Dia Meminjam Uang kepada Adiknya untuk Pengobatan Istrinya, Namun Diberi Kantong Sampah, Setelah Mengetahui Isinya, Dia Tidak Dapat Menahan Air Mata

Erabaru.net. Di dunia manusia, hal yang paling penting adalah hubungan darah, yang berarti adalah hubungan keluarga. Kerabat adalah hubungan terdekat di dunia, yang tidak dapat diubah atau diganti.

Istri Zhang Feng menderita penyakit serius dan kondisinya sangat parah. dokter mengatakan bahwa operasi harus dilakukan dengan cepat, jika tidak nyawanya dapat terancam.

Biaya operasi adalah 100.000 yuan. Zhang Feng yang hidupnya sangat miskin tidak memiliki uang sebanyak itu. Dia pun meminjam dari kerabat dan teman-temannya di sekitarnya, dan hanya berhasil mengumpulkan 40.000 yuan yang berarti masih kurang 60.000 yuan. Zhang Feng benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

Zhang Feng yang menatap istrinya yang lemah merasa sangat tertekan. Pada saat ini, Zhang Feng ingat dengan adiknya Zhang Le.

Zhang Le tinggal di kota dan memiliki banyak uang. Zhang Feng ingin meminjam uang dari adiknya, tapi dia selalu ragu-ragu.

Zhang Le adalah adik Zhang Feng, tetapi keduanya belum berhubungan selama 10 tahun. Orangtua dari keduanya meninggal lebih awal, dan Zhang Feng bekerja keras untuk membesarkan adik laki-lakinya. Untuk mendapatkan uang agar adik laki-lakinya dapat kuliah. Namun, setelah Zhang Le lulus dari universitas, dia tidak menemukan pekerjaan yang baik seperti yang dibayangkan Zhang Feng, tetapi dia menikahi gadis dari keluarga kaya.

Zhang Feng benar-benar marah ketika dia mendengar berita itu. Dia tidak menyangka adik laki-lakinya yang dibesarkannya dengan keras menjadi seorang pengecut. Dia sangat kecewa dengan adik laki-lakinya. Kemudian, dia tidak peduli dengan adik laki-lakinya.

Meskipun adik Zhang Feng datang ketika dia menikah dan memberi Zhang Feng 100.000 yuan, tapi Zhang Feng tidak mau menerimanya, dan bahkan mengancam akan memutuskan hubungan dengan adiknya.

Dengan cara ini, kakak beradik ini tidak pernah berhubungan lagi. Sudah sepuluh tahun sejak itu, mereka tidak saling kontak satu sama lain.

Meskipun Zhang Feng enggan menghubungi adiknya, tidak mungkin baginya untuk melihat istrinya meninggal dunia karena dia tidak punya uang, jadi Zhang Feng akhirnya pergi ke rumah adiknya untuk meminjam uang.

Zhang Feng menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke tempat adikya, dan ketika dia mengetuk pintu, kebetulan adiknya yang membuka pintu.

Begitu Zhang Le melihat kakaknya yang datang, dia dengan antusias mengundangnya masuk ke dalam rumah.

Begitu Zhang Feng masuk, ipar perempuannya memandangnya dengan jijik ketika dia melihatnya. Mengetahui bahwa dia adalah tamu tak diundang, Zhang Feng memberi tahu niatnya menemui adiknya.

Tanpa diduga, begitu Zhang Feng mengatakannya, wajah adiknya langsung berubah, dan dia berkata kepadanya: “Kakak, kamu mau meminjam 60.000 yuan, di rumah tidak ada begitu banyak uang. Aku tidak tahu kapan, aku harus mengambilnya di bank, kapan kakak datang lagi ?”

Zhang Feng tahu bahwa adiknya tidak akan meminjamkannya, jadi dia berbalik dan ingin pergi.

Pada saat ini, adik laki-laki itu berkata lagi: “Jangan buru-buru pergi, kakak, saya masih memiliki beberapa barang lain di sini. Keluargamu miskin, mungkin kamu bisa menggunakannya! “

Setelah itu, Zhang Le memasuki ruangan, dan kemudian membawa sekantong plastik sampah seolah-olah sesuatu untuk Zhang Feng.

Zhang Feng merasa bahwa harga dirinya sangat terhina, dia ingin marah, tetapi dia menahannya. Dia bergegas pulang dengan sampah, tetapi merasa semakin tidak nyaman.

Ketika dia sampai di rumah, melihat putranya yang masih kecil dan istrinya yang sakit, dan memikirkan apa yang dikatakan saudaranya, Zhang Feng membanting kantong sampah yang ada di tangannya ke tanah, dan semua isinya berserakan di lantai.

Tapi Zhang Feng melihat ada sebuah amplop. Zhang Feng pun mengambilnya, membukanya, dan menemukan sebuah kartu ATM dan sebuah surat di dalamnya.

“Kakak, ada 100.000 yuan di kartu ATM ini. Ini adalah uang dariku ketika kamu menikah. Kamu tidak menerimanya, tetapi aku menyimpannya. Kata sandinya adalah hari ulang tahunmu. Ambil untuk mengobati kakak iparku ! Aku terpaksa mengatakan apa yang aku katakan di rumah karena ada istriku. Selama bertahun-tahun, aku tahu bahwa kakak menyalahkan aku karena tidak menemukan pekerjaan yang baik setelah lulus kuliah, itu karena aku bukanlah siswa baik di universitas, jadi aku mengambil jalan pintas dengan menikahi gadis kaya. Kakak telah bekerja keras membiayai aku dan sudah terlalu banyak yang akak bayar untuk aku . Untuk itu, aku melakukan semua ini agar dapat membalas jasa kakak. Aku tidak ingin menunda kebahagiaan kakak. Kakakku, jika kamu mau memaafkan aku aku, bagaimana kalau kita lebih sering berkumpul di masa depan?”

Setelah membaca surat itu, Zhang Feng pun menangis, ternyata adiknya melakukan semua ini untuk dirinya. Zhang Feng mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan teks ke saudaranya: Persaudaraan seumur hidup!(lidya/yn)

Sumber: hker