Aku Menabung 270 Juta untuk Istriku, Tetapi Semua Habis dalam 3 Hari, Ketika Aku Menemukan Kebenarannya, Aku pun Menangis

Erabaru.net. Aku berusia 28 tahun, aku berasal dari desa, dan sudah lebih dari 7 tahun aku telah meninggalkan kampung halaman.

Aku adalah anak ketiga atau bungsu dalam keluarga, dan saya memiliki dua kakak laki-laki. Ketika aku berusia 21 tahun, aku diusir dari rumah oleh ayahku. Alasannya adalah karena ayahku berpikir bahwa aku hanyalah beban keluarga.

Kedua kakak laki-lakiku telah menghabiskan semua tabungan keluarga ketika mereka menikah. Karena itu juga, aku meninggalkan rumah dengan begitu banyak kebencian

Untungnya, Tuhan masih memperdulikan aku, mengizinkan aku untuk bisa menghidupi diri sendiri! Aku tidak hanya memiliki tabungan dalam jumlah tertentu, tetapi aku juga menikah dengan seorang wanita dan dianugerahi seorang anak. Saat ini, kami menjalani kehidupan yang sangat bahagia.

Namun, aku tidak pernah berpikir bahwa orangtuaku, yang selama beberapa tahun tidak ada kabar, bertemu istriku beberapa waktu lalu.

Selama aku melakukan perjalanan bisnis, aku selalu menabung di kartu ATM istriku yang sekarang ada sekitar sekitar Rp 270 juta. Karena sudah hampir Tahun Baru, aku berencana untuk membiarkan istriku menggunakan uangnya untuk berbelanja kebutuhannya. Namun, saya tidak pernah berpikir bahwa istriku akan menghabiskannya hanya 3 hari saat saya melakukan perjalanan bisnis.

Karena kartu ATM istri saya tersambung dengan ponsel saya, saya akan diberitahu ketika kartu itu dipakai untuk sesuatu, aku tidak takut istriku akan memakai uangnya, tetapi jumlah yang tiba-tiba dan tidak masuk akal ini membuat aku curiga.

Jadi, aku buru-buru menyelesaikan pekerjaanku dan pulang, dan kemudian menanyakan pada istriku untuk apa uang itu!

Ketika istriku menjelaskannya kepadaku, aku hanya bisa diam. Ternyata ayahku, yang sudah bertahun-tahun tidak berhubungan denganku, hari itu datang ke rumahku dengan kakakku, mengatakan bahwa dia ingin meminjam Rp 70 juta untuk membangun rumah.

Karena tahu yang meminjam adalah ayahku, istriku memberinya Rp 270 juta.

Aku benar-benar tidak menyangka istriku akan memberi mereka 270 juta, semoga mereka tetap membayar.

Tapi, yang membuat aku sedih adalah memikirkan saat ayahku mengusirku, aku sangat kecewa dan terpukul. Jadi, aku memikirkannya lagi dan memutuskan untuk mendapatkan uang itu kembali.

Aku tidak bisa memberikan uang itu kakak dan ayahku dengan cuma-cuma. Orang-orang berkata bahwa aku terlalu berlebihan tetapi apakah aku sungguh keterlaluan?(lidya/yn)

Sumber: goez1