Wednesday, December 1, 2021
No menu items!
HomeNEWSINTERNATIONALKebijakan Epidemi Inggris Bergeser, Batalkan Paspor Vaksin dan Longgarkan Sejumlah Pengendalian Darurat

Kebijakan Epidemi Inggris Bergeser, Batalkan Paspor Vaksin dan Longgarkan Sejumlah Pengendalian Darurat

Chen Beichen 

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengungkapkan  kepada media pada 12 September soal pembatalan paspor vaksin. Javid mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan lebih banyak lockdown dan paspor vaksin tidak akan diluncurkan di Inggris. Setelah itu, orang-orang tidak akan lagi menunjukkan paspor vaksin ketika memasuki klub malam, konser, atau berbagai acara berskala besar.

Sajid Javid berkata : “Sekarang kita memasuki musim gugur dan musim dingin. Perdana Menteri akan mengusulkan minggu ini rencana pengendalian COVID untuk dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan. Kami akan memperjelas bahwa rencana vaksin kami berhasil.”

Javid kepada Sky News mengatakan bahwa pemerintah akan mengandalkan vaksin dan pengujian untuk mengendalikan epidemi.  The Joint Committee on Vaccination and Immunisation atau  Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI), akan mengonfirmasi rincian rencana vaksinasi intensif.

Javid juga mengatakan kepada BBC,  bahwa dia mengharapkan pemerintah untuk menghapus beberapa tindakan blokade. Kemudian tidak akan terus menerapkan paspor vaksin untuk membatasi orang-orang berpartisipasi dalam acara berskala besar. Selanjutnya, sesegera mungkin”mengakhiri” tes COVID-19  pada pelancong.

Reuters melaporkan bahwa pengumuman PM Inggris itu tentang kenaikan pajak bulan ini, untuk mengumpulkan dana guna meningkatkan jaminan sosial dan sistem medis telah menarik ketidakpuasan dari banyak anggota parlemen dan Kamar Dagang Inggris.  PM Inggris saat ini sedang bersiap untuk meninggalkan program paspor vaksin dan beberapa pengendalian darurat untuk menenangkan  gelombang kritik. 

Boris Johnson dalam sebuah pernyataan mengatakan : “Ini sangat perlu dan perlu, tetapi tindakan invasif. Saya memutuskan untuk mengakhiri darurat apa pun yang tidak lagi kita perlukan karena pertahanan vaksin.”

Pada Maret 2020, dengan diperkenalkannya Undang-Undang Coronavirus, pemerintah Inggris diberi kekuatan darurat penuh, termasuk langkah-langkah untuk menutup bisnis, menutup sektor ekonomi, dan menahan pasien yang terinfeksi.

Oposisi Partai Buruh juga setuju untuk menghapus beberapa tindakan dari peraturan, tetapi meminta Layanan Kesehatan Nasional (NHS) untuk bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan epidemi. Pemimpin Kebijakan Kesehatan Partai Buruh, Jonathan Ashworth\ mengatakan: “Kita perlu mempersiapkan NHS kita untuk musim dingin.”

Mengenai pergantian kebijakan, Michael Kill, kepala eksekutif Asosiasi Industri Malam Inggris (NTIA), mengatakan bahwa dia berharap kebijakan itu akan “membangun kembali industri yang terdesak selama epidemi.” (hui)

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments