Wednesday, December 1, 2021
No menu items!
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANPria Pensiunan Memberi Rumah kepada Seorang Tunawisma dan Menjadi Teman Abadi

Pria Pensiunan Memberi Rumah kepada Seorang Tunawisma dan Menjadi Teman Abadi

Erabaru.net. Setelah 30 tahun hidup di jalanan California, Robert Pineda diberi kesempatan kedua oleh seorang pria yang tinggal di seberang negara itu. Sampai hari ini, kedua pria itu menjadi sahabat baik

Pada Mei 2019, salah satu penduduk Rhode Island, Scott Kuczmarski mengunjungi California dan bertemu dengan Pineda di Palo Alto untuk pertama kalinya. Pineda sedang mengendarai sepedanya, yang penuh dengan “100 kg barang,” kata Kuczmarski kepada Fox News.

Seperti yang Kuczmarski ingat, Pineda “tersenyum lebar saat dia berkendara di jalan”.

Itu meninggalkan kesan pada Kuczmarski, yang menetap pada benaknya: “Saya harus bertemu orang ini.”

Saat itu Kuczmarski, yang sudah pensiun, sedang membagi-bagikan botol air minum kepada para tunawisma di daerah itu sekaligus merawat putranya yang sedang melakukan tugas praktek sekolah kedokteran di Stanford.

Sebelum perjalanannya ke California, Kuczmarski membaca buku “The Art of Happiness” oleh Dalai Lama, yang didasarkan pada gagasan bahwa “Anda tidak bisa bahagia dengan mengejar kebahagiaan Anda sendiri secara langsung, Anda harus mengejarnya melalui kebahagiaan lainnya,” ujarnya.

Dia “terpesona” dengan gagasan itu dan ingin menguji teorinya dengan membantu komunitas tunawisma dan putranya yang selama empat minggu memiliki tugas untuk sekolah kedokterannya.

Setelah mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Pineda, keduanya bertemu untuk meminum kopi. Mereka langsung memiliki koneksi dan melanjutkan untuk bertemu untuk sarapan “hampir setiap hari selama dua atau tiga minggu ke depan kami bertemu” katanya.

“Begitu Anda berteman dengan seseorang, [Anda] akan berteman seumur hidup,” kata Pineda kepada Fox News, menambahkan bahwa setelah setiap interaksi mereka mulai lebih percaya satu sama lain dan “langsung cocok dari sana”.

Mereka tetap berhubungan dan pada Oktober 2019, Kuczmarski kembali ke California sementara putranya melakukan praktek lain untuk sekolah kedokteran.

Kali ini, Kuczmarski – yang berharap mendapatkan kepercayaan Pineda lebih banyak lagi – menghabiskan malam bersamanya di jalanan, di sebuah garasi parkir komersial di Palo Alto.

“Tidak lebih dari satu malam untuk menyadari betapa tidak terlihatnya Anda dan bagaimana orang-orang mengabaikan Anda,” kata Kuczmarski.

Kuczmarski mengingat saat-saat ketika Pineda “dilempar dan dipukul dengan batu oleh banyak orang.”

Rencana Kuczmarski adalah membangun kepercayaan yang cukup dengan Pineda sehingga pada akhirnya dia dapat membantunya mendapatkan pelayanan perawatan kesehatan mental melalui Opportunity Center of the Midpeninsula, sebuah kompleks apartemen dan pusat layanan terjangkau yang didedikasikan untuk membantu komunitas tunawisma dan individu berpenghasilan rendah sambil juga menawarkan layanan gratis kesehatan.

Kuczmarski juga memberi Pineda ponsel agar keduanya bisa tetap berhubungan lebih baik. Pada Mei 2020, Pineda, dengan bantuan Kuczmarksi, pindah ke sebuah pondok kecil di Foster, Rhode Island.

“Kita hanya terpisah 30 mil, jadi kita bisa tetap berhubungan,” kata Pineda.

Pada usia 59 tahun, Pineda meninggalkan “seluruh hidupnya dengan harapan dapat menemukan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Pineda mengatakan semuanya berubah karena dia berada di “tempat yang tepat pada waktu yang tepat”.

“Scott melakukan sesuatu dengan hidupnya dan dia … tidak hanya ingin menjalani masa pensiunnya, tetapi dia ingin berbagi hidupnya dengan saya,” kata Pineda. “Dan saya berbagi hidup saya dengan dia. Dan saya pikir itu tidak akan tergoyahkan.”(lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments