang dapat Anda lakukan dengan tindakan Anda? Di mana Anda dapat bersembunyi dari tindakan tersebut? Tidak ada cara selain menanggungnya. Apa artinya? Tuhan yang menentukan dapat hidup atau mati.”

Karena dua kasus yang dikonfirmasi tinggal di distrik kedua Longyueyuan, Huilongguan, Distrik Changping, Beijing. Saat ini, penghuni komunitas ini dan komunitas sekitarnya berada di bawah kendali tertutup.

Warga di Distrik Kedua Longyueyuan Beijing berkata  : “Distrik kedua ditutup, distrik keempat juga ditutup, komunitas di sekitarnya ditutup, benar-benar ditutup,  toko-toko ditutup, dan  dimulai sejak tadi malam.”

Penduduk setempat mengungkapkan kepada media, bahwa pada tengah malam pada  29 Juli, petugas distrik mengetuk pintu dari pintu ke pintu, menyuruh penduduk untuk keluar dan berbaris untuk menjalani pengujian asam nukleat.

Warga  Beijing, Ms. Li mengungkapkan : “hari ini ketika saya keluar melihat di pintu rumah ada pesan, bahwa ada orang dari Zhangjiajie dan kota kuno Phoenix maka harus hati-hati. Segera mendaftar, Sekarang situasinya sangat serius. Dengan kata lain. Harus memakai masker, karena orang-orang dalam kesulitan. Semua orang berjuang dari kematian. Mereka berjuang, bisa melewati hari demi hari sudah bagus.”

“The Epoch Times” melaporkan bahwa, ada juga laporan kasus yang dikonfirmasi di Shanghai. Beberapa hotel dan restoran terkait di daerah tersebut ditutup, dan personel berada di bawah isolasi dan kontrol terpusat.

Namun demikian, CDC Shanghai dan pemerintah kota setempat belum merilis informasi yang relevan kepada publik.

Liu, seorang warga Shanghai menuturkan : “Saya sekarang sudah takut di mana-mana ada epidemi, Kami tidak berani keluar rumah. Kami juga sangat takut. Jika tidak ada urusan jangan keluar, sampai kapan epidemi ini akan berlalu?.”

Liu, seorang warga Shanghai, mengungkapkan kepada NTDTV, bahwa banyak orang di Shanghai telah menerima vaksin domestik, tetapi dia percaya bahwa vaksin tersebut tidak akan efektif dalam mencegah virus.

Liu menjelaskan : “Lagi pula, tidak ada perbedaan divaksinasi atau tidak. Mereka ditipu oleh Partai Komunis. Lalu kenapa harus vaksinasi? Bahkan yang divaksinasi semakin buruk. Kami juga menerima panggilan untuk vaksinasi, tetapi saya tidak mau divaksin, mengapa harus cari mati?”

Di antara kasus yang dikonfirmasi di daratan Tiongkok yang telah dipublikasikan, banyak dari kasus yang dikonfirmasi terkait dengan pertunjukan skala besar yang sebelumnya diadakan di Zhangjiajie.

Sebagai kota wisata, Zhangjiajie saat ini merupakan musim puncak perjalanan musim panas, sehingga masyarakat khawatir akan ada lebih banyak kasus baru bermunculan.  (Hui)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments