Anak Lebih Mirip Kakeknya daripada Ayahnya, Ayah yang Curiga Diam-diam Melakukan tes DNA dan Akhirnya Kehilangan Istrinya

Erabaru.net. Kelahiran seorang anak adalah momen yang sangat membahagiakan bagi setiap keluarga. Orangtua tidak hanya cukup senang saat melihatnya, mereka akan mencari beberapa kesamaan dengan diri mereka sendiri dari anak mereka.

Tetapi bagaimana perasaan jadinya jika anak itu hanya memiliki sedikit kemiripan dengan ayahnya, tetapi lebih mirip dengan kakeknya?

Ketika Dadong pertama kali menikah, dia selalu melakukan perjalanan bisnis hampir sepanjang tahun. Dia bahkan dapat menghitung jumlah pertemuan dengan istrinya sepanjang tahun di satu sisi. Meskipun keduanya ingin punya anak, mereka belum dianugerahi seorang anak

Tapi pada suatu hari, istri Dadong tiba-tiba mengalami reaksi kehamilan. Setelah pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, dipastikan bahwa dia hamil. Keluarga Dadong diliputi kegembiraan setiap hari.

Setelah anak itu lahir, Dadong sangat sibuk dari hari ke hari. Berkali-kali istrinya bangun di tengah malam untuk memberi makan anak itu, Dadong juga akan bangun untuk menemani istrinya. Keluarga beranggotakan tiga orang itu sangat bahagia,

Ketika anak itu bertambah umur, Dadong menyadari bahwa putranya tidak memiliki kesamaan dengan dirinya.

Setiap kali dia menanyakan pertanyaan ini kepada istrinya, jawaban istri kepadanya adalah “dia belum tumbuh dewasa”.

Setelah itu, seorang teman yang juga kenal dengan ayah Dadong datang untuk melihat anak itu. Dia berkata bahwa putranya sangat mirip dengan ayah Dadong (kakeknya)

Mendengar ini, Dadong menjadi semakin cemas, dia diam-diam membawa anak itu untuk menjalani tes DNA beberapa kali, tetapi hasilnya selalu menunjukkan bahwa anak itu adalah milik Dadong.

Namun tak disangka, Dadong yang diam-diam melakukan tes diketahui oleh istrinya. Istrinya pun bersikeras meminta cerai.

Padahal, situasi yang dihadapi Dadong adalah tipikal pewarisan antargenerasi, anak bisa saja terlihat seperti orangtuanya atau bahkan lebih seperti kakek-neneknya.

Jadi gen orangtua mana yang akan diturunkan dari generasi ke generasi?

Anak Dadong yang kami sebutkan di atas mewarisi penampilan kakeknya dari generasi ke generasi.

Jika pasangan sama-sama kurus tetapoi anak-anak mereka gemuk, ada kemungkinan besar kakek-nenek anak-anak tersebut memiliki gen obesitas.

Namun obesitas lebih berkaitan dengan pola makan anak di kemudian hari, jika makan terlalu banyak dan nutrisi berlebih juga akan memicu terjadinya obesitas.

Saat ke rumah sakit, berkali-kali dokter akan bertanya kepada pasien “Apakah keluarga Anda memiliki riwayat penyakit tersebut?”

Ini karena selain penampilan luar dan bentuk tubuh yang diwariskan secara turun-temurun, beberapa penyakit juga dapat diturunkan.

Misalnya beberapa penyakit mental, rabun senja, diabetes dan sebagainya.

Ketika orangtua mengetahui bahwa anak-anak mereka tidak terlihat seperti diri mereka sendiri, sebenarnya tidak perlu membuat keributan. Hal ini bisa terjadi karena warisan antar generasi.

Genetika memang berdampak pada penampilan, sosok, dan kondisi fisik seseorang, namun yang lebih penting adalah apakah seseorang dapat memastikan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Apa pendapat Anda tentang hal ini ? (lidya/yn)

Sumber: ezvivi2