fbpx
Wednesday, December 8, 2021
HomeNEWSINTERNATIONALGempa Berkekuatan 7,2 Magnitudo Melanda Haiti, 304 Orang Tewas dan 1.800 Terluka

Gempa Berkekuatan 7,2 Magnitudo Melanda Haiti, 304 Orang Tewas dan 1.800 Terluka

NTD

Gempa bumi kuat berkekuatan 7,2 terjadi di Haiti sekitar pukul 08:30 pada 14 Agustus dengan pusat gempa sekitar 150 kilometer sebelah barat ibukota padat penduduk Port-au- Prince, dan kedalamannya hanya 10 kilometer, sejumlah besar bangunan runtuh, setidaknya 304 orang tewas dan setidaknya 1.800 lainnya terluka. Perdana Menteri Haiti Ariel Henry mengumumkan keadaan darurat nasional selama sebulan.

Kepala Badan Pertahanan Sipil Haiti, Jerry Chandler, mengatakan pada konferensi pers, “160 orang tewas di Sud, 42 di Nippes, dan 100 di Grand’Anse. dan 2 orang di Provinsi Barat Laut ( Nord-Ouest) tewas.”

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi delapan kilometer dari kota kecil San Luis Dusu dan 150 kilometer dari ibu kota Port-au-Prince. Port-au-Prince dan bahkan Kuba bisa merasakan gempanya.

Setelah gempa kuat terjadi, US Geological Survey segera mengeluarkan peringatan tsunami, mengklaim bahwa gelombang hingga 3 meter mungkin muncul di sepanjang pantai Haiti, tetapi peringatan tsunami segera dicabut.

Ketika gempa bumi melanda, sebagian besar Laut daerah Karibia merasakan goncangan, dan rumah-rumah runtuh, menakuti penduduk setempat untuk menyelamatkan diri. 

Gambar yang diposting oleh orang-orang dapat dilihat di media sosial, Banyak sekolah dan rumah rusak di semenanjung barat daya Haiti. Reruntuhan dapat terlihat di mana-mana, dan orang-orang menyeret keluar orang yang terperangkap, termasuk wanita dan anak-anak, dari puing-puing reruntuhan. .

Agence France-Presse mengutip Christella Saint Hilaire, seorang warga berusia 21 tahun yang tinggal di dekat pusat gempa, mengatakan, “Banyak rumah hancur, banyak orang meninggal, dan beberapa orang dikirim ke rumah sakit. Sekarang semua orang tinggal di jalan. dan gempa susulan terus berlanjut.”

Pusat kota Jeremie, kota paling barat di Haiti, rusak parah, terutama rumah dan bangunan satu lantai. Kota Les Cayes di dekat pusat gempa juga tampak rusak parah, termasuk runtuhnya sebuah hotel bertingkat.

Dalam gempa susulan, mantan perdana menteri Laurent Lamothe memposting video di Twitter. Dalam gambar, orang-orang di pasar pagi panik, buah-buahan, sayuran, dan berbagai barang berserakan di lantai, meja dan platform bata ambruk. Perahu di laut penuh dengan orang-orang. Ramoz berkata, “Tidak ada seorang pun di kapal yang ingin turun dari kapal,” karena takut tidak akan ada tempat untuk melarikan diri ketika menghadapi gempa bumi yang kuat setelah mendarat.

Ramoz mengatakan bahwa semua aktivitas di Haiti berhenti total saat ini. Ke mana pun dia pergi, dia bisa mendengar suara orang putus asa, retakan pecah di jalanan, dan alat-alat penyelamat warga hancur total. ? “Ya Tuhan apakah ini suatu keajaiban?”

Ariel Henry telah menyatakan keadaan darurat di seluruh negeri selama sebulan. Ia mengatakan bahwa beberapa kota hampir seluruhnya rata dengan tanah.Pejabat pemerintah membantu dalam perencanaan dan koordinasi operasi penyelamatan di kota pesisir Les Cayes dekat pusat gempa.

Henry berkata: “Tugas yang paling penting adalah untuk menyelamatkan korban yang selamat di bawah reruntuhan sebanyak mungkin. Kita tahu bahwa rumah sakit setempat, terutama rumah sakit di Les Cayes, penuh sesak dengan orang-orang yang terluka dan patah tulang.”

Dia mengatakan bahwa Palang Merah Internasional dan rumah sakit di daerah yang terkena bencana, membantu merawat yang terluka, dan mengimbau semua orang di Haiti untuk bersatu.

Henry berkata: “Kebutuhannya sangat besar. Kita harus merawat yang terluka dan patah tulang, tetapi kita juga harus menyediakan makanan, bantuan dan tempat tinggal sementara dan dukungan psikologis.”

Gedung Putih menunjukkan bahwa Presiden AS Joe Biden  dan Wakil Presiden Kamala Harris mendengarkan pengarahan tentang gempa Haiti pagi itu. Biden telah mengesahkan operasi penyelamatan segera dan menugaskan Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Samantha Power, untuk mengkoordinasikan penyelamatan.

Di Haiti, gempa bumi berkekuatan 7,0 terjadi pada Januari 2010, yang menyebabkan sebagian besar Port-au-Prince dan kota-kota tetangga menjadi reruntuhan, menyebabkan lebih dari 200.000 kematian dan sekitar 300.000 cedera, dan lebih dari 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal. (hui)

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular