fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANDia Diusir dari Rumah oleh Ayahnya yang Kaya Raya, Beberapa Tahun Kemudian...

Dia Diusir dari Rumah oleh Ayahnya yang Kaya Raya, Beberapa Tahun Kemudian Ayahnya Muncul di Rumahnya Sebagai Seorang Pengemis

Erabaru.net. Pada zaman dahulu, semasa Dinasti Qing (1647-1683), di sebuah desa bernama Xia Chuan di Yunnan, hiduplah seorang yang kaya raya bernama Jin Shan. Jin Shan hidup bahagia dengan sembilan putra dan seorang putri. Namun, dia adalah orang yang sombong yang selalu bangga pada dirinya sendiri karena kekayaannya.

Suatu hari, Jin Shan mengajukan pertanyaan kepada semua anaknya,: “Anak-anakku, siapa yang memberimu semua kekayaan ini?”

Sesuai yang diharapkan, semua putranya menjawab bahwa semua kekayaan yang mereka miliki berasal dari satu-satunya ayah mereka yang kaya. Namun, putri satu-satunya, Xiao Mei tidak setuju. Dia menyebutkan bahwa dia berhasil menjalani hidupnya karena usahanya sendiri.

Terkejut mendengar pernyataan putrinya, Jin Shan mengusir putrinya dari rumah.

Dengan mata berkaca-kaca, Xiao Mei lalu meninggalkan rumahnya tanpa tahu harus ke mana.

Dia akhirnya menunggang kudanya tanpa arah yang jelas. Dia mengikuti kudanya dengan membiarkan kuda itu pergi kemanapun ia mau. Kemudian, mereka berdua tiba di halaman sebuah rumah kecil. Rumah tersebut ditinggali oleh seorang ibu dan anaknya yang sama-sama bekerja sebagai petani.
Mengetahui dia masih belum menemukan tempat untuk singgah, dia mengumpulkan keberanian untuk meminta izin kepada mereka untuk tinggal di rumah hanya untuk satu malam.

Baik ibu dan anak itu memang bingung tetapi segera bertanya pada Xiao Mei alasan dia tinggal. Xiao Mei menceritakan semuanya kepada mereka tanpa kuasa untuk menahan air matanya. Air matanya mengalir saat dia menyebutkan setiap hal yang telah terjadi padanya.

Ibu dan anak itu bersimpati pada Xiao Mei. Mereka tidak tega membiarkan Xiao Mei pergi dengan arah yang tidak jelas, sehingga merekapun menawarkannya untuk tinggal bersama mereka selama yang dia mau.

Hari-hari berlalu, dan segera Xiao Mei menikah dengan putra pemilik rumah, Li Ming.

Xiao Mei dan Li Ming bekerja keras untuk hidup mereka. Setahun kemudian setelah pernikahan mereka, Xiao Mei melahirkan seorang bayi laki-laki yang menggemaskan.

Beberapa dekade kemudian, ketika Xiao Mei dan Li Ming tidak ada di rumah, datanglah seorang pria tua mengemis di depan rumah mereka.

Putra Xiao Mei ada di rumah. Bingung, dia bertanya kepada pria tua itu,: “Mengapa kamu menjadi pengemis? Apa kau tidak punya anak untuk menjagamu?”

“Saya memiliki sembilan putra dan satu putri tetapi semua putra dan menantu saya terlalu malas untuk bekerja dan mereka hanya suka menghabiskan semua uang saya. Ketika saya tidak punya apa-apa lagi, mereka meninggalkan saya sendirian,” kata pengemis itu.

“Saya punya anak perempuan tetapi saya sangat kejam saat itu karena saya telah mengusirnya keluar dari rumah saya dan sekarang saya tidak tahu di mana dia berada. Saya merasa menyesal dengan apa yang telah saya lakukan,” tambah pengemis itu.

Saat itu, Xiao Mei dan suaminya pulang ladang dan Xiao Mei segera mengetahui bahwa pria tua itu sebenarnya adalah ayah kandungnya. Dia tidak bisa menahan air matanya dan terus menangis ketika melihat ayahnya.

Jin Shan merasa malu ketika menyadari bahwa rumah itu sebenarnya milik putrinya. Dia pergi dengan cepat tetapi ditahan oleh Li Ming dan ibunya.

Akhirnya, mereka semua hidup bahagia bersama sebagai keluarga yang utuh. Namun, Jin Shan kemudian jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Kisah memilukan ini dikutip dari kisah 9 anak pemberontak yang tidak menghadiri pemakaman ayahnya, namun satu-satunya anak yang berbakti kepada ayahnya hingga nafas terakhirnya adalah Xiao Mei.

Sebagai pelajaran, anak harus selalu berbakti kepada kedua orangtuanya dalam keadaan apa pun. Jika seorang ayah bisa mengasuh 10 anak, mengapa 10 anak tidak bisa merawat ayahnya? Semoga kisah ini menjadi pedoman bagi kehidupan semua orang. (lidya/yn)

Sumber: goodtimes

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular