fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeBERITA TIONGKOKEpidemi Menyebar dengan Cepat di 16 Provinsi Tiongkok Dalam Seminggu

Epidemi Menyebar dengan Cepat di 16 Provinsi Tiongkok Dalam Seminggu

oleh Li Shanshan

Situasi epidemi terbaru di daratan Tiongkok saat ini telah menyebar ke 16 provinsi dalam waktu seminggu, dan sebagian besar dari orang yang terinfeksi telah melakukan perjalanan lintas wilayah. Saat ini, sumber epidemi masih belum dapat dipastikan, dan rantai penularannya masih terus meluas. Warga masyarakat menjadi panik akibat pihak berwenang kembali memberlakukan tindakan keras dalam pencegahan penyebarannya. “Sekarang tidak lagi berbicara soal kemacetan lalu lintas, bahkan tidak ada mobil di jalanan, karena mereka semua terkurung dalam rumah”.

Misalnya, situasi epidemi virus komunis Tiongkok  (COVID-19) di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei telah kembali memanas. Pada 25 Oktober, 20 kabupaten dan distrik di Shijiazhuang tiba-tiba secara serentak mengeluarkan pemberitahuan darurat yang meminta penangguhan semua kegiatan pertemuan berskala besar.

Sehari sebelumnya, meskipun hanya ada satu penambahan kasus baru epidemi yang dilaporkan secara resmi oleh pejabat Kota Shijiazhuang, namun sejumlah distrik langsung diblokir, dan warga diperintahkan untuk segera melakukan tes asam nukleat. Saat ini tercatat ada lebih dari 5 juta orang warga yang telah menjalani tes.

“Sejak diumumkannya kasus baru di Distrik Yuhua, Shijiazhuang langsung panik, kemudian beberapa komunitas individu di Shijiazhuang diblokir. Tampaknya epidemi kembali memanas dan bentuk mencegah penularannya jadi ketat. Seperti halnya distrik kami, warga langsung digiring menjalani tes asam nukleat semalaman”, kata warga setempat.

Tindakan pemerintah setempat dalam mencegah penularan epidemi yang seakan menghadapi musuh besar membuat warga Shijiazhuang panik dan pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Dari video yang diposting oleh netizen, banyak makanan di rak supermarket yang ludes diborong warga.

“Tidak terduga bukan, harga bayam jepang lebih tinggi dari daging babi.” 

“Lihatlah, rak-rak di supermaket nyaris tidak tersisa, mau beli apa ?”

 Mr. Liu dari Baoding, Hebei berkata :  “Saya biasa membeli mentimun seharga RMB. 10,- per 3 kati. Kemarin, saya membelinya dengan harga lebih dari RMB. 6,- per kati. Di daerah pedesaan kami, masih lebih dari RMB. 6,- per kati. Di Beijing, harganya mungkin sudah lebih dari RMB. 7,- per kati. Pokoknya, harga naik terlalu banyak dan cepat.

Menurut data resmi, dalam seminggu terakhir, jumlah orang yang terinfeksi epidemi yang dikategorikan dalam “kelompok wisata” sebagai rantai transmisi utama terus menunjukkan peningkatan dan telah menyebar sampai ke 16 provinsi, daerah otonom dan kabupaten di Shaanxi, Mongolia Dalam, Ningxia, Gansu, Hunan, Guizhou, Hebei, Hubei, Qinghai, Kota Beijing, Shanghai dan lainnya. 

Menurut laporan resmi, setidaknya 133 orang telah didiagnosis terinfeksi, tetapi karena komunis Tiongkok terbiasa dengan memodifikasi data guna menutupi jumlah epidemi agar tidak diketahui masyarakat, sehingga jumlah sebenarnya dari kasus infeksi tidak dapat diketahui oleh dunia luar.

 “Orang-orang Tiongkok berbeda pemikiran dengan orang Barat dalam masalah ini, dan tindakan di sini juga ketat. Jika Anda tidak puas lalu melawan pihak berwenang, Niscaya Anda akan ditangkap. Saya pikir ini adalah cara cuci otak jangka panjang yang dilakukan pemerintah komunis Tiongkok, ” kata Mr. Liu. 

Kota Beijing yang berjarak tidak jauh dari Provinsi Hebei, dalam beberapa waktu terakhir juga menerapkan kembali pemblokiran sejumlah distrik, karena ada warga yang terinfeksi. Sampai-sampai pihak berwenang Beijing juga melakukan kontrol yang ketat terhadap personel yang memasuki Kota Beijing.

“Dimana ditemukan epidemi, distrik itu langsung diblokir. Sekarang penyebaran virusnya di Beijing sudah semakin meluas, oleh karena itu distrik yang diblokir semakin banyak. Jika saya kembali ke Beijing saat ini, dapat dipastikan saya akan dipaksa menjalani karantina”, kata Mr. Liu.

Di Mongolia Dalam, laporan resmi terbaru menunjukkan ada 19 kasus lokal yang dikonfirmasi. Karena rantai penularan virus masih meluas, banyak turis asing terpaksa tinggal di daerah setempat untuk menjalani karantina.

“Rencana awalnya pergi ke Gurun Tengger, Liga Alxa di Mongolia Dalam, lalu ke hutan Populus euphratica di Panji Ejina, dan Gurun Badain Jaran untuk melakukan kegiatan fotografi. Karena wabah jadi kita terdampar di Ejina Banner”.

Pihak Ejina Banner di Mongolia Dalam mengeluarkan pengumuman pada 25 Oktober yang berisikan larangan keluar dari rumah bagi setiap orang di wilayahnya.

Kota Hohhot, Mongolia Dalam, juga mengambil tindakan pencegahan dengan cara yang ketat, sejumlah besar toko harus ditutup, dan uji asam nukleat berskala besar diluncurkan di seluruh kota.

Seorang warga Holhot mengatakan : “Seluruh toko yang berkaitan dengan usaha hiburan wajib ditutup, kecuali yang berkepentingan dengan kelangsungan hidup masih boleh buka”.

Gelombang epidemi yang kembali mengganas di daratan Tiongkok sekarang ini adalah akibat penyebaran dari strain Delta yang memiliki daya transmisi kuat, masa inkubasinya pendek, dengan viral load tinggi, tetapi sumber epidemi masih belum dapat dipastikan. Saat ini, virus yang masih menyebar telah menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. (Sin)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular