Monday, December 6, 2021
HomeSERBA SERBIGajah Paling Kesepian di Dunia Akhirnya Menikmati Hidupnya Setelah 35 Tahun Sendirian...

Gajah Paling Kesepian di Dunia Akhirnya Menikmati Hidupnya Setelah 35 Tahun Sendirian di Kebun Binatang

Erabaru.net. Kebebasan gajah Kaavan ini telah dirampas selama 35 tahun di Kebun Binatang Marghazar, yang terletak di ibu kota Pakistan, Islamabad. Penderitaan gajah ini telah menarik perhatian para aktivis yang memperjuangkan hak-hak binatang.

Selama tinggal di kebun binatang, dia menjadi korban perlakuan tidak adil, untuk waktu yang lama ia mencoba bertahan dalam kondisi yang sama sekali tidak menjamin kesejahteraannya. Gajah itu tiba di Pakistan pada tahun 1985.

Organisasi kesejahteraan dunia Four Paws berjuang untuk membebaskannya sebelum dipindahkan, dia perlu melakukan serangkaian tes untuk menentukan apakah dia cukup sehat untuk pemindahan atau tidak.

Tim dokter hewan dan ahli satwa liar Four Paws memimpin semua pemeriksaan kesehatan tersebut. Dokter hewan dari kelompok penyelamat Dr. Amir Khalil mengatakan:

“Karena kekurangan gizi dan kurangnya latihan fisik, Kaavan menunjukkan tanda-tanda obesitas. Selain itu, kukunya juga retak dan berubah bentuk, yang sepertinya diakibat karena lantai dan struktur kandang yang tidak tepat. Untuk mengatasi masalah ini, dia harus melalui program perawatan kaki jangka panjang yang juga tidak boleh dilakukan di Kebun Binatang Marghazar.”

Gajah mulia ini menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam isolasi. Setelah pasangannya, Saheli, mati pada tahun 2012, dia telah menghabiskan seluruh hidupnya sendirian menyerah pada kondisinya yang semakin memburuk. Dia bahkan dijuluki “gajah paling kesepian di dunia” karena perilakunya.

Dokter hewan mengatakan bahwa kurangnya kontak dengan orang lain, latihan fisik dan perilaku telah menyebabkan gajah ini memiliki perilaku stereotype.

“Dia telah mengembangkan perilaku stereotype di mana dia menggerakkan kepala dan belalainya dari sisi ke sisi selama berjam-jam. Walau begitu, hasil tes darahnya menunjukan hasil yang baik dan kondisi kesehatannya memungkinkan dia untuk dipindahkan ,” kata dr. Khalil.

Berkat kerja luar biasa dari para aktivis dan kelompok penyelamat, kehidupan gajah ini dan banyak hewan lain yang ada di kebun binatang, berubah selamanya.

Kaavan dipindahkan ke Suaka Margasatwa Kamboja, di mana ia secara bertahap beradaptasi dengan habitat barunya.

Sudah beberapa bulan sejak dia diselamatkan, dan gajah cantik ini sudah sangat percaya diri, luka di kakinya telah sembuh, dan sekarang dia sangat menyukai waktu saat dia menikmati menjelajahi kandang barunya.

Melalui jaringan Four Paws, mereka berbagi perubahan positif yang dialami gajah pemberani. Publikasi itu berbunyi:

“Hari-hari sepi sudah berakhir! Setelah bertahun-tahun, Kaavan akhirnya bisa berinteraksi dengan gajah lain sekali lagi. Di rumahnya yang barunya di Kamboja, dia perlahan-lahan mengenal teman lain di kompleks itu. Tentu saja, dia masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, dan itu pasti sangat melelahkan untuknya. Tapi kami tetap berharap yang terbaik untuknya dan kami sudah melihat perubahan positif dalam dirinya.”

Untungnya, pihak berwenang mengambil tindakan hukum dan Pengadilan Tinggi Islamabad memutuskan untuk menutup Kebun Binatang Marghazar .

Meskipun beberapa hewan tidak dapat bertahan hidup karena kondisi yang buruk di mana mereka berada, banyak lainnya dipindahkan ke suaka dan hari ini mereka menikmati hidup yang sehat dan bahagia.

Gajah yang sedih dan kesepian ini ditinggalkan di masa lalu, namun hari ini Kaavan dengan bebas telah menjelajahi ruang-ruang rumah barunya.

“Hati kami meleleh saat melihat Kaavan bahagia dan akhirnya melakukan apa yang seharusnya dilakukan gajah. Dia akhirnya menikmati kehidupan yang layak dan damai yang layak dia dapatkan, dan kami sangat bahagia untuknya,” ujar pihak Four Paws.

Pembebasan dan transformasinya yang luar biasa adalah hadiah untuk semua pecinta hewan. semua ucapan terimakasih juga tertuju kepada mereka yang tanpa lelah bekerja untuk mewujudkannya.

Kehidupan hewan yang rentan tidak akan berubah dengan sendirinya, dia membutuhkan kita untuk membuat sesuatu menjadi kenyataan yang paling indah. Bersama-sama kita dapat mencapai perubahan yang ingin kita lihat. bagikan kisah gajah Kaavan! (lidya/yn)

Sumber: zoorprendente

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular