Putrinya Menikah di Hotel, Saat Ayahnya Mengemasi Sisa Makanan Ditertawakan Ibu Mertuanya, Apa yang Dikatakan Ayahnya Membuat Mertuanya Terdiam

Erabaru.net. Sebuah pernikahan sedang berlangsung di Hotel. Pengantin pria Wang Ming dan pengantin wanita Liu Xin minum segelas anggur di bawah arahan pembawa acara. Setelah minum anggur, pembawa acara terus memimpin pernikahan.

Pengantin baru menjalani semua proses pernikahan dan mulai menemani para tamu untuk makan malam.

Setelah mereka berdua menemani para tamu, mereka berdua duduk di depan orangtua mereka. Begitu Liu Xin duduk, ibu mertuanya bertanya kepada ayah Liu Xin dengan keras: “Berapa banyak yang bisa kamu hasilkan dari menjual babi-babi peliharaanmu akhir tahun ini?”

“Tidak banyak, mungkin hanya lebih dari 10.000 yuan pada akhir tahun,” kata ayah Liu Xin.

“Lebih dari 10.000 yuan ? Kamu lebih baik pergi bekerja daripada memelihara babi !” kata Ibu Wang Ming sambil memandang rendah ayah Liu Xin.

“Aku tidak bisa pergi bekerja. Ibu Liu Xin punya masalah dengan kakinya. Aku harus menemaninya di rumah, jadi aku memelihara babi ini untuk menambah penghasilanku.” kata ayah Liu Xin kepada ibu Wang Ming.

Ibu Wang Ming bertanya kepada ayah Liu Xin tentang pekerjaannya memelihara babi, dan dia mengangkat suaranya dengan sengaja untuk membuat semua orang merasa bahwa Liu Xin tidak layak untuk putranya.

Ayah Wang Ming memiliki pabrik, ibu Wang Ming adalah pejabat publik, dan kondisi keluarga sangat baik, sedangkan kondisi keluarga Liu Xin sangat miskin.

Selain bertani, keluarga hanya memelihara sedikit babi demi bertahan hidup.

Ibu Wang Ming awalnya tidak setuju dengan pernikahan putranya dengan Liu Xin, namun karena ditentang orangtuanya, Wang Ming sengaja tidak pulang kerumah selama dua tahun.

Pada akhirnya, orangtuanya terpaksa setuju dengan kemauan putranya, jadi dia harus berkompromi.

Meskipun mereka setuju putranya menikah dengan Liu Xin, namun, mereka selalu membenci Liu Xin. Mereka berpikir bahwa Liu Xin adalah menantu perempuan yang buruk, yang membuat Wang Ming berani melawannya.

Jadi di hari pernikahan, ketika dia melihat ayah Liu Xin, dia sengaja menggunakan pekerjaan ayah Liu Xin yang beternak babi untuk mempermalukan keluarga Liu Xin.

Setelah pernikahan, para tamu pulang setelah makan malam, dan hanya keluarga Liu Xin dan keluarga Wang Ming yang tersisa.

Sebelum mereka pulang, ayah Liu Xin tiba-tiba berkata kepada pelayan hotel,: “Pelayan, tolong bungkus semua sisa makanan.”

“Apakah babi yang kamu pelihara tidak cukup memberi makan keluargamu?” tanya ibu Wang Ming

“Tidak, karena saya juga menyumbangkan uang dari penjualan babi ke panti asuhan setiap tahun,” kata Ayah Liu Xin dengan tenang.

“Sungguh baik sekali. Wang Ming, ayo kita pergi untuk membayar tagihan jamuan pernikahan ini karena belum dibayar,” kata ibu Wang Ming sambil memelototi Liu Xin

Ketika Wang Ming, ibunya dan Liu Xin berjalan ke resepsionis.

“Tagihan sudah diselesaikan. Totalnya adalah 250.000. Bapak itu sudah membayarnya, ” kata petugas sambil menunjuk ayah Liu Xin.

Ayah Liu Xin tersenyum dan berkata “Saya sudah membayar makanan ini. Saya baru saja membeli mobil dan saya akan menandatangani kontrak dengan juru bicara periklanan produk yang juga bekerja sama dengan pabrik Anda. Bisakah Anda membimbing saya?”

“Kontrak apa yang kamu tandatangani? Peternak babi bisa menandatangani kontrak?” Ibu Kata Wang Ming sedikit terkejut.

“Juru bicara periklanan produk akan mendukung rumah pertanian baru saya secara gratis. Mereka berkumpul setiap tahun dan dengan uang dari menjual daging babi, mereka membantu memberikan uang tersebut ke panti asuhan selama ini,” kata ayah Liu Xin.

Pada saat ini, Liu Xin mengerti segalanya. Ternyata ayahnya telah menyimpan rahasia selama bertahun-tahun, dan dia benar-benar menyumbangkan uang dari penjualan daging babi setiap tahun untuk menghidupi anak-anak di panti asuhan.

Dia dengan bersemangat meraih tangan ayahnya dan berkata: “Ayah, aku sangat terharu.”

Pada saat ini, ibu Wang Ming menundukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa.

Dia mengerti bahwa jika dia berbicara, ayah Liu Xin mungkin mengatakan hal-hal buruk tentang dia di depan juru bicara periklanan, yang akan mempengaruhi bisnis keluarganya.

Untuk ibu mertua seperti itu, ayah Liu Xin membuatnya tidak lagi berani lancang di depan putrinya.

Ayah Liu Xin sebenarnya menasihati Liu Xin untuk tidak menikah dengan Wang Ming, karena dia melihat ibu Wang Ming adalah ibu mertua yang tidak baik, tetapi Wang Ming adalah anak yang baik, jadi dia akhirnya setuju putrinya menikah dengan Wang Ming.

Dia sengaja membahasa penandatanganan kontrak untuk membuat ibu Wang Ming tidak lagi mempermalukan Liu Xin.(lidya/yn)

Sumber: hker