Ibu Mertua Tidak Menyukaiku, Namun Ketika Ayahku Menjalani Operasi, Ibu Mertua yang Membayar Biayanya

Erabaru.net. Pepatah mengatakan bahwa ibu mertua menerima menantu laki-laki, tetapi menantu perempuan ditolak oleh ibu mertua. Ini benar-benar terjadi pada diriku.

Setelah menikah dan tinggal bersama, ibu mertuaku telah mempersulitku, karena aku berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu dan seolah tidak layak untuk suamiku.

Aku telah melakukan semua pekerjaan rumah, namun ketika tangan dan kakiku mulai lambat atau saya melakukan sesuatu yang salah, dan aku akan langsung dimarahinya.

Mengapa semua ini terjadi pada saya ?

Meskipun suamiku sangat mencintaiku, tapi dia sering keluar untuk urusan bisnis, jadi aku dan ibu mertuaku sering berada di rumah bersama, dan aku selalu menjadi tempat kemarahannya.

Sejak ayah mertua meninggal, ibu mertua telah menjadi nyonya rumah, dan suami juga dikenal karena rasa baktinya. Berkali-kali, dia hanya bisa melihatku dimarahi oleh ibu mertuaku, tetapi dia tidak berdaya.

Sejak aku dan suami menikah, perjuanganku dengan ibu mertua saya tidak berakhir. Kami telah menikah selama lebih dari setahun, tetapi aku belum mengandung anak. Ini yang selalu menjadi alasan ibu mertuaku untuk membenciku.

Namun setelah sekian lama menanti akhirnya aku berhasil mengandung, dan melahirkan seorang laki-laki ke dalam keluarga suamiku. Ibu mertuaku mulai berubah sikapnya terhadapku.

Setelah memiliki seorang putra, ibu mertuaku sibuk cucunya setiap hari, dan tidak pernah lagi memperlakukanku seperti dulu.

Namun saat anakku beranjak dewasa, dan anak masuk TK, ibu mertua sudah bebas lagi. Apa lagi yang bisa dia lakukan ketika dia bebas? Dan pertempuran antara ibu mertua dan aku sekali lagi menjadi semakin intensif.

Kemudian, ibu mertua tiba-tiba meneleponku untuk memberitahu bahwa ayahku mengalami kecelakaan dan meminta aku untuk segera pulang.

Saya tidak punya waktu untuk mengabari suamiku lalu aku pun berpamitan dengan ibu mertuaku, dan berkendara semalaman dengan mobil.

Aku diberitahu bahwa ayahku tiba-tiba pingsan ketika bekerja di ladang. Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa ayah menderita tumor otak. Untungnya itu baru tahap awal. Itu harus diangkat dengan jalan operasi.

Namun, biaya operasi perlu sekitar Rp 300 juta. Itu adalah jumlah yang sangat besar bagi keluargaku di desa. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kemudian, suamiku meneleponku. Katanya dia tahu tentang masalah ayahku dari ibunya dan meneleponku untuk menanyakan apa yang terjadi.

Saya memberi tahu suamiku semua masalahnya, dan suami saya menghiburku dan mengatakan bahwa dia akan menemukan cara tentang uang itu.

Keesokan harinya, suamiku datang ke rumah dan mengatakan bahwa masalah uang telah diselesaikan, kami buru-buru meminta dokter untuk mengoperasi ayah.

Belakangan, ayahku akhirnya sembuh. Setelah kejadian itu, suamiku memberitahuku bahwa ibu mertuaku yang telah memberikan uang untuk biaya operasi.

Aku sedikit bingung. Bagaimana mungkin ibu mertuaku yang selalu mempersulitku adalah orang yang membantuku? Suamiku pun tertawa : “ Ibu sudah lama memperhatikanmu dan ketrampilanmu di rumah. Ibu tahu kamu miskin dan ibu menyadari bahwa dia salah telah meremehkanmu. Ibu berkata bahwa kamu selalu bersikap baik, namun ibu malu untuk mengatakannya. Ibu mau memberikan uang itu karena ibu melihat sikapmu selama ini.”

Setelah mendengarkan kata-kata suamiku, aku merasa sedih dan juga senang. Ternyata Ibu mertua tidak seburuk yang saya pikir dan apa yang dikatakan orang juga benar bahwa saya dapat menghasilkan uang dengan bersikap baik!(lidya/yn)

Sumber: goez1