Epidemi Shanghai Muncul Kembali dengan Transmisi Lokal, Sejumlah Wilayah Di-Lockdown

Li Lan dan Luo Ya

Pejabat Shanghai mengumumkan bahwa ada kasus transmisi lokal pada 13 Januari, dan area Distrik Jing’an di pusat kota terdaftar sebagai area berisiko sedang. Beberapa warga mengabarkan bahwa banyak tempat di Shanghai  menerapkan blokade singkat.

Komisi Kesehatan  Kota Shanghai melaporkan bahwa pada 13 Januari, ada 5 kasus baru di daratan Tiongkok, 3 di antaranya adalah karyawan toko teh susu di “228 Yuyuan Road” di Distrik Jing’an, Tiongkok.  Pihak berwenang mengklasifikasikan area tersebut sebagai area berisiko sedang, sedangkan area Shanghai lainnya tetap tidak berubah.

Namun demikian, orang dalam memberikan foto dan mengungkapkan bahwa ada orang pada tahap pertama No 1 Central, Distrik Baoshan, yang hanya bisa masuk ke daerah tersebut. Sejumlah besar orang yang mengenakan kostum hazmat dan polisi memasuki komunitas pada 12 Januari malam. Adapun penduduk di komunitas tersebut mengantre untuk pengujian asam nukleat pada malam itu.

Mengenai pertanyaan dari netizen, pejabat dari Kantor Informasi Pemerintah Kota Shanghai, di akun weibo “Shanghai Rilis” menjawab  dengan mengatakan, “Menurut persyaratan pencegahan dan pengendalian nasional dan kota, personel terkait dan lingkungan harus diskrining, dan tindakan yang sesuai harus diterapkan untuk tindakan pencegahan dan pengendalian”.

Selain itu, video di media sosial domestik menunjukkan bahwa Pelabuhan Global di Distrik Putuo, Shanghai tiba-tiba diblokir pada tanggal 13 Januari. Semua karyawan dan pelanggan diminta untuk tetap berada di tempatnya dan tidak masuk ke lokasi. Mereka diharuskan menjalani pengujian asam nukleat dan menunggu hasil test COVID-19.

Toko Uniqlo di West Nanjing Road, Shanghai juga ditutup sementara pada tanggal 13 Januari. Beberapa pelanggan mengatakan sekitar  pukul 5 sore, saat itu, ada 40 atau 50 pelanggan di toko. Setelah jam 10 malam, semua orang harus  dites COVID-19 secara massal. Sedangkan  semua orang tidur pada malam itu di toko, sampai siang pada tanggal 14 Januari sebelum mengakhiri pengendalian dan kembali ke rumah.

Zhang, seorang warga Shanghai, berkata, ia tidak bisa terlalu mempercayai pengumuman pemerintah. Apa yang dilaporkan di luar hanyalah pengumuman pemerintah, dan ia tidak bisa sepenuhnya mempercayainya.”

Zhang memperkenalkan bahwa temannya tinggal di Pudong dan memegang paspor kesehatan dengan warna hijau, tetapi ketika dia pergi ke kampung halamannya di luar kota baru-baru ini, karena dia berasal dari Pudong, dia diharuskan  dikarantina di rumah selama 14 hari. Ia pun harus menjalani 3 tes  COVID-19. Pihak berwenang Shanghai tidak mengakui adanya wabah di Pudong.

Sebagian orang beranggapan bahwa kebijakan secara paksa Zero COVID-19  pemerintah hanyalah respon sementara.

Zhang, seorang warga Shanghai, menilai hal demikian hanyalah  tentang paksaan administratif, tidak terlalu berguna, hanya berguna sementara waktu. Kali ini wabah di Xi’an dan Tianjin  menyebar secara tiba-tiba, dan dapat dilihat bahwa pengendalian semacam itu tidak efektif. ”

Selain itu, masyarakat juga mengungkapkan ketidakpercayaan mereka dengan cara pemerintah daerah mengumpulkan orang untuk menjalani test COVID-19. 

Wang Ming,seorang penduduk Zhengzhou, Henan menuturkan, harus ada kit test, mengapa masih banyak orang di daratan Tiongkok harus melakukan tes COVID-19  untuk menyodok tenggorokan mereka, dan begitu banyak orang berkumpul bersama, apakah kit tes  tidak bisa dibagikan saja ?” (hui)