Saturday, January 22, 2022
HomeSAINS & TEKSAINSPenelitian Hong Kong Menunjukkan 2 Dosis Vaksin Sinovac Tiongkok Tidak Efektif Terhadap...

Penelitian Hong Kong Menunjukkan 2 Dosis Vaksin Sinovac Tiongkok Tidak Efektif Terhadap Omicron

Nicole Hao – The Epoch Times

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa dua dosis vaksin  COVID-19 Sinovac Tiongkok tidak menghasilkan jumlah antibodi yang cukup terhadap varian Omicron yang baru dan sangat menular.

Penelitian tersebut menguji darah dari 25 orang yang telah menerima divaksinasi lengkap dengan menggunakan Coronavac dari Sinovac. Tidak satu pun dari mereka “mengandung antibodi yang cukup untuk menetralisir” varian Omikron,” tulis para peneliti di Departemen Mikrobiologi University of Hong Kong (HKU) dalam pernyataan mereka yang dirilis pada  14 Desember. Penelitian ini menggunakan dua varian Omicron, satu varian Omicron dari Afrika Selatan dan satu varian Omicron dari Nigeria.

Penelitian di Universitas Hong Kong diterima untuk dipublikasikan di jurnal medis “Clinical Infectious Diseases” dan dirilis secara online sebagai pracetak.

Namun, Sinovac tidak setuju dengan penelitian tersebut dan mempublikasikan hasil ujinya sendiri pada 15 Desember. Sinovac mengklaim pihaknya telah memperoleh dua varian Omicron dari Universitas Hong Kong, dan menggunakan salah satu varian tersebut untuk pengujian.

“35 persen (tujuh sampel) serum dari 20 penerima-penerima vaksin 20 Coronavac, yang menerima dua suntikan, memiliki antibodi-antibodi yang mampu menetralkan [terhadap Omicron],” Sinovac menyatakan tanpa merinci lebih lanjut.

Sean Lin, Ph.D. dan mantan direktur laboratorium virologi di Walter Reed Army Hospital, mengatakan kepada The Epoch Times pada tanggal 15 Desember bahwa penelitian University of Hong Kong (HKU) dapat dipercaya, tidak hanya karena dipimpin oleh Kwok-Yung Yuen, seorang profesor penyakit menular yang sangat dihormati di, tetapi juga karena hasil penelitian cocok dengan penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal medis dalam beberapa bulan terakhir.

“Penelitian University of Hong Kong menguji beberapa varian pada serum-serum, tidak hanya Omicron. Dari penelitian itu, kita dapat menemukan bahwa antibodi dalam serum tidak berkurang, tetapi tidak cukup berpengaruh saat menghadapi varian Omicron. … Untuk penerima vaksin Coronavac, antibodi yang dihasilkan tubuh mereka setelah vaksinasi, mungkin menyebabkan mereka lebih rentan terhadap Omicron,” komentar Sean Lin.

Coronavac banyak digunakan di Tiongkok dan negara-negara berkembang. Sean Lin mengungkapkan kekhawatiran bahwa sebuah suntikan booster Coronavac tidak akan seefektif melawan Omicron seperti vaksin yang digunakan di Amerika Serikat, dan Sinovac tidak memiliki kemampuan untuk dengan cepat menghasilkan suntikan booster yang cukup untuk semua pelanggannya di seluruh dunia.

The Epoch Times memanggil seorang anggota staf pemerintah di Tiongkok yang bertanggung jawab atas  vaksinasi di satu kota. Ia mengatakan bahwa seorang penerima dapat memiliki sebuah suntikan booster  setidaknya 183 hari setelah vaksinasi kedua.

“Kamu harus menerima tiga suntikan secara bergantian, dan tidak dapat menerima suntikan kedua untuk [sebelum mendapatkan] booster,” kata staf pemerintah.

Staf pemerintah tersebut tidak menjawab pertanyaan  apakah aturan itu disebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan kapasitas produsen produksi vaksin Tiongkok.              

Penelitian University of Hong Kong 

Selain menguji keefektifan Coronavac dari Sinovac, peneliti-peneliti Universitas Hong Kong mempelajari vaksin-vaksin BNT162b2 dari BioNtech, mitra Pfizer Jerman. Hong Kong hanya memiliki dua vaksin COVID-19, Coronavac dan BNT162b2.

Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 5 dari 25 penerima vaksin BNT162b2 memiliki kemampuan menetralkan varian Omicron.

Tim University of Hong Kong  tidak mempelajari efektivitas vaksinasi dari orang yang telah menerima booster, tetapi menyatakan: “Dosis ketiga vaksin COVID-19  diperlukan untuk meningkatkan respons antibodi terhadap varian Omicron.”

Secara jelas, tim University of Hong Kong  menyarankan agar orang-orang menerima vaksin BioNtech karena “apakah dosis ketiga dari vaksin Coronavac saat ini akan meningkatkan respons antibodi dalam menetralkan varian Omicron masih tetap ditentukan,” kata penelitian tersebut.

Saran penelitian tersebut selaras dengan pernyataan Pfizer-BioNTech.

Pada 8 Desember, Pfizer menyatakan bahwa penelitian laboratorium awal mereka menunjukkan bahwa “dua dosis [vaksin] menunjukkan titer-titer netralisasi yang berkurang secara bermakna” terhadap varian Omicron, sementara “tiga dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech menetralkan varian Omicron.” (Vv)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

TERBARU

CERITA KEHIDUPAN