Tuesday, January 25, 2022
HomeBERITA TIONGKOKAhli Ekonomi Menjelaskan Mengapa Figur Ekonomi Tiongkok Tidak Dapat Dipercaya

Ahli Ekonomi Menjelaskan Mengapa Figur Ekonomi Tiongkok Tidak Dapat Dipercaya

Frank Fang dan Jan Jekielek 

Di Tiongkok, ada dua ‘set buku yang berbeda’ yang menggambarkan keadaan ekonomi Tiongkok. Satu set buku sesuai dengan garis resmi yang diumumkan oleh Partai Komunis yang berkuasa, tetapi terdiri dari data palsu. Versi ini bersifat publik. Set buku lainnya berisi data yang sebenarnya, tetapi set buku ini hanya dapat diakses oleh para pejabat Partai atau dibeli di pasar gelap.

Hal tersebut diungkapkan oleh Christopher Balding, yang mengajar ekonomi di Fakultas Bisnis Universitas Peking di Shenzhen selama sembilan tahun, hingga tahun 2018. 

Tahun itu, Christopher Balding kehilangan jabatannya di universitas tersebut setelah menyuarakan keprihatinan mengenai praktik sensor oleh Beijing. Christopher Balding kemudian meninggalkan Tiongkok, dengan alasan kekhawatiran akan keselamatannya.

Sementara kebanyakan orang akrab dengan sensor dari atas ke bawah oleh Partai Komunis Tiongkok yang membatasi kebebasan rakyat berekspresi dan akses rakyat terhadap informasi, orang-orang itu mungkin tidak menyadari sejauh mana sensor dalam birokrasi rezim yang luas itu sendiri, kata Christopher Balding, yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Ada juga sensor yang sangat besar… mengenai bagaimana informasi disampaikan ke atas,” kata Christopher Balding dalam program “American Thought Leaders” Epoch TV. 

“Tidak ada orang yang pergi dan memberitahu bos mereka, ‘Hei, kami mengalami sebuah tahun yang buruk tahun ini.'”

Christopher Balding menyatakan bahwa “ada set-set buku yang sama sekali berbeda” mengenai data ekonomi di Tiongkok.

Pihak berwenang regional Tiongkok bahkan telah mengakui sebanyak dalam beberapa tahun terakhir. 

Pada  Januari 2017, pihak berwenang di Provinsi Liaoning, timur laut Tiongkok, mengaku menggelembungkan data ekonomi Provinsi Liaoning dari tahun 2011 hingga 2014. Setahun kemudian, sebuah kota di Mongolia Dalam, utara Tiongkok, merevisi data ekonominya tahun 2017 setelah mengakui bahwa mereka telah memasukkan “penambahan-penambahan palsu.”

Christopher Balding mengingat sebuah anekdot saat ia berada di Tiongkok. Seorang pejabat Tiongkok mengatakan kepadanya, bahwa pejabat lain yang bekerja di sebuah cabang setempat biro statistik nasional ditangkap karena menjual data ekonomi yang sebenarnya.

Christopher Balding bertanya kepada pejabat tersebut apakah orang itu didakwa atas tuduhan korupsi atau pelanggaran keamanan nasional. “Oh, keamanan nasional,” kata pejabat itu. “Kami tidak dapat mengeluarkan informasi itu di depan umum.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

TERBARU

CERITA KEHIDUPAN