Setelah Bekerja di Perantauan Selama 6 Tahun, Aku Membawa Pulang Rp 2 Miliar dan Ingin Mengejutkan Istriku, Ketika Sampai, Aku Terkejut

Erabaru.net. Ketika aku dan istriku menikah, keluargaku sangat miskin, sampai-sampai aku tidak bisa membeli apa pun untuk istriku.

Setahun kemudian, anak saya lahir. Karena istriku kurang gizi, dia tidak bisa menghasilkan ASI. Anakku harus mengonsumsi susu formula, tapi harga susu juga sangat mahal. Istriku harus meminjam uang dari keluarga orangtuanya.

Suatu hari, seorang teman mengajak aku untuk bekerja di luar daerah, mengatakan bahwa uang yang didapat lebih banyak dari di desa.

Setelah aku memikirkannya, aku pun memutuskan untuk pergi dengan temanku. Saat itu istriku menangis dan mengatakan bahwa dia tidak ingin aku pergi jauh.

Ketika aku sampai di kota, aku tidak melewatkan kesempatan untuk menghasilkan uang, dan aku akan rela untuk melakukan pekerjaan kotor pada awalnya.

Kemudian, seorang bos menyukaiku dan dia ingin aku menjadi asistennya. Aku hampir tidak percaya dengan jumlah gaji yang ditawarkan. Aku belum pernah melihat uang sebanyak itu seumur hidupku.

Aku pun mengirim uang untuk istriku secara rutin setiap bulan demi memberikan hidup yang layak untuk istri dan anak.

Aku tidak ingin membuang kesempatan, setelah 6 tahun bekerja, bos menyuruh aku pulang ketika dia tahu aku memiliki istri dan anak di rumah.

Aku sangat senang untuk pulang dengan 1 juta yuan dari simpanan selama 6 tahun.

Tetapi saat sampai di rumah, putraku yang berusia 6 tahun di pintu tidak mengizinkan saya masuk. Aku bilang aku ayahnya, tapi anakku bilang dia punya seorang ayah dan aku adalah orang jahat.

Setelah beberapa saat, istriku pulang dengan seorang pria memegang lengannya. Wajahnya langsung berubah ketika dia melihat aku. dia tidak tahu bahwa aku akan pulang hari ini.

Istriku pun mengatakan yang sebenarnya. Setelah aku pergi selama beberapa bulan, putraku menderita penyakit serius dan tidak punya uang untuk membayarnya.

Untungnya, dia bertemu dengan pria yang membayar agar putranya diselamatkan. Dia juga ingin memiliki seseorang untuk diandalkan. Kemudian, mereka saling jatuh cinta, jadi mereka pun menikah. Pria itu juga sangat baik kepada putranya. Dia meminta saya untuk memaafkannya dan menjalani prosedur perceraian sesegera mungkin.

Setelah mendengarkan kata-kata istriku, aku menampar diriku beberapa kali.

Aku meminta istriku untuk menungguku, dan aku berusaha mencari uang demi untuk hidup yang lebih baik. Aku tidak menyangka dia berubah pikiran setelah beberapa bulan aku pergi.

Teman, apa yang harus aku lakukan ?(lidya/yn)

Sumber: goez1