Saat Kencan Buta ‘Gadis Jelek’ Dipermalukan dan Ditinggalkan Tanpa Perasaan oleh Teman Prianya, Tanpa Diduga Malah Bertemu Pasangan Hidupnya

Erabaru.net. Namanya Lily, dia adalah gadis yang rendah diri. Wajahnya penuh jerawat sejak dia masih remaja, dan itu tidak pernah mereda. Saat melihat jerawatnya di cermin, dia merasa jijik, apalagi orang lain .

Meskipun dia sudah memakai bermacam-macam obat, tetapi tetap tidak ada hasil. Dokter mengatakan bahwa itu adalah masalah fisiknya. Mungkin akan mereda dengan sendirinya setelah usia atau kondisi tertentu.

Dengan wajah seperti itu, dia tidak berani mengangkat kepalanya saat di depan umum. Dia juga ingin tampil cantik dengan memakai makeup, tetapi jerawat di wajahnya malah semakin memburuk, jadi selama bertahun-tahun dia selalu memakai penutup wajah.

Dia tidak punya teman dalam hidupnya, dia tidak punya teman laki-laki, dan dia selalu sendirian.

Di usianya yang ke-26 tahun dia belum punya pacar. Memikirkan itu, orangtunya merasa sangat cemas. Sebagian besar gadis seusianya sudah menikah dan memiliki anak.

Orangtuanya memikirkan cara agar putrinya bisa pergi kencan buta.

Lily juga ingin punya pacar dan ingin menikah, tetapi ketika dia memikirkan wajahnya, dia sudah takut duluan.

Tetapi, orangtuanya terus membujuknya agar dia tidak membuat mereka khawatir. Lily pun akhirnya setuju untuk kencan buta. Dia juga ingin mencoba keberuntungannya. Memang beberapa orang benar-benar tidak menyukainya, tapi siapa tau masih ada orang yang mau dengannya.

Di akhir pekan, Lily memakai riasan, menyamarkan jerawatnya, dan wajahnya tidak terlihat begitu menyeramkan. Kemudian dia pergi ke restoran yang telah ditunjuk oleh orangtuanya.

Pria itu adalah putra dari teman ayahnya, seorang programmer, usianya lima tahun lebih tua dari Lily. Ketika Lily tiba di restoran, pria itu sudah datang, dan mereka dengan sopan saling memperkenalkan.

Lily sebenarnya cantik dan anggun, tetapi karena jerawatnya, dia selalu tidak percaya diri.

Ketika pria itu melihat Lily, matanya berbinar, dan terlihat bahagia.

Lily juga sangat senang saat melihat sikap pria itu terhadapnya, dan makanannya pun sangat menyenangkan. Saat selesai makan, pria itu memanggil pelayan untuk membayar tagihan.

Pelayan datang, dan menyerahkan tagihan dengan total 1.000 yuan. Wajah pria itu sedikit cemberut, dan tersenyum canggung. Lily sangat sensitif, dia tahu apa yang dipikirkan pria itu.

Detik berikutnya, Lily dengan murah hati mengeluarkan dompetnya dan ingin membayar tagihannya. Pria itu dengan cepat mencoba menghalangi Lily yang akan membayar. Dan tanpa disengaja dompet Lily jatuh ke tanah, dan beberapa isinya keluar berserakan di lantai.

Pria itu merasa bersalah dan buru-buru membantu Lily untuk mengambil barang-barangnya, tetapi ketika dia melihat KTP Lily, pria itu tiba-tiba bertanya kepada Lily dengan marah: “Apakah ini kamu?”

Foto di KTP Lily terlihat jelek, wajahnya penuh jerawat, benar-benar menunjukkan wajah aslinya.

Setelah mendapat penjelasan dari Lily, nada pria itu menjadi kasar, mengatakan bahwa Lily telah menipu dirinya, hanya membuang-buang waktu, dan berpikir bahwa dia sangat cantik awalnya, tetapi ternyata karena makeup.

Lily hanya diam dan menundukkan kepalanya, pria itu mengatakan banyak kata-kata tidak menyenangkan dan pergi begitu saja.

Air mata Lily akhirnya tidak bisa dibendung lagi, ketika tiba-tiba seseorang mengulurkan tangan dan menyerahkan tisu padanya.

“Aku pikir kamu cantik, tidak jelek sama sekali. Itu karena dia buta dan tidak menganggapmu cantik. Jika kamu mau, aku akan menikahimu,” sebuah suara hangat terdengar di telingnya, dan saat Lily mengangkat kepalanya dia pun terkejut, pria itu memakai seragam pelayan restoran tempat dia makan.

Dia memiliki wajah yang cerah dan bersih, dan menatap Lily dengan senyum dari sudut matanya, dia tampak serius.

Dia adalah manajer restoran. Karena pelayan lain sedang sibuk, sementara tidak ada cukup staf, dia mencoba membantu, dan dia kebetulan melihat Lily yang dipermalukan oleh teman kencannya. Seperti seorang pangeran, dia muncul tepat pada waktunya untuk menyelamatkan ‘Cinderella’ yang putus asa.

Pada akhirnya, Lily juga tidak tahu apakah itu karena dia sedang jatuh cinta. Jerawat di wajahnya semakin membaik dari hari ke hari.

Yang menakjubkan adalah semuanya sembuh dalam waktu setengah tahun. Lily, yang telah tidak berjerawat, menjadi percaya diri, dan dia bersemangat. Dia siap menikah di akhir tahun dengan manajer itu.

Dapat dikatakan bahwa itu adalah berkah tersembunyi. Ketika Tuhan menutup pintu untuknya, itu juga akan meninggalkan Anda sebuah jendela. Jadi jangan putus asa di saat satu pintu tertutup, pasti ada pintu lain untuk masuk ataupun keluar.(yn)

Sumber: goez1