Tuesday, November 30, 2021
No menu items!
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANWali Kelas Membenci Muridnya Karena Sangat Malas, Ketika Menulis Raport Dia Menemukan...

Wali Kelas Membenci Muridnya Karena Sangat Malas, Ketika Menulis Raport Dia Menemukan Kebenaran yang Memilukan

Erabaru.net. Di sebuah sekolah, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya. Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, salah satu murid selalu berpakaian kotor dan acak-acakan.

Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan atau mengajukan usul, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha membantunya, tapi ternyata tak pernah bisa dan dia mulai tidak menyukai anak ini.

Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1 dan seterusnya, guru ini tidak dapat menahan tangisnya.

Di raport kelas 1 tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan”.

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis,: “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan”.

Di kelas 3 semester awal, : “Sakit ibunya sepertinya semakin parah, mungkin karena terlalu letih merawat, dia jadi sering mengantuk di kelas.”

Di kelas 3 semester akhir, : “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih, terpukul dan kehilangan harapan”.

Di catatan raport kelas 4 tertulis : “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini”.

Membaca semua itu, seketika guru itu merasakan pilu yang tiba-tiba menyesakan dadanya. Dan tanpa disadari dia pun meneteskan air mata. Dia telah menilai dan memberi label anak ini sebagai pemalas , padahal si anak tengah berjuang bertahan dari kesedihan yang begitu dalam…

Terbukalah mata dan hati guru itu.

Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak: “Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang tidak mengerti nanti Ibu ajarkan.”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, persiapan dan mengulang materi dia lakukan di bangku kelasnya.

Guru itu merasakan kebahagiaan yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak, kini mulai tumbuh lagi.

10 tahun berlalu, guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di kartu itu tertulis,: “Terimakasih ibu guru atas semua jasa-jasamu, saya sekarang sudah dewasa dan menjadi dokter yang mengerti rasa syukur. Tetapi guru terbaik saya adalah wali kelas saya ketika kelas 5.”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia. (lidya/yn)

Sumber: 工作州立学校.admin

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments