fbpx
Thursday, December 9, 2021
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANAyahnya Tidak Ingin Melanjutkan Pengobatan Karena Takut Menyusahkan Anaknya, Putranya Berlutut Memohon...

Ayahnya Tidak Ingin Melanjutkan Pengobatan Karena Takut Menyusahkan Anaknya, Putranya Berlutut Memohon kepada Ayahnya untuk Tetap Melanjutkan Pengobatan

Erabaru.net. Kasih sayang orangtua tidak pernah pudar sampai kapanpun, dan seorang anak yang berbakti juga akan selalu menyayangi anaknya.

Di bangsal rumah sakit di Tianmen, Hubei, Tiongkok, seorang pria tua berdebat dengan putranya. Pria tua itu terlihat menyeka air matanya dengan tangannya dari waktu ke waktu, dan tampak tidak menyetujui permintaan putranya.

Ternyata, pria tua itu menderita sakit keras dan takut akan menyusahkan anaknya karena biaya pengobatan yang mahal, jadi dia ingin berhenti berobat dan pulang.

Pria tua itu duduk di kursi di bangsal, dan putranya berdiri di samping ayahnya yang sudah tua, menunjukan kesedihan yang luar biasa.

Putranya sambil menangis berkata: “Tidak usah mengkhawatirkan uang, tolong tetap tinggal dan berobat.”

Pria tua itu melihat ke arah depan dan tidak berani menatap putranya. Dia mengangkat tangannya dan menyeka air matanya. Lengan yang lain mendorong putranya.

“Mari kita pulang, kamu akan telat bekerja sebentar lagi,” katanya.

Melihat putranya berlutut di tanah, dia segera membantunya berdiri dan berkata: “Jangan seperti ini, cepat bangun nak.”

“Saya ingin ayah tetap tinggal untuk berobat. Tidak masalah jika akan memakan banyak biaya,“ jawab putranya.

Dalam foto, pria itu memakai sepatu karet, dan putranya mengenakan baju lengan pendek abu-abu. Kondisi ekonomi keluarga telah menjadi hambatan mereka.

Pria itu terlalu tua dan takut bahwa pengobatan tidak akan membawa hasil yang baik, dan hanya akan menyebabkan masalah bagi keluarga dan berakhir dengan utang. Meskipun putranya berlutut di depannya, dia hanya menumpahkan air mata dan tetap tidak ingin melanjutkan pengobatan.

Putranya terlihat berlutut di depan ayahnya dan memohon, bahwa jika dia tidak memiliki uang sepeserpun, ayahnya tetap harus dirawat.

Di balik keras kepala di antara mereka berdua, ada kebesaran dan kesederhanaan dari menjadi seorang ayah, dan di bawah lutut ada sebuah tanggung jawab dari seorang anak.

Sungguh menyedihkan. (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular