Aku Pulang ke Desa Istriku untuk Merayakan Ulang Tahun Ibu Mertuaku, Apa yang Aku Lihat Saat Bangun Pagi Membuat Kakiku Lemas

Erabaru.net. Orangtuaku adalah seorang pengusaha, sehingga keluargaku dipandang keluarga kaya di daerah tempat tinggalku, tetapi aku jatuh cinta dan menikah dengan seorang gadis desa yang cantik, baik dan sederhana.

Sejujurnya, orangtuaku pada awalnya sangat menentangnya, karena mereka berpikir bahwa kami berdua memiliki kebiasaan hidup, latar belakang, dan lingkaran sosial yang sangat berbeda. Mereka pikir kami saling mencintai itu bagus, tetapi hidup bersama-sama akan menyebabkan banyak gesekan.

Mungkin mereka benar, tapi aku sangat mencintainya dan dalam 28 tahun hidupku aku belum pernah mencintai seorang gadis lebih dari saya mencintainya, jadi aku tetap ingin menikahinya.

Orangtuaku telah bertemu dengan pacarku beberapa kali, dan mereka pikir gadis itu baik, jadi mereka akhirnya setuju.

Kami akhirnya menikah dan kami pindah rumah setelah kami menikah.

Ibuku mengatakan bahwa untuk mengurangi konflik keluarga, bahkan ibu mertua dan menantu perempuan terbaik pun tidak boleh hidup bersama, untuk menjaga hubungan yang baik.

Rumah istriku di daerah pegunungan, dan orangtuanya jarang keluar dari gunung selama hidupnya, jadi aku pergi menjemput kedua mertuaku untuk tinggal bersama kami saat Malam Tahun Baru Imlek.

Kedua mertuaku sangat rajin, terutama ibu mertua, yang biasanya bangun setelah jam lima. Dia keluar lebih awal untuk membeli sayuran dan memasak. Kemudian bersih-bersih rumah.

Aku sangat terharu dengan apa yang mereka lakukan. Tidak heran istriku begitu bijaksana dan baik hati. Ternyata orangtuanya adalah orang-orang seperti itu.

Beberapa hari lagi ibu mertuaku akan merayakan ulang tahunnya yang ke 50. Istriku mengatakan bahwa ibunya tidak pernah merayakan ulang tahunya selama hidupnya.

Sekarang dia dan adik laki-lakinya sudah menikah dan memiliki keluarga, mereka ingin memberi ibunya kejutan dengan merayakan ulang tahunnya. Aku pun sangat setuju dengan rencana mereka.

Saya membeli banyak hadiah, dan dengan istriku aku pulang ke desanya. Hari itu baru saja hujan, dan jalan becek. Ibu mertua menerima kami dengan sangat hangat.

Selain hadiah, aku juga secara khusus memberikan amplop merah besar untuk ibu mertuaku, dan dia meneteskan air mata saat menerimanya.

Karena hujan dan jalan licin, sulit untuk mengemudi, jadi kami memutuskan untuk menginap di rumah mertuaku dan pulang keesokan harinya.

Malam di pegunungan sangat sunyi, saya pergi tidur lebih awal dan saya tidur nyenyak malam itu.

Pukul enam keesokan harinya, aku bangun karena harus ke kamar mandi. Ketika aku berjalan ke halaman dan melihat pemandangan itu, aku hampir pingsan.

Aku melihat ibu mertuaku membersihkan kotoran di mobilku dengan bola kawat baja seperti panci. Mobil ini adalah hadiah pernikahan dari orangtuaku, sebuah Audi yang harganya lebih dari 600.000 yuan.

Aku bertanya kepada ibu mertua saya mengapa dia menggunakan bola kawat baja untuk membersihkan mobil, dan dia berkata dengan bangga: “Kamu tahu, ibu menggunakan bola kawat baja untuk menyikat panci, dan mereka mengkilap seperti baru.”

Akupun hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi.

Dia bangun pagi untuk membersihkan mobilku, tujuannya memang baik, tetapi dia tidak tahu bahwa mobil itu berbeda dengan panci.

Ibu mertuaku sangat baik kepadaku, aku pun tidak bisa marah dengannya hanya karena mobil.

Ketika istriku bangun, dia juga terkejut saat melihat mobil itu. Aku dengan suara pelan memberi tahu penyebabnya dan menyuruhnya diam. Aku juga menjelaskan pada istriku, mobil masih bisa dicat lagi.

Istriku tergerak oleh penjelasanku, dia memelukku dan menangis, mengatakan bahwa aku adalah pria yang baik.

Sungguh, sebuah takdir yang besar untuk bisa bersatu membentuk sebuah keluarga. Yang dibutuhkan adalah saling memahami dan saling mencintai. Sebuah keluarga hanya bisa dianggap sebagai sebuah keluarga jika ada cinta. Apakah keluarga Anda baik-baik saja? (yn)

Sumber: goez1