Untuk Membantu Keluarganya Dia Membuka Kedai Mie di Pinggir Jalan, Suatu Hari Dia Memberi Semangkuk Mie pada Pria Tua yang Tersesat, Itu Membuatnya Bertemu dengan Orang yang Tak Terduga

Erabaru.net. Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda sebuah cerita tentang seorang gadis dengan kehidupan yang keras, tetapi dia baik hati dan melakukan perbuatan baik. Tidak disangka, kehidupan selanjutnya telah mengalami perubahan yang luar biasa.

Ketika orang menanam kebaikan, mereka tidak akan segera mendapatkan imbalan yang baik, hanya ketika takdir tiba mereka akan memperoleh hasil yang baik.

Sebaliknya, jika seseorang menabur kejahatan, dia akan menuai akibat buruk di masa depan.

Gadis itu mendorong sepeda roda tiga untuk mendirikan warung pinggir jalan setiap hari, menghasilkan uang untuk menghidupi ibunya yang sakit parah dan adik laki-lakinya yang sedang belajar di universitas.

Gadis itu meletakkan dua atau tiga meja di sisi jalan, dan bisnis dimulai.

Ketika bisnisnya bagus, dia bisa mendapatkan 200-300 yuan, dan ketika bisnisnya buruk, untuk kembali modal saja sudah untung.

Jika hari itu agak sepi dia dia akan berkeliling menyusuri gang-gang untuk menjajakan mienya

Ada seorang pria muda yang sering pergi ke warung gadis itu untuk makan mie, dan dia selalu memesan mie yang paling murah.

Pria itu sesekali mengobrol dengan gadis itu dan bertanya apakah bisnis dan penghasilannya bagus hari ini.

Karena pria itu selalu memakai pakaian yang sangat biasa dan selalu jalan kaki untuk makan mie, gadis itu mengira pria itu miskin dan terlalu malas untuk memasak, sehingga dia sering datang ke warungnya untuk makan mie.

Hingga suatu hari, pria itu tiba-tiba bertanya kepada gadis itu apakah dia punya pacar.

Gadis itu menjawab bahwa dia sangat miskin, bahwa ibunya sakit stroke dan harus dia urus, dan adik laki-laki masuk universitas.

Dan sejak hari itu, pria itu datang ke kedainya pada jam 6 setiap hari untuk membantu gadis itu.

Pada hari Festival Qixi, pria itu tidak datang ke warung seperti biasanya, dan gadis itu merasa sedikit kehilangan di hatinya, menduga bahwa pria itu mungkin ada urusan pribadi.

Tanpa diduga, pria itu muncul pada jam 8 malam, memegang sebuket bunga dan mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.

Begitulah cara mereka akhirnya jalan bersama.

Selama masa pacaran, pria itu beberapa kali mengungkapkan untuk membawa gadis itu ke rumahnya untuk menemui keluarganya, tetapi gadis itu selalu mencari alasan untuk menunda karena tekanan di hatinya.

Pada bulan April tahun berikutnya, setelah kesehatan ibunya jauh lebih baik, gadis itu memutuskan untuk menemani pacarnya pulang dan mengunjungi orangtua pacarnya.

Namun, sesampainya di rumah pacarnya, gadis itu terkejut.

Ternyata pacarnya tinggal di rumah yang mewah, tetapi dia tidak pernah memberi tahu gadis itu.

Gadis itu mulai merasa ragu dalam hatinya, berpikir bahwa dia tidak layak untuk pacarnya, dan ingin melepaskan hubungan yang sia-sia ini.

Saat itu, sang pacar meminta gadis itu untuk mempercayainya.

Memasuki rumah pacarnya, orangtua pacarnya dengan hangat menyambut gadis itu.

Belakangan, gadis itu mengetahui bahwa dia telah bertemu ayah pacarnya beberapa tahun yang lalu.

Ternyata ayah pacarnya menderita penyakit Alzheimer, dan saat kondisinya memburuk, dia kadang-kadang tidak tahu jalan pulang ketika dia berjalan-jalan.

Kebetulan sekali ayahnya tersesat, dia datang ke warung gadis itu dan memakan mie sisa orang lain.

Gadis itu tidak marah pada ayahnya saat itu, dan mengambil mie itu, kemudian memasak semangkuk mie baru untuk diberikan ayahnya.

Pada hari itu, ayahnya tidak pergi sampai kios tutup, gadis itu mengetahui bahwa pria tua itu telah tersesat setelah bertanya, jadi dia membawanya ke kantor polisi.

Gadis itu tidak menyangka hal biasa seperti itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Setelah pria tua itu kembali ke rumahnya, dia menceritakan pada keluarganya tentang gadis penjual mie itu.

Kemudian, putra pria tua sering pergi ke warungnya untuk makan mie, dan ingin membalas atas kebaikan pada ayahnya.

Belakangan, entah kenapa, dia mulai merasa kalau mie gadis itu semakin enak.

Sekarang, pria yang sudah menjadi suami gadis itu telah mendirikan kedai permanen dan membiarkan gadis itu menjalankan bisnisnya sendiri.

Kedua mertuanya juga sangat mencintai gadis itu, dan gadis itu sangat bersyukur dengan kehidupan saat ini.

Adik laki-laki gadis itu juga telah berhasil lulus.

Setiap kali dia mengingat ini, gadis itu merasa terharu, jadi dia menulis kisah ini untuk dibagikan kepada semua orang.

Gadis itu tidak terlalu memikirkan saat membantu ayah dari suaminya, itu murni karena kebaikan.

Kebajikan yang ditanam oleh gadis itulah yang kemudian mendapatkan pembalasan yang baik untuk gadis itu.

Sekarang gadis itu telah menjadi seorang istri dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Cerita kehidupan yang penuh dengan energi positif, ketika kamu bersedia memberikan kehangatan kepada orang lain, orang lain juga akan bersedia memberimu kehangatan. Gadis itu adalah contoh nyata.

Gerakkan jari Anda untuk berbagi cerita ini, biarkan lebih banyak orang melihat kisah gadis itu! (yn)

Sumber: goez1.