Nenek Pemulung Membesarkan Bayi Perempuan yang Ditelantarkan, Setelah Dia Menjadi Wanita Sukses, Orangtua Kandungnya Datang untuk Menjemputnya

Erabaru.net. Pada 28 tahun yang lalu, Wu Lina, yang baru lahir, diberikan kepada pemulung tua. Sejak itu, wanita tua itu merawatnya. 28 tahun kemudian, orang tua kandung Wu Lina muncul dan ingin membawanya pulang.

Wu Lina lahir di sebuah klinik kecil. Dia dibawa oleh ayahnya dan memberikannya kepada seorang wanita tua yang sedang mengais-ngais sampah di sebelah klinik. Namun, wanita tua itu menolak untuk menerima Wu Linda Karena dia takut tidak akan mampu menghidupi si kecil.

Kemudian, ayahnya berkata,: “Jika kamu tidak menerimanya, kami tidak tahu kapan dia akan mati karena membeku. kami benar-benar tidak punya uang untuk membesarkannya.”

Wanita tua itu melihat kehidupan kecil di lengan pria itu yang mana sangat berharga, sangat lemah, berpikir bagaimana dia bisa merawat anak itu tanpa memiliki sebuah atap ? Wanita tua itu tiba-tiba menerima Wu Lina, memeluknya erat-erat dan membawanya pulang.

Wanita tua itu merawat Wu Lina dengan penuh kesabaran, memandikannya dan memberinya makan. Wu Lina juga menjadi satu-satunya penyemangat bagi wanita tua itu.

Kini Wu Lina telah tumbuh dewasa, lulusan universitas yang ternama dan bekerja di sebuah perusahaan besar di ibukota provinsi. Keuletan dan semangat kerja keras yang dipupuk sejak kecil membuatnya menonjol dengan cepat di tempat kerja.

Pada usia 27, dia menjadi eksekutif perusahaan dengan gaji tahunan yang besar.

Berita Wu Lina menjadi seorang yang sukses segera sampai ke orangtuanya, dan mereka pun mencari rumah pemulung tua itu secara langsung untuk mengambil kembali putri mereka, dan alasan yang cukup masuk akal!

“Anda juga tidak ingin anak Anda dipandang rendah saat bertemu calon mertuanya, bukan? Anda adalah pemulung, Jika calon mertuanya tahu seperti apa orangtuanya. Dia akan dipandang rendah oleh calon mertuanya,” kata orangtua kandungnya pada nenek pemulung itu.

Setelah memikirkannya sebentar, nenek itu menghubungi Wu Lina dan menjelaskan situasinya.

Namun, Wu Lina orangtuanya, dan berkata : “Aku bahkan tidak berpikir apakah aku akan bertahan jika aku tidak dirawat oleh pemulung ini, tetapi sekarang setelah aku dewasa, bahkan jika aku harus mengakui pekerjaan orangtuaku adalah seorang pemulung, aku tetap bangga ! Jangan ganggu kami lagi di masa depan, aku tidak memiliki orangtua yang tidak manusiawi!”

Beberapa waktu berlalu, Wu Lina kemudian membelikan rumah untuk nenek di komunitas kelas atas dan sering menemaninya minum teh dan bersantai.

Dia berkata kepada nenek: “Nenek memberiku kehidupan. Kamu memungut sampah dan membesarkan saya dan saya akan bekerja keras untuk melayani nenek sampai akhir hayat!” (lidya/yn)

Sumber: hker