Tsai Ing-wen Berbicara Tentang Hubungan Taiwan-AS, Menyinggung Masalah yang Paling Mengkhawatirkan Beijing

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memberikan pidato usai mengunjungi Armada ke-131 Angkatan Laut di Keelung, Taiwan, pada 8 Maret 2021. (Ann Wang/Reuters)

Presiden Republik Tiongkok Tsai Ing-wen untuk pertama kalinya mengonfirmasi tentang militer AS membantu pelatihan di Taiwan dalam sebuah wawancara dengan media. Media resmi Komunis Tiongkok meresponnya dengan judul “Bermain dengan Api di Depan Umum.” Komentar tersebut dipercayai sebagai tanggapan Komunis Tiongkok yang menjadi bukti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Komunis Tiongkok mengenai masalah Taiwan. Sedangkan hubungan antara Taiwan dan Amerika Serikat selalu menjadi masalah yang paling dikhawatirkan oleh otoritas Beijing

Li Yun/Huang Yimei 

CNN menyiarkan wawancara dengan Presiden Tsai Ing-wen dari Republik Tiongkok pada Rabu (27/10). Dia mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa militer AS membantu dalam pelatihan tentara nasional di Taiwan. 

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden juga menyebutkan ketika berpartisipasi dalam program CNN pada tanggal 21 Oktober bahwa jika Komunis Tiongkok menyerang Taiwan dengan paksa, Amerika Serikat telah “berjanji” kepada Taiwan.

Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan dari Komunis Tiongkok, menyatakan pada 11 Oktober bahwa ia dengan tegas menentang hubungan militer antara Taiwan dan Amerika Serikat. 

Mengenai wawancara CNN dengan Tsai Ing-wen, media resmi Partai Komunis Tiongkok “Global Times” mengkritiknya sebagai bermain api di depan umum. 

Juru bicara diplomatik Komunis Tiongkok juga mengatakan, “Komunis Tiongkok dengan tegas menentang segala bentuk pertukaran resmi dan hubungan militer antara AS dan wilayah Taiwan, dan menentang campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Tiongkok.”

Lan Shu, komentator Tiongkok mengatakan hal yang perlu diketahui bahwa  pertama-tama, Taiwan telah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat sejak Pemberontakan Wuchang pada tahun 1991 dan Revolusi 1911. Yang kedua adalah bahwa Amerika Serikat belum menempatkan tentara di Taiwan. Setelah senjata dijual ke Taiwan. Ke depan akan ada pelatihan, operasi, dan sebagainya. Cara mengelola aspek ini memerlukan bimbingan ahli. Oleh karena itu, militer AS membantu tentara nasional dan melatih tentara nasional . Amerika Serikat tidak ditempatkan di Taiwan.

Menanggapi kritik terhadap Komunis Tiongkok, CNN menerbitkan sebuah artikel lagi, menunjukkan bahwa mendukung Taiwan adalah konsensus kedua pihak di Amerika Serikat. Tanggapan Komunis Tiongkok adalah bukti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Komunis Tiongkok atas masalah Taiwan. Hubungan antara Taiwan dan Amerika Serikat selalu menjadi masalah yang paling mengkhawatirkan bagi otoritas Beijing.

 “Selama bertahun-tahun, negara-negara Barat memiliki pengalaman pribadi mereka sendiri tentang betapa sulitnya berurusan dengan Komunis Tiongkok. Wajah jelek Komunis Tiongkok yang disebutkan oleh Presiden Tsai Ing-wen, sebenarnya telah diketahui oleh semua negara Barat yang telah berurusan dengan Komunis Tiongkok selama bertahun-tahun. Semuanya menyakitkan, mereka semua bisa merasakan hal yang sama, dan sangat mudah dimengerti,” kata Lan Shu. 

Mengenai hubungan lintas selat, Tsai Ing-wen mengatakan bahwa ini mungkin menjadi masalah yang paling menantang bagi Taiwan, Komunis Tiongkok, dan bahkan orang-orang di seluruh dunia. 

Meskipun sistem politik Taiwan berbeda, jika Presiden Komunis Tiongkok Xi Jinping bersedia, dia “akan duduk dan berbicara dengannya.” Ini juga merupakan cara terbaik untuk menghindari kesalahpahaman, salah perhitungan, dan salah penilaian ketika berhadapan dengan hubungan lintas selat.

Presiden Tsai Ing-wen juga mengungkapkan bahwa Xi Jinping adalah pemimpin negara besar, sayangnya negara besar ini bukanlah negara demokrasi, setidaknya tidak sekarang.

Pemimpin redaksi kehormatan majalah “Beijing Spring, Hu Ping mengatakan dikarenakan Amerika Serikat telah menyatakan sikap ini beberapa kali, dan kemudian memasukkan CNN untuk mewawancarai Tsai Ing-wen, maka telah meningkatkan visibilitas internasional Taiwan dan perhatian negara lain, terutama demokrasi Barat. Sedangkan perbandingan antara kedua belah pihak ini, tentu saja semua orang akan lebih muak dengan Komunis Tiongkok.”

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan bahwa semua partai politik di Taiwan mendukung dan berharap memiliki kesempatan untuk menjadi peserta yang berarti dalam sistem PBB. Ketika reporter CNN bertanya apakah Presiden Tsai Ing-wen akan khawatir dengan reaksi Komunis Tiongkok, Presiden Tsai Ing-wen menjawab dan membiarkan komunitas internasional mengevaluasinya.

Dunia luar percaya bahwa Komunis Tiongkok memiliki kekuatan besar di PBB. Oleh karena itu, Taiwan mungkin tidak dapat memasuki sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan mulus.

“Tentu saja belum mencapai titik di mana ia mendominasi PBB, tetapi pengaruhnya di PBB memang lebih besar dalam lima, sepuluh, lima belas, dua puluh, dan tiga puluh tahun terakhir. Ini adalah fakta. Jika itu berlanjut selama sepuluh Tahun lagi, maka tidak terpikirkan,” ujar Hu Ping.  

Hu Ping percaya bahwa jika liberalisasi dan demokratisasi Tiongkok tidak dapat dipromosikan dalam 10 tahun, seluruh dunia akan menjadi lebih buruk daripada sekarang. (hui)