Aku Membawa Anakku Main ke Rumah Orangtuaku, Saat Aku Mendengar Ibuku Berbicara dengan Iparku, Aku Memutuskan untuk Pulang dan Tidak Datang Lagi

Erabaru.net. Saat aku masih anak tunggal dalam keluarga, aku sangat dicintai oleh orangtuaku, tetapi sejak adik laki-lakiku lahir, semuanya telah berubah.

Saat beranjak dewasa aku disuruh berhenti sekolah dan bekerja untuk mencari uang, ibuku mengatakan bahwa adik laki-lakiku akan menjadi penopang keluarga di masa depan, dan aku harus mendukungnya.

Kemudian, aku bertemu suamiku ketika aku sedang bekerja di luar kota. Kondisi keluarga suamiku cukup baik. Ketika aku menikah, ibuku meminta hadiah pertunangan 100 juta. Beberapa tahun yang lalu, 100.000 juta bukan jumlah yang sedikit.

Aku memiliki hubungan yang baik dengan suamiku.

Orangtuaku selalu mengeluh padaku untuk meminta bantuan. Saat kulkas di rumah rusak aku diminta untuk membelikannya. Saat adikku ingin membeli komputer, mereka juga meminta aku untuk membelikannya.

Saya merasa tidak nyaman, satu sisi mereka adalah orangtuaku, di sisi lain suamiku yang mencari uang.

Kemudian, ketika adik laki-lakiku menikah, aku mengeluarkan 70.000 juta, dan aku bahkan bertengkar dengan suami karena hal ini.

Saat suamiku sedang dalam perjalanan bisnis, dan aku merasa bosan tinggal di rumah bersama anak, jadi aku berpikir untuk pulang ke rumah orangtuaku selama beberapa hari, juga karena anakku sudah lama tidak melihat kakek dan neneknya.

Sebelum datang aku menelepon orangtuaku terlebih dahulu untuk mengabarkan kalau aku akan berkunjung ke rumah.

Orangtuaku menyambutku dengan sangat senang, begitu juga adikku dan adik iparku.

Saat itu aku keluar kamar dan hendak ke toilet, saat melewati ruang tamu aku mendengar suara-suara dari kamar orangtuaku.

Saat aku mau masuk dan hendak mengetuk pintu, aku mendengar bahwa itu suara adik iparku dan ibuku, dan ibuku berkata : “Jangan khawatir, kamu membeli mobil, masalah ini akan ibu tanggung, dan ibu akan memberi tahu Lily (namaku) dan minta dia membantu 100.000 juta. Keluarga suaminya tidak ada masalah untuk jumlah uang ini.”

Adik iparku tersenyum dan berkata: “Aku tahu bahwa ibu adalah yang terbaik untukku.”

Selama bertahun-tahun menikah, aku telah memberikan banyak uang kepada orangtuaku, tetapi aku belum memberikan uang untuk pernikahan saudara laki-lakiku.

Karena sering memberi uang kepada orangtuaku, membuat hubunganku dengan suamiku tidak baik. Kami sering bertengkar.

Sekarang ibuku meminta uang kepadaku untuk membelikannya Mobil, suamiku pasti tidak akan setuju. Aku tidak ingin merusak keluargaku sendiri dengan membantu orangtuku.

Aku memutuskan untuk pulang keesokan harinya dan memutuskan untuk tidak datang lagi ke rumah orangtuaku, jika tidak, rumah tanggaku akan hancur di tangan keluargaku sendiri suatu hari nanti.

Apakah keputusan yang aku ambil ini salah? (yn)

Sumber: goez1