Monyet Diana Tertua di Dunia di Penangkaran Mati di Sapporo Jepang

Erabaru.net. Monyet Diana tertua di dunia di penangkaran bernama ‘Washington’ telah mati pada usia 39 tahun di sebuah kebun binatang di Sapporo di pulau utama paling utara Jepang, kata para pejabat Sabtu (23/10).

Primata jantan, lahir pada 26 Agustus 1982, di Kebun Binatang Oklahoma di Amerika Serikat, telah menjadi ayah dari total 13 keturunan, berkontribusi pada pelestarian spesies yang terancam punah.

Monyet itu makan sampai Jumat (22/10), tetapi kematiannya dikonfirmasi pada hari berikutnya, menurut Kebun Binatang Sapporo Maruyama, tempat dia tinggal sejak 1984.

Washington diyakini telah mati karena sebab alami setelah ia mulai kehilangan kekuatan dan penglihatannya. Namun, pihak kebun binatang mengatakan akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kebun binatang juga berencana untuk mendirikan stand bagi pengunjung untuk meletakkan bunga untuk memperingati Washington. Beberapa anaknya disimpan di kebun binatang Jepang.

Monyet Diana, spesies arboreal yang dinamai dengan alis putihnya yang menyerupai bulan sabit di dahi dewi Romawi Diana, ditemukan di Afrika Barat dari Sierra Leone hingga Ghana. Ini terdaftar sebagai ‘terancam punah’ dalam daftar merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam.

Mereka biasanya berukuran sekitar 50 hingga 60 sentimeter panjangnya dan beratnya sekitar 5 kilogram. Namun, betina cenderung sedikit lebih kecil daripada jantan.(yn)

Sumber: kyodonews