fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeBERITA NASIONALJokowi Ingatkan 105 Kabupaten/Kota Mengalami Kenaikan Kasus Positif COVID-19

Jokowi Ingatkan 105 Kabupaten/Kota Mengalami Kenaikan Kasus Positif COVID-19

Erabaru.net. Presiden Jokowi mengingatkan kepada kepala daerah agar waspada dan berhati-hati soal kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah daerah. Walaupun kenaikannya tak signifikan, sekecil apapun penambahan kasus tetap harus diperhatikan.

“Saya ingin mengingatkan, ini hati-hati, provinsi yang terjadi kenaikan kasus meskipun hanya kecil, tapi hati-hati. Kenaikan sekecil apa pun harus hati-hati,” ujarnya saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (25/10/2021).

Ia memberikan contoh, tiga minggu yang lalu Maluku Utara, tetapi sudah melandai.  Kemudian dua minggu yang lalu Papua Barat, Sulawesi Barat, dan juga Sulawesi Utara, tetapi juga sudah mulai melandai,  Jokowi juga minta berhati-hati.

“Dan yang terakhir, ini di minggu-minggu kemarin, itu Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara yang sedikit mulai merangkak naik,” tegasnya.

“Tapi apa pun, meskipun kecil merangkak naik, tetap harus diwaspadai. Artinya apa? Kenaikan itu ada, meskipun kecil. Oleh sebab itu, saya minta Gubernur, Pangdam, Kapolda mengingatkan kepada Bupati, Wali Kota, kepada Kapolres dan juga Dandim, Danrem agar tetap meningkatkan kewaspadaan, memperkuat tracing dan testing, dan juga tes betul-betul kontak eratnya dengan siapa,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebutkan ada sejumlah Kabupaten/Kota yang juga mengalami lonjakan kasus Positif COVID-19.

“Kemudian juga ada 105 kabupaten/kota di 30 provinsi yang kasus positifnya naik. Meskipun, sekali lagi, meskipun sedikit tetapi tetap ini harus diwaspadai. Ada 105 kabupaten dan kota,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan agar  semuanya memaksimalkan penggunaan platform (aplikasi) Peduli Lindungi, utamanya di mal, di tempat-tempat wisata, kemudian di pasar-pasar.

“Saya berikan contoh misalnya di dua tempat ini, ini satu rombongan keluarga yang QR code-nya hanya satu, artinya, yang lain enggak terpantau. Kemudian yang (kedua), ada yang tidak ada QR code Peduli Lindungi, tetapi tetap dibuka. Controlling seperti ini harus diingatkan kepada keluarga kita, tempat-tempat wista, mal, dan lain-lainnya harus terus diwaspadai dan dikontrol,” pesannya. (asr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular